Kebijakan Baru Platform Tokopedia dan TikTok Shop Terkait Biaya Logistik
Mulai 1 Mei 2026, platform e-commerce Tokopedia dan TikTok Shop akan menerapkan kebijakan baru terkait biaya layanan logistik. Pedagang yang berjualan di kedua platform tersebut akan dikenakan biaya tambahan untuk setiap pesanan yang melibatkan layanan logistik. Kebijakan ini mencakup pemrosesan pesanan, koordinasi, serta pengiriman.
Biaya layanan logistik akan dihitung berdasarkan persentase dari ongkos kirim yang dibayar oleh pembeli pada setiap pesanan. Namun, platform menegaskan bahwa biaya ini tidak akan terlihat atau ditambahkan kepada pembeli saat proses checkout. Sebaliknya, biaya tersebut akan sepenuhnya ditanggung oleh penjual.
Besarnya biaya layanan logistik bervariasi tergantung pada asal pengiriman, tujuan, dan berat paket. Dalam beberapa kasus, biaya dapat lebih tinggi dari kisaran yang ditampilkan, tergantung pada rute spesifik dari asal ke tujuan. Namun, dalam batas tertentu, biaya sebelum pajak tidak akan melebihi:
- Untuk TikTok Shop: Rp 5.055 per pesanan
- Untuk Tokopedia: Rp 10.110 per pesanan
Berikut adalah rincian besaran biaya logistik per pesanan berdasarkan kota asal dan tujuan pengiriman:
Kisaran Biaya Logistik Pengiriman Standar, Ekonomi, dan Kargo
- Jawa ke Jawa: Rp 260 – Rp 3 ribu
- Jawa ke Nusa Tenggara: Rp 920 – Rp 3 ribu
- Jawa ke Sumatera: Rp 630 – Rp 3 ribu
- Jawa ke Sulawesi: Rp 1.490 – Rp 3 ribu
- Jawa ke Kalimantan: Rp 1.620 – Rp 3 ribu
- Jawa ke Kepulauan Maluku: Rp 2.838 – Rp 3 ribu
- Jawa ke Papua: Rp 1.780 – Rp 3 ribu
- Nusa Tenggara ke Jawa: Rp 1.040 – Rp 3 ribu
- Sumatera ke Jawa: Rp 870 – Rp 3 ribu
- Sulawesi ke Jawa: Rp 1.620 – Rp 3 ribu
- Kalimantan ke Jawa: Rp 930 – Rp 3 ribu
- Luar Jawa ke Luar Jawa: Rp 360 – Rp 3 ribu
Kisaran Biaya Logistik Pengiriman Instant dan Same Day
- Jawa: Rp 2.440 – Rp 3 ribu
- Luar Jawa: Rp 2.300 – Rp 3 ribu
Dampak Kebijakan terhadap Harga Barang
Dengan adanya penambahan biaya layanan logistik, kemungkinan besar para pedagang akan melakukan penyesuaian harga jual. Hal ini menjadi keluhan bagi banyak pedagang online, termasuk akun @vivileonita yang mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kebijakan tersebut.
“Sebagai seller aku juga lagi adjust di kondisi ini karena disaat harga pokok penjualan (HPP) naik, sekarang ada tambahan cost yang perlu dihitung ulang,” kata Vivi dalam unggahannya, Kamis (9/4).
Vivi merasa beban semakin berat dengan kebijakan ini. Ia menilai bahwa kebijakan tersebut membuat pedagang ikut membayar sebagian ongkir untuk pembeli. “Lagi-lagi penyesuaian harga jual harus kita pertimbangkan. Karena ini lumayan signifikan, bukan lumayan signifikan, ini sangat signifikan penambahan biayanya. Jadi pertimbangan harga jual otomatis,” katanya.
Untuk menghadapi situasi ini, Vivi berencana meningkatkan efisiensi operasional toko agar tetap bisa mendapatkan keuntungan meskipun terdapat banyak penambahan biaya dan kenaikan HPP.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











