Perusahaan Perikanan di Malang Siap Menembus Pasar Internasional
PT Akademi Laut Selatan (ALS), sebuah Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang berada di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kini sedang mempersiapkan langkah besar untuk melebarkan sayapnya ke pasar internasional. Meski baru akan menginjak usia dua tahun pada Juni 2026 mendatang, perusahaan ini telah menunjukkan kemampuannya dengan memiliki modal kuat untuk ekspor.
Keseriusan PT ALS dalam merambah pasar luar negeri dibuktikan dengan diperolehnya sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sertifikat ini menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh perusahaan pengolahan ikan agar bisa masuk ke pasar global.
Penanggung Jawab Produksi PT ALS, Fairuz Abadi, menjelaskan bahwa sertifikat HACCP merupakan “paspor” wajib untuk menjamin keamanan pangan di tingkat internasional. “Untuk menembus pasar ekspor, sertifikat HACCP membuktikan bahwa kami telah menerapkan sistem manajemen risiko sebagaimana disyaratkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Saat ini, PT ALS telah memiliki empat kategori sertifikat HACCP, yaitu untuk ikan pelagis seperti tuna, cakalang, dan tongkol; ikan demersal seperti layur; lobster beku; dan lobster boil (lobster yang sudah dimasak). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki standar yang cukup tinggi dalam proses pengolahan ikan.
Yang menarik adalah, PT ALS mencatatkan sejarah baru sebagai perusahaan perikanan tangkap pertama di Kabupaten Malang yang memiliki izin ekspor. Bahkan, untuk produk Lobster Boil, PT ALS menjadi pionir di Jawa Timur yang bisa melakukan ekspor langsung.
Target pasar PT ALS tidak main-main. Beberapa negara di Asia tengah dalam tahap penjajakan serius untuk menjadi tujuan pengiriman hasil laut dari Malang Selatan. Direktur PT ALS, Neny F, menyebutkan beberapa permintaan yang sudah masuk, seperti Jepang yang meminta pasokan Lobster Boil, China yang tertarik pada Ikan Layur, Vietnam yang membutuhkan Ikan Lemadang atau Mahi-mahi, serta Brunei Darussalam yang meminta Ikan Kembung.
Selama ini, ada ironi di balik melimpahnya hasil laut Malang Selatan. Banyak ikan dari wilayah tersebut diekspor menggunakan dokumen dari daerah lain, seperti Surabaya, Banyuwangi, hingga Rembang. Neny berharap, dengan adanya PT ALS, rantai birokrasi tersebut bisa dipangkas sehingga ekspor bisa dilakukan langsung dari Bumi Kanjuruhan.
“Jika ekspor bisa diberangkatkan dari Kabupaten Malang sendiri, itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi juga meningkatkan hasil devisa ekspor bagi pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya penuh harap.
PT ALS memiliki gudang pendingin berkapasitas 250 ton dan mengolah sekitar 100 ton ikan per bulan untuk dijadikan fillet, ikan beku, dan produk siap konsumsi yang bersumber dari nelayan mitra di berbagai daerah. Tidak hanya itu, PT ALS juga memasok program kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Produk yang Dihasilkan PT ALS
- Fillet ikan
- Ikan beku
- Produk siap konsumsi
- Ikan pelagis (tuna, cakalang, tongkol)
- Ikan demersal (layur)
- Lobster beku
- Lobster boil (lobster yang sudah dimasak)
Negara Tujuan Ekspor
- Jepang
- China
- Vietnam
- Brunei Darussalam











