Gubernur Maluku Utara Tinjau Warga Terdampak Gempa Magnitudo 7,6
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, melakukan kunjungan ke warga terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, pada hari Sabtu (11/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di lokasi pengungsian.
Di lokasi pengungsian, Sherly Laos menyapa warga sekaligus berdialog untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mereka selama masa tanggap darurat. Kehadirannya disambut antusias oleh warga di beberapa titik pengungsian, termasuk di SMP Negeri 8 Ternate dan SMA Negeri 11 Batang Dua.
Gempa yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026, menyebabkan sekitar 200 rumah rusak dengan kategori ringan hingga berat. Sebanyak 2.349 warga terpaksa mengungsi dan tersebar di 30 titik pengungsian. Oleh karena itu, Sherly Laos menegaskan bahwa distribusi bantuan logistik terus dilakukan secara bertahap.
Hingga saat ini, kapal Basarnas telah tiga kali mengirim bantuan ke wilayah terdampak. “Sejak kejadian hingga sekarang sudah tiga kali pengiriman bantuan, hampir 200 kasur sudah didistribusikan namun masih kurang,” ujar Sherly Laos. Ia juga menambahkan bahwa hari ini ditambah 50 unit kasur, dan masih ada sekitar 100 unit lagi di Ternate. Total kebutuhan tambahan sekitar 250 kasur.
Bantuan yang Diberikan
Selain kasur, pemerintah juga menyalurkan 5 ton beras. Bantuan lainnya seperti gula, minyak goreng, mi instan, pakaian, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan bayi dan anak telah lebih dulu disalurkan. Tak hanya itu, bantuan juga datang dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berupa 500 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, dan gula. Paket tersebut saat ini berada di kantor kecamatan dan segera didistribusikan kepada warga.
Keterbatasan Fasilitas Dasar
Di sisi lain, Sherly Laos mengakui masih ada keterbatasan fasilitas dasar di lokasi pengungsian, terutama sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK). Saat ini, pengungsi masih memanfaatkan fasilitas sekolah yang dijadikan tempat penampungan sementara. Menurutnya, kondisi pengungsian belum ideal untuk ditempati dalam jangka panjang. Selain faktor kenyamanan, gempa susulan yang masih sering terjadi juga menimbulkan trauma bagi warga.
“Jika kondisi ini berlangsung lama, maka relokasi sementara perlu dipertimbangkan agar masyarakat bisa tinggal lebih aman dan nyaman,” ujarnya. Ia juga menyarankan warga khususnya yang memiliki anak sekolah untuk sementara waktu tinggal bersama kerabat di luar Batang Dua, memanfaatkan masa libur setelah ujian.
“Apalagi sebentar lagi libur sekolah. Mungkin bisa dimanfaatkan untuk tinggal sementara di tempat yang lebih aman, karena gempa susulan masih sering terjadi,” tambahnya.
Pemprov Maluku Utara Memastikan Penanganan Lebih Baik
Pemprov Maluku Utara memastikan akan terus mempercepat penanganan baik dari sisi logistik, fasilitas pengungsian hingga rencana pemulihan jangka menengah. Dengan langkah-langkah yang dilakukan, diharapkan kondisi warga terdampak dapat segera pulih dan kembali stabil.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











