Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Bisnis Burger Viral, Aldi Taher Dipuji Jago Marketing, Baca Al-Quran Rahasia Sukses

Kesuksesan Aldi’s Burger yang Viral dan Kebiasaan Mendekatkan Diri kepada Tuhan

Aldi Taher, pemilik bisnis kuliner Aldi’s Burger, kini menjadi sorotan utama di berbagai media. Meski banyak orang menganggapnya sebagai ahli pemasaran dengan gelar S3, ia justru menegaskan bahwa tidak ada strategi khusus yang dirancang secara akademis dalam membangun bisnisnya.

Menurut Aldi, ide-ide kreatif yang muncul selama perjalanan bisnisnya sering kali datang secara spontan. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi sumber inspirasi utamanya. “Bismillah, idenya dari efek baca Al-Qur’an. Saya juga nggak tahu, tiba-tiba ada ide ‘Aldi’s Burger coba mampir, rotinya lembut, dagingnya susu sapi pilihan’… itu ide dari baca Qur’an, kebaikan Allah,” ujarnya.

Strategi Pemasaran yang Unik dan Menarik Perhatian

Popularitas Aldi’s Burger meningkat pesat berkat strategi pemasaran yang unik dan sedikit “nyeleneh”. Salah satu jargon ikonik yang sukses mencuri perhatian publik adalah: “daging lembut juicy luicy, Mahalini, Rizky Febian bisa pesan online”. Kalimat tersebut berhasil memancing rasa penasaran dan membuat para pembeli rela antre berjam-jam demi mencicipi burger tersebut.

Meskipun saat ini bisnisnya sedang berada di puncak tren, Aldi’s Burger sempat diwarnai drama yang cukup menyita perhatian. Gerai tersebut sempat ramai diperbincangkan akibat insiden penyiraman air yang diduga dilakukan oleh tetangga di sekitar lokasi usaha.

Mengubah Krisis Menjadi Peluang

Alih-alih merasa terpuruk atau memicu konflik berkepanjangan, Aldi Taher justru menunjukkan kreativitasnya dalam mengelola krisis. Dengan gaya khasnya yang tak terduga, ia menyulap gerai tersebut menjadi destinasi kuliner baru dengan konsep unik yang ia namakan “Wahana Air Siraman Cinta”.

Strategi ini menuai banjir pujian dari berbagai pihak yang menyebutnya sebagai “S3 Marketing” kelas atas. Namun, saat dijumpai di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026), Aldi Taher justru menanggapi apresiasi tersebut dengan sikap yang rendah hati. “Pada bilang Aldi Taher S3 Marketing, nggak. Saya ini orang bodoh, saya nggak punya ilmu apa-apa,” ujar Aldi Taher.

Di Balik Kerja Keras Aldi Taher

Di balik keceriaannya di depan kamera, Aldi mengungkapkan bahwa penggerak utamanya dalam bekerja keras membangun bisnis bukanlah semata-mata untuk viral. Sebagai seorang penyintas kanker (cancer survivor), ia memiliki tanggung jawab besar untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

“Bismillah saya cuma minta rida ibu saya, rida ayah saya, istri, anak. Karena saya bekerja untuk mencari rezeki buat anak saya sekolah. Saya pejuang kanker, penyintas kanker,” tuturnya.

Aldi menekankan bahwa fokus hidupnya saat ini adalah mencari keberkahan. Ia percaya bahwa apa pun yang ia kerjakan, jika didasari oleh rida orang tua, maka jalan kesuksesan akan terbuka dengan sendirinya.

Dukungan dari Tokoh Penting

Kesuksesan Aldi dalam membangun UMKM yang jujur dan inspiratif ini pun mulai mendapat sorotan dari tokoh-tokoh penting. Salah satunya adalah dukungan dari Pramono Anung, yang disebut Aldi telah memberikan semangat untuk terus mengembangkan Aldi’s Burger.

“Alhamdulillah kemarin Pak Pramono Anung juga mendoakan, mendukung UMKM bertumbuh. Aldi’s Burger terus insyaallah meroket, laris manis, buka banyak cabang. Beliau bahkan mau kasih saya tempat nanti di Balai Kota untuk buat buka cabang,” ungkap Aldi penuh syukur.

Prinsip Hidup Aldi Taher

Menutup percakapan, Aldi kembali menegaskan prinsip hidupnya untuk selalu husnuzon atau berprasangka baik atas segala ujian yang datang. Baginya, baik itu pujian “S3 Marketing” maupun insiden disiram air oleh tetangga, semuanya dikembalikan kepada sang pencipta.

“Semuanya milik Allah tanpa terkecuali,” ucap Aldi dengan jargon khasnya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *