Wisata Bahari Botubarani Menarik Pengunjung dengan Kemunculan Lima Hiu Paus
Kemunculan lima hiu paus sekaligus di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, menjadi momen langka yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Fenomena ini terjadi pada Sabtu (4/4/2026), dan kawasan wisata bahari ini dipadati pengunjung sejak pagi hingga siang hari.
Cuaca cerah mendukung aktivitas wisata, meski kondisi laut sedikit berombak. Beragam cara dilakukan wisatawan untuk menikmati pengalaman ini. Sebagian memilih menggunakan perahu untuk mendekat ke lokasi kemunculan hiu paus, sementara lainnya mengabadikan momen dari udara menggunakan drone. Perahu kaca yang tersedia di lokasi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin melihat langsung dari atas permukaan laut.
Salah satu wisatawan, Alex Nugroho asal Surabaya, mengaku terkesan bisa melihat langsung hiu paus bersama keluarganya. “Ini pertama kali kami ke sini. Saya datang sama istri dan anak-anak. Bagus sih, istimewa. Lautnya juga bagus, biru,” ujarnya. Menurut Alex, pengalaman ini sengaja ia pilih untuk mengenalkan kekayaan laut Indonesia kepada anak-anaknya. “Saya pengen ngenalin ke anak-anak bahwa di Indonesia ada satwa besar seperti hiu paus ini. Saya tahunya yang terkenal ada di Gorontalo, jadi sekalian ke sini,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa informasi mengenai wisata ini ia dapatkan dari media sosial dan pemberitaan di internet, yang membuatnya semakin tertarik untuk datang langsung. Meski demikian, ia menilai fasilitas pendukung masih perlu ditingkatkan, terutama ketersediaan makanan dan minuman di lokasi wisata. “Tadi sempat pesan es kelapa muda tapi habis. Mungkin stoknya bisa ditambah, termasuk makanan ringan untuk anak-anak,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ardiansyah, wisatawan asal Sulawesi Tengah, yang datang bersama keluarga. Ia mengaku takjub melihat langsung hiu paus yang selama ini hanya ia lihat melalui media sosial. “Ini pertama kali saya ke sini. Ternyata memang bagus sekali. Lautnya jernih, biru, dan bisa lihat hiu paus langsung,” katanya. Menurutnya, keindahan alam yang masih terjaga menjadi nilai utama dari destinasi ini. “Yang paling menarik itu alamnya masih alami. Lautnya bersih, ini yang bikin betah,” tambahnya.
Potensi Wisata Bahari yang Besar
Pengelola wisata Hiu Paus Botubarani, Rasyid Haipi, menyebut kemunculan lima hiu paus dalam satu hari menjadi daya tarik besar bagi wisatawan. “Alhamdulillah hari ini ada lima ekor yang muncul. Ini tentu menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa fenomena kemunculan hiu paus di kawasan ini telah berlangsung sejak 2016 dan kini menjadi ikon wisata Gorontalo.
“Kami juga terus mengingatkan pengunjung untuk mematuhi aturan, seperti tidak menyentuh hiu paus, menjaga jarak, dan tidak menggunakan lampu blitz saat memotret,” jelasnya. Secara geografis, lokasi wisata ini cukup strategis. Dari Pelabuhan Ferry Gorontalo hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan menit perjalanan. Sementara dari Bandara Djalaluddin Gorontalo, jaraknya sekitar 47,4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.
Keunikan Hiu Paus
Diketahui, hiu paus (Rhincodon typus) merupakan ikan terbesar di dunia dengan panjang tubuh bisa mencapai lebih dari 12 meter. Meski berukuran raksasa, satwa ini tergolong jinak karena hanya memakan plankton, krill, dan ikan kecil. Keberadaan wisata berbasis konservasi ini tidak hanya menjadi magnet pariwisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian laut.











