Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Penuh Haru, Pelepasan Prajurit Yonif 514 ke Lebanon

Ratusan Prajurit Yonif 514 Raider Dilepas untuk Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Pada hari Sabtu (4/4/2026) pagi, ratusan prajurit dari Yonif 514 Raider dilepas dalam upacara pelepasan yang penuh haru. Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan Yonif 514, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Para prajurit akan bergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL yang bertugas di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Meski telah dilepas secara resmi, para prajurit belum langsung diberangkatkan ke Lebanon. Mereka terlebih dahulu akan menjalani Pre-Deployment Training (PDT) di Bogor sebagai tahap akhir persiapan sebelum menjalankan tugas internasional tersebut. Upacara pelepasan ini menunjukkan antusiasme dan dukungan dari keluarga serta rekan-rekan prajurit.

Suasana Haru Saat Pelepasan

Suasana pelepasan diwarnai pelukan hangat antara prajurit dan keluarga. Sejumlah istri dan anak terlihat menahan air mata saat mengantar anggota keluarga mereka yang akan bertugas jauh dari tanah air. Beberapa keluarga memilih mengabadikan momen dengan berfoto bersama, sementara yang lain larut dalam pelukan perpisahan.

Para prajurit dijadwalkan langsung diberangkatkan ke Lebanon setelah mengikuti PDT di Bogor. Proses ini merupakan bagian penting dari persiapan sebelum tugas resmi dimulai.

Pengalaman Keluarga yang Sering Ditinggal Tugas

Salah satu yang hadir dalam pelepasan tersebut adalah Apriliana Setyawan, istri salah satu prajurit. Ia datang bersama dua anaknya untuk menyaksikan upacara dari kejauhan. Apriliana terlihat memeluk anak keduanya yang berusia dua tahun yang tertidur pulas. Sementara anak pertamanya yang berusia lima tahun sesekali bertanya tentang keberadaan ayahnya.

“Mana Papa, Ma?” tanya sang anak.

Bagi Apriliana, kepergian suaminya menjalankan tugas bukan hal baru. Sejak 2016, suaminya telah beberapa kali ditugaskan ke berbagai daerah. “Sudah lima kali ditinggal tugas suami saya sejak 2016,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya sang suami pernah bertugas di Atambua, Ambon, serta dua kali di Papua, sebelum kini mendapat penugasan ke Lebanon.

Ikhlas Meski Khawatir

Apriliana mengaku ikhlas dengan tugas yang diemban suaminya sebagai prajurit. Namun, ia tidak menampik adanya rasa khawatir, terutama karena situasi keamanan di Lebanon yang kerap menjadi sorotan. Kondisi keluarga mereka juga membuat perpisahan kali ini terasa lebih berat. Kedua orang tua serta mertua Apriliana telah meninggal dunia.

“Jadi benar-benar kami ini berdua saja. Tidak ada siapa-siapa lagi,” ungkap perempuan asal Tuban tersebut.

Sebelum keberangkatan, para prajurit bersama keluarga telah menggelar doa bersama agar seluruh anggota satgas diberi keselamatan selama menjalankan tugas. Apriliana berharap suaminya selalu diberi kesehatan dan perlindungan.

“Doa saya, semoga saya dikuatkan dan dia disehatkan,” katanya haru.

Menjaga Mental Selama Suami Bertugas

Apriliana mengakui tidak ada istri prajurit yang benar-benar terbiasa hidup berjauhan dengan suami. Terlebih, kedua anaknya baru saja pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan akibat operasi amandel dan infeksi pencernaan. Meski demikian, ia berusaha tetap tegar menjalani peran sebagai ibu sekaligus kepala keluarga sementara.

Selama suaminya bertugas, ia berencana tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Ia bahkan berusaha menghindari membaca berita yang berpotensi menimbulkan kecemasan. Menurutnya, hal tersebut penting agar ia tetap fokus mengasuh kedua anaknya.

Beruntung, para istri prajurit di batalyon memiliki berbagai kegiatan bersama yang dapat mengisi waktu. “Kami ada kegiatan jadi tidak bosan. Ada olahraga dan juga pengajian,” tambahnya.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *