Penumpang Kereta Api Diarahkan ke Bus Akibat Gangguan Perjalanan
Di Stasiun Cirebon, para penumpang yang baru saja turun dari kereta api langsung diarahkan menuju deretan bus yang telah menunggu. Perubahan moda transportasi ini terjadi karena adanya gangguan pada perjalanan kereta api, sehingga sejumlah penumpang harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus.
Pantauan di lokasi, Senin (6/4/2026) malam, menunjukkan suasana yang cukup sibuk. Sejumlah bus pariwisata berwarna merah-hitam terparkir rapi, dengan kru yang mulai membuka bagasi dan bersiap menerima barang bawaan penumpang. Petugas keamanan terlihat berjaga sambil memeriksa tiket dan mengarahkan penumpang ke bus sesuai tujuan mereka.
Di tengah hiruk pikuk tersebut, terdengar petugas menyebutkan rute keberangkatan seperti Kebumen dan Kutoarjo. Satu per satu penumpang yang baru turun dari kereta langsung berjalan menuju bus, sebagian membawa koper besar yang kemudian dimasukkan ke bagasi oleh kru. Antrean mulai terbentuk di pintu bus, dan dengan pengawasan petugas, penumpang naik secara bergiliran.
Lampu bus yang menyala terang, ditambah aksen lampu biru di bagian eksterior bertuliskan “Premium Coach”, menandakan kesiapan armada untuk segera berangkat. Di dalam bus, suasana terlihat lebih tenang. Kursi merah yang tertata rapi mulai terisi, sementara kru membantu penumpang menata barang bawaan di rak atas kabin.
Salah satu penumpang, Hartono (43), mengaku tak menyangka perjalanannya harus berubah di tengah jalan. Ia yang berangkat dari Bekasi dengan tujuan akhir Purwokerto, harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus dari Cirebon.
“Ke Purwokerto,” ujar Hartono singkat, saat ditemui di Stasiun Cirebon, Senin (6/4/2026). Saat ditanya soal rencana awal perjalanan, Hartono menjelaskan seharusnya ia tiba di tujuan pada malam hari menggunakan kereta. “Kalau sampai Purwokerto sih jam 8 (malam),” ucapnya. Namun, rencana itu berubah. Ia pun mengonfirmasi pengalihan moda transportasi yang dialaminya. “Iya,” kata dia, saat ditanya apakah dialihkan menggunakan bus. Meski demikian, Hartono mengaku tidak perlu menunggu lama setelah turun dari kereta. “Ini baru… baru turun dari kereta,” katanya.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menjelaskan bahwa pengalihan penumpang ke bus merupakan bagian dari upaya pelayanan agar penumpang tetap sampai ke tujuan. “Untuk hari ini, total ada 10 unit bus yang kami siapkan. Rinciannya adalah 6 unit bus Bhinneka dan 4 unit bus Sahabat,” ucap Muhibbuddin. Ia menambahkan, bus-bus tersebut melayani sejumlah rute tujuan. “Tujuannya mencakup wilayah Purwokerto, Kutoarjo dan Kebumen,” kata dia. Menurutnya, skema ini memang dikhususkan bagi penumpang yang terdampak gangguan perjalanan kereta. “Betul, ini adalah bentuk kompensasi dan pelayanan kami untuk memastikan seluruh penumpang tetap bisa sampai ke kota tujuan masing-masing dengan aman,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, gangguan perjalanan ini merupakan imbas anjloknya KA Bangunkarta di wilayah Bumiayu, Jawa Tengah. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api terganggu, mulai dari keterlambatan hingga pembatalan. Sebagai langkah antisipasi, KAI menerapkan skema pengalihan moda transportasi, termasuk dari kereta ke bus, khususnya bagi penumpang dengan tujuan wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Di tengah kondisi tak menentu itu, pemandangan di Stasiun Cirebon menjadi potret adaptasi cepat. Penumpang yang semula berharap tiba di tujuan dengan kereta, kini harus melanjutkan perjalanan melalui jalur darat. Bagi sebagian orang seperti Hartono, perjalanan ini mungkin berubah rute. Namun satu hal yang pasti, tujuan tetap sama, sampai dengan selamat.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











