Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Jejak Karier Kawendra Lukistian yang Laporkan Said Didu Soal EO Terkait Korupsi

Peran Industri Event Organizer dalam Perekonomian Nasional

Kawendra Lukistian, anggota Komisi VI DPR RI, berencana melaporkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu akibat pernyataannya yang menyebut industri event organizer (EO) sebagai sarang korupsi. Pernyataan tersebut dinilai oleh Kawendra sebagai logika yang sesat dan berpotensi merusak citra industri kreatif di Tanah Air.

Said Didu mengusulkan penghapusan penggunaan EO di seluruh instansi pemerintah untuk efisiensi anggaran. Ia menilai bahwa penggunaan EO berpotensi korupsi dan memakan biaya besar. Menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan berbasis EO mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Namun, pernyataan ini dinilai oleh Kawendra sebagai tidak objektif dan tidak mempertimbangkan kontribusi nyata industri EO terhadap perekonomian nasional.

Kontribusi Industri EO terhadap Ekonomi Bangsa

Industri Event Organizer (EO) bukan hanya sekadar penyelenggara acara, tetapi juga menjadi salah satu sektor utama yang menggerakkan ekonomi bangsa. Kawendra Lukistian menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif, termasuk EO, merupakan tulang punggung penciptaan lapangan kerja baru sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan data yang ia miliki, industri EO memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp128 triliun. Selain itu, sektor ini melibatkan lebih dari 14.800 UMKM, lebih dari 270 ribu pekerja event profesional, serta jutaan pekerja lepas (freelancer). Dengan demikian, industri EO bukanlah beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif yang riil.

Pentingnya Melindungi Industri Kreatif

Kawendra menilai bahwa narasi negatif yang menyudutkan industri EO secara menyeluruh bisa berdampak buruk bagi jutaan pekerja kreatif yang menggantungkan hidup di sektor tersebut. Ia menekankan bahwa pesan Presiden Prabowo sangat jelas, yakni negara harus hadir melindungi sektor-sektor produktif yang membuka lapangan pekerjaan dan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

Oleh karena itu, industri EO harus dijaga martabatnya dan tidak dilemahkan dengan stigma negatif. Untuk menjaga marwah para pelaku ekonomi kreatif, Kawendra pun mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum. Ia akan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan isu ini secara perdata.

Profil Kawendra Lukistian

Kawendra Lukistian lahir pada 7 Februari 1988. Selain menjadi anggota DPR RI, ia juga seorang pengusaha, komposer, penulis lagu, dan aktivis. Kawendra menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila dan kemudian meraih gelar magister dari Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

Dalam karier bermusiknya, Kawendra mulai aktif sejak tahun 2004 saat mengikuti kompetisi Lomba Cipta Lagu Religi tingkat nasional dengan lagu “Dalam Sunyi” yang meraih juara pertama dan dipopulerkan oleh Bebi Romeo. Ia juga dikenal sebagai pencipta lagu populer seperti “Padamu Kubersujud” yang dipopulerkan Afgan Syahreza, serta menulis lagu untuk sejumlah artis Indonesia dan internasional.

Kawendra juga aktif sebagai komposer dan produser musik. Dalam dunia politik, ia memulai kiprahnya sebagai relawan pemenangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Setelah itu, ia bergabung dengan Partai Gerindra dan aktif dalam berbagai gerakan pendukung seperti Sahabat Sandiaga Uno (SSU).

Ia menjadi juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pemilu Presiden 2019. Saat ini, Kawendra menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Partai Gerindra dan aktif sebagai Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GeKrafs).

Selain itu, Kawendra juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan dikenal sebagai pengusaha serta penggagas di bidang ekonomi kreatif. Ia terkenal vokal dalam berbagai isu, termasuk meminta Kepala BP Batam mundur terkait ketidakhadiran dalam rapat resmi DPR.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *