Penjelasan Ferdinand Hutahaean Mengenai Kenaikan Harga BBM
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ferdinand Hutahaean, menyoroti pernyataan Jusuf Kalla terkait wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai dapat menekan konsumsi masyarakat. Dalam pernyataannya kepada awak media, Jusuf Kalla menyebut bahwa kenaikan harga akan secara otomatis mengurangi penggunaan BBM. Pernyataan itu kemudian menuai respons dari berbagai pihak, termasuk Ferdinand.
Ferdinand menilai, pernyataan tersebut bukan sekadar pandangan ekonomi, melainkan bisa menjadi bagian dari skenario politik yang berpotensi merugikan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia bahkan menyebut adanya “jebakan” yang dapat memicu sentimen publik apabila kebijakan kenaikan BBM benar-benar diambil. Menurutnya, jika harga BBM dinaikkan, masyarakat berpotensi bereaksi keras dan memicu gelombang protes. Situasi tersebut, kata Ferdinand, bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan posisi Prabowo di mata publik.
“Itu lah jebakan yang dibuat oleh Jusuf Kalla terhadap Prabowo Subianto. Jusuf Kalla berharap Prabowo akan menaikkan harga BBM dan momen itu akan dijadikan sebagai momentum serangan kepada Prabowo Subianto,” katanya seperti dikutip dari Instagram Ferdinand Hutahaean. Ferdinand melanjutkan kebijakan kenaikan harga BBM berpotensi memicu kemarahan publik yang kemudian dapat berkembang menjadi aksi demonstrasi besar-besaran. Ia juga menyebut, situasi tersebut dikhawatirkan dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang berharap tekanan publik bisa melemahkan posisi Prabowo Subianto.
“Masyarakat tentu akan marah, mengorganisir kekuatan untuk melakukan demo besar-besaran kepada Prabowo dan mereka berharap Prabowo akan digulingkan oleh masyarakat,” katanya.
Kritik terhadap Kebijakan WFH
Sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyampaikan kritik terhadap kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut sebelumnya diberlakukan setiap hari Jumat sebagai upaya penghematan energi di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Menurut JK, tujuan penghematan BBM melalui WFH tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai, meskipun mobilitas pegawai berkurang, penggunaan energi di gedung perkantoran tetap berlangsung. Konsumsi listrik untuk operasional seperti pendingin ruangan, pencahayaan, hingga perangkat kerja masih bergantung pada pembangkit listrik, termasuk yang berbasis batu bara. Selain itu, JK juga menyoroti potensi penurunan produktivitas ASN akibat kebijakan tersebut.
Dalam situasi yang penuh tantangan, ia justru menilai kinerja aparatur negara seharusnya ditingkatkan, bukan berkurang. Kata JK, WFH justru bisa berpotensi membuat ASN tidak bekerja. Ia mengingatkan pelayanan publik bisa terdampak apabila efektivitas kerja menurun.
Dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu (1/4/2026), JK mengakui kebijakan WFH memang memiliki sisi positif, terutama dalam mengurangi penggunaan BBM oleh pegawai. Namun, ia menilai dampak negatif terhadap kinerja dan pelayanan publik perlu menjadi perhatian serius, terlebih ketika sektor usaha juga membutuhkan dukungan dari pemerintah.
“Ada efektifnya, yaitu menghemat bahan bakar bagi pegawai. Tetapi efeknya, mereka tidak kerja. Itu layanan pemerintah besar sekali, apalagi kalau masih diminta pengusaha lagi, bagaimana penjualan, bagimana produksi. Itu mahal sekali akibatnya,” kata JK di Jakarta.
Alternatif Solusi Kenaikan Harga BBM
Sebagai alternatif, JK mengusulkan pendekatan yang pernah diterapkan pada masa lalu, yakni penyesuaian harga BBM. Ia merujuk pada kebijakan pada periode 2005–2006, di mana kenaikan harga bahan bakar dinilai efektif menekan konsumsi secara langsung.
“Kalau mau seperti dulu yang kita lakukan, tahun 2005-2006, naikan harga,” ujar JK. Menurutnya, mekanisme harga akan mendorong masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan BBM. Dengan demikian, pengurangan konsumsi bisa terjadi secara alami tanpa harus mengurangi produktivitas kerja.
“Kalau harga naik, otomatis orang mengurangi pemakaian BBM, bisa mengurangi setengah pemakaian,” kata JK.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











