Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Irak Dukung Iran Lawan AS-Israel, Mojtaba Khamenei Beri Apresiasi

Perang AS-Israel Meluas, Iran Merespons dengan Aksi Balasan

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran semakin memanas sejak pecah pada 28 Februari 2026 lalu. Iran, yang menjadi korban serangan pertama, langsung melakukan aksi balasan dengan menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Dukungan terhadap Iran juga datang dari berbagai pihak, termasuk para ulama Irak dan rakyat negara tersebut.

Para ulama terkemuka di Irak memberikan dukungan kuat terhadap Iran dalam menghadapi perang agresi AS-Israel. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan apresiasi atas dukungan ini. Dalam pesan yang dikirimkan kepada Kepala Dewan Tertinggi Islam Irak, Shaikh Humam Hamoudi, Mojtaba mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Pesan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Baghdad, Mohammad Kazem Ale Sadeq, pada Minggu (29/3/2026).

Di sisi lain, Ayatollah Sayyed Ali al-Sistani, salah satu ulama Muslim Syiah terkemuka di Irak, mengutuk perang AS-Israel melawan Iran. Ia menyerukan seluruh Muslim dan pencinta kebebasan di dunia untuk mengutuk perang tersebut serta menunjukkan solidaritas kepada bangsa-bangsa tertindas di Iran dan Lebanon. Ayatollah Sistani juga berharap negara-negara Muslim serta negara berpengaruh global lainnya dapat membantu menghentikan agresi tersebut, karena banyak nyawa tak bersalah yang menjadi korban.

Meski demikian, belum ada informasi lengkap mengenai isi pesan Mojtaba Khamenei terhadap Irak. Sejak tiga minggu lalu, ia tidak terlihat atau terdengar di hadapan publik. Informasi ini muncul setelah ia dilaporkan terluka dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, almarhum Ayatollah Ali Khamenei, serta istri dan putranya pada hari pertama perang.

Mojtaba Khamenei Dilaporkan Dirawat di Rusia

Mojtaba Khamenei dikabarkan dipindahkan ke Rusia untuk menjalani perawatan medis setelah terluka parah dalam serangan udara AS-Israel. Menurut laporan surat kabar Kuwait, Al-Jarida, ia dipindahkan ke Moskow setelah Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi menawarkan perawatan medis kepada Khamenei dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Khamenei disebut diterbangkan ke Moskow menggunakan pesawat militer Rusia pada Kamis (12/3/2026), setelah berbicara dengan Putin.

Namun, Rusia menolak untuk mengonfirmasi maupun membantah laporan tersebut. Sekretaris pers kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa “Kami tidak pernah mengomentari laporan seperti itu.” Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menyebut laporan mengenai Mojtaba Khamenei yang menjalani perawatan atas luka-lukanya sebagai “perang psikologis”. Ia menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa para pemimpin Iran tidak perlu melarikan diri dan bersembunyi di tempat perlindungan; tempat mereka adalah di jalanan bersama rakyat.

Kondisi Mojtaba Khamenei

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Mojtaba Khamenei memang terluka akibat serangan AS-Israel, tetapi dilaporkan berada dalam kondisi baik. Ia disebut mengalami cedera di kaki, lengan, dan tangan. Baru-baru ini, sebuah rekaman audio yang bocor juga mengklaim bahwa Khamenei selamat karena keluar dari rumah beberapa saat sebelum rudal AS menghantam kediamannya. Dalam laporan tersebut, ia disebut hanya mengalami cedera ringan di kaki, sementara istrinya, Zahra Haddad-Adel, dan putra mereka tewas seketika, menurut laporan The Telegraph.

Di sisi lain, laporan dari Amerika Serikat mengklaim bahwa pemimpin Iran tersebut mengalami kecacatan akibat serangan itu.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei, yang berusia 56 tahun, merupakan putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei. Ia dikenal memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Meskipun bukan ulama berpangkat tinggi, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi dan tidak memiliki peran formal dalam rezim tersebut. Namun, ia diyakini memiliki pengaruh besar di balik layar. Mojtaba pernah bertugas di angkatan bersenjata Iran selama perang Iran–Irak.

Meskipun kemungkinan terdapat penolakan terhadap pemilihannya, mengingat prinsip-prinsip Syiah, banyak petinggi Iran juga telah dinetralisir dalam serangan terhadap negara tersebut.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *