Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Profil Juwono Sudarsono, Mantan Menhan RI yang Meninggal

Profil Juwono Sudarsono, Negarawan Senior yang Meninggalkan Jejak Panjang

Kabar duka atas wafatnya mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Juwono Sudarsono, menjadi sorotan publik. Ia meninggal dunia pada usia 84 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, sekitar pukul 13.45 WIB. Kepergian tokoh nasional ini meninggalkan jejak panjang dalam sejarah pemerintahan, pertahanan, diplomasi, dan dunia akademik Indonesia.

Juwono Sudarsono dikenal sebagai Menteri Pertahanan pertama dari kalangan sipil, sebuah tonggak penting dalam era reformasi. Selain itu, ia juga dijuluki “menteri empat presiden” karena pernah mengabdi di sejumlah era pemerintahan berbeda.

Kehadiran Juwono Sudarsono dalam Sejarah Indonesia

Kepergian Juwono Sudarsono menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, mengingat perannya yang sangat penting dalam reformasi sektor pertahanan dan kebijakan strategis nasional. Kabar wafatnya dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Juwono Sudarsono lahir di Ciamis, Jawa Barat. Meskipun terdapat perbedaan data tahun kelahiran, yaitu 5 Maret 1942, ia tetap dikenal sebagai tokoh senior bangsa yang memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan dan dunia akademik.

Sejak awal kariernya, Juwono Sudarsono identik dengan bidang pertahanan, hubungan internasional, dan kebijakan publik. Ia dikenal sebagai sosok profesional yang berpengaruh besar dalam penguatan tata kelola pertahanan Indonesia.

Peran sebagai Menteri Pertahanan Pertama dari Kalangan Sipil

Salah satu hal paling menonjol dalam perjalanan karier Juwono Sudarsono adalah statusnya sebagai Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil. Sebelum Juwono menjabat, kursi Menteri Pertahanan selama sekitar 40 tahun, sejak 1959 hingga 1999, selalu diisi tokoh berlatar belakang militer.

Kehadiran Juwono menjadi simbol penting dalam reformasi sektor pertahanan Indonesia. Ia dianggap berperan dalam memperkuat kontrol sipil terhadap militer, sebuah langkah krusial dalam masa transisi demokrasi pasca-Orde Baru.

Kiprah Diplomatik yang Mengesankan

Selain peran sebagai Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono juga memiliki kiprah diplomatik yang mengesankan. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Inggris pada periode 2001–2004. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang memperkuat posisinya sebagai tokoh strategis dalam urusan ketahanan negara.

Julukan “Menteri Empat Presiden”

Julukan “menteri empat presiden” melekat kuat pada Juwono Sudarsono karena ia pernah mengabdi di era Presiden Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Julukan itu menunjukkan betapa panjang dan luas kepercayaan negara terhadap kapasitasnya.

Berikut jabatan strategis yang pernah dipegang Juwono Sudarsono:

  • Menteri Negara Lingkungan Hidup (1997–1998) pada Kabinet Pembangunan VII era Presiden Soeharto
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1998–1999) pada era Presiden BJ Habibie
  • Menteri Pertahanan (1999–2000) pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  • Menteri Pertahanan (2004–2009) pada Kabinet Indonesia Bersatu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Pada masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pertahanan disusun dan diajukan ke DPR. Beberapa di antaranya meliputi RUU Komponen Cadangan, RUU Keamanan Nasional, RUU Rahasia Negara, RUU Peradilan Militer, dan RUU Veteran.

Kiprah di Dunia Akademik

Selain dikenal sebagai pejabat negara, Juwono Sudarsono juga terjun di dunia akademik. Ia tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI). Tak hanya di dalam negeri, Juwono juga pernah menjadi Guru Besar Tamu di Columbia University, New York, Amerika Serikat. Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan FISIP UI.

Rencana Pemakaman

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka kawasan Pondok Indah, Jakarta. Disebutkan pula jenazah akan disemayamkan pada Minggu (29/3/2026) mulai pukul 09.00 WIB. Setelah itu, almarhum direncanakan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Itulah profil Juwono Sudarsono yang menggambarkan sosok negarawan senior yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah modern Indonesia. Kepergian Juwono Sudarsono menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *