Elnusa Siap Jadi Operator Hulu Migas Berbiaya Rendah
PT Elnusa Tbk (ELSA) berkomitmen untuk menjadi operator hulu migas berbiaya rendah kelas dunia dalam menghadapi tantangan industri migas pada tahun 2026. Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa perusahaan akan fokus menggarap lapangan marginal yang membutuhkan penanganan khusus melalui efisiensi berbasis teknologi. Strategi ini sekaligus merespons volatilitas harga minyak dunia, dinamika geopolitik, serta mendukung target pemerintah dalam mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFPD).
“Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15% sampai 20%, bahkan 25% lebih efisien daripada kegiatan operasi migas saat ini,” ujarnya dalam wawancara khusus yang disiarkan YouTube bertajuk Bongkar Tuntas Hulu Migas Bersama Elnusa di Jakarta.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Elnusa menetapkan tema besar tahun 2026 yaitu Rediscover Technology and Innovation Age. Fokus utamanya adalah mengubah tantangan lapangan migas yang menua (mature fields) dan berisiko tinggi menjadi peluang melalui inovasi teknologi yang lebih lincah dan adaptif (agile). Lebih luas lagi, tema tersebut adalah tentang Mindset. Elnusa tidak hanya menciptakan atau menerapkan teknologi baru tetapi menciptakan ekosistem di mana setiap karyawan berpikir: “Bagaimana cara melakukan pekerjaan ini dengan lebih cepat, lebih aman, dan lebih murah menggunakan alat yang kita punya?”
Peran Elnusa di Sektor Hulu
Peran Elnusa di sektor hulu mencakup ekosistem yang luas, mulai dari layanan geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan existing. Elnusa juga terus memperkuat sinergi di internal Pertamina Group, termasuk kolaborasi dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina TI&I dalam pengembangan teknologi seperti vibroseis EOR serta alat inline inspection (ILI) untuk mengecek keandalan pipa migas nasional sepanjang 21.000 km.
“Alat ini (ILI) bisa dipakai untuk pengecekan awal sehingga kita mengetahui kapan sebenarnya harus ada maintenance dan lain-lain sebelum terjadi kebocoran,” kata Litta.

Performa Keuangan yang Solid
Sejalan dengan rencana ekspansi teknologi, Elnusa mencatatkan performa keuangan yang solid pada tahun buku 2025. Pendapatan usaha Elnusa mencapai Rp14,5 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan, EBITDA sebesar Rp1,5 triliun, serta laba bersih Rp718 miliar dengan arus kas operasi mencapai Rp1,7 triliun. Kinerja ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Pencapaian ini didukung oleh portofolio bisnis Elnusa yang terdiversifikasi di tiga segmen utama, yaitu Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi & konstruksi, marine vessel & barge, hingga layanan distribusi energi.
Pertumbuhan di Segmen Distribusi Energi
Pada segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, Elnusa juga mencatat pertumbuhan volume angkutan BBM lebih dari 22% secara tahunan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah operasional. Perseroan juga terus memperluas layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.
Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga mendorong diversifikasi portofolio usaha, antara lain melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas seperti batubara serta pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke pasar internasional, termasuk proyek pengiriman ke Aljazair melalui kerja sama dengan mitra strategis.
Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari penerapan prinsip operational excellence dan integrasi end-to-end di seluruh lini bisnis. “Kami akan terus meng-upgrade teknologi agar dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi pencapaian target produksi nasional dan menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan,” katanya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











