Pertemuan Kebarruan di Makassar: Konsolidasi Budaya dan Kolaborasi Pemerintahan
Pertemuan besar antara warga asal Kabupaten Barru dari berbagai daerah se-Indonesia digelar di Hotel Aryaduta, Makassar, pada Selasa, 24 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh ratusan tokoh dan para pemimpin yang hadir sejak pagi hingga malam hari. Mereka mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) VIII Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB) serta acara halalbihalal yang menjadi momen pertama setelah Lebaran 1447H/2026M.
Acara pembukaan dihadiri oleh tiga kepala daerah, yaitu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, dan Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang. Di antara peserta juga hadir tokoh nasional asal Barru, HM Aksa Mahmud, yang berbincang akrab dengan sesepuh dan tokoh lainnya. Percakapan mereka mencakup isu-isu strategis seperti peran diaspora Barru dalam pembangunan daerah dan kontribusinya di tingkat nasional.
Pertemuan ini bukan hanya sekadar temu kangen, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi kultural untuk memperkuat ikatan kekeluargaan, nilai-nilai kebarruan, serta semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Barru.
Mubes VIII: Peran Kepemimpinan dalam Pembangunan
Dalam pidatonya, Aksa Mahmud, sebagai Ketua Dewan Pembina KKDB, menekankan pentingnya kepemimpinan baik di perusahaan maupun pemerintahan. Ia menegaskan bahwa untuk mencapai kepemimpinan maksimal, pendidikan berkualitas sangat diperlukan. Bahkan, ia menyatakan bahwa belajar sampai ke negeri Iran adalah sebuah simbol kesungguhan dalam mencari ilmu.
“Saya kira tak lama lagi Timur Tengah akan bersatu kepemimpinan Iran. Kita doakan Iran menang,” kata Aksa Mahmud. Menurutnya, Iran kini menjadi pemimpin Timur Tengah dan perlawanan Muslim se-dunia.
Aksa juga bercerita tentang 22 perusahaan besar di Sulawesi era awal kemerdekaan hingga awal Orde Baru. Dari 22 pengusaha tersebut, hanya satu yang berhasil, yaitu Haji Kalla, karena ia mempersiapkan calon penggantinya. Sementara 21 pengusaha lainnya gagal karena tidak memiliki pewaris.
Oleh karena itu, Aksa mengingatkan pentingnya mendirikan sekolah internasional Barru untuk membantu generasi muda dalam memperoleh pendidikan berkualitas.
Laporan dan Pengakuan Kepemimpinan
Ketua Panitia Mubes VIII KKDB Dr Ir Tahir Burhan MSc melaporkan kegiatan Amaliah Ramadhan KKDB. Jumlah peserta yang hadir mencapai 200 orang, termasuk dari DKI Jakarta, Papua, Kalimantan, dan seluruh Indonesia. Ketua KKDB Barru, HM Yasin Azis SE, menyebut Tahir Burhan sebagai calon penggantinya menjadi Ketua Umum DPP KKDB.
Aksa Mahmud meminta Tahir Burhan lebih hebat daripada Yasin Azis dalam memimpin KKDB. Hal ini menunjukkan komitmen terhadap pengembangan organisasi dan kepemimpinan yang lebih baik.
Kepatuhan dan Hubungan Antara Kepala Daerah
Andi Ina Kartika Sari, Bupati Barru, menegaskan posisinya sebagai yunior Appi. Meski sama-sama kepala daerah dan politisi Golkar, serta calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Andi Ina menyatakan masih tertib dan patuh sebagai yunior Appi di Fakultas Hukum Unhas.
“Saya terlambat datang ke sini, Om, karena tadi malam saya temani beliau Wali Kota Makassar. Hampir jam dua dinihari baru kami berpisah. Jam tiga baru ada WA-nya Pak Walikota,” ujar Andi Ina. Pengakuan ini mendapat senyum dari dosen keduanya, Prof Dr Said Karim.
Konsep Barru Corner dan Kolaborasi Wisata
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak Pemerintah Kabupaten Barru untuk membangun kolaborasi konkret melalui penyelenggaraan event bersama maupun pembentukan corner promosi wisata. “Cari tempat paling baik, paling strategis di Makassar untuk kita bangun Barru Corner,” ujar Appi.
Konsep ini bertujuan menjadi jembatan yang menghubungkan aktivitas di Makassar dengan destinasi wisata di Barru. “Kita bisa bikin event atau corner promosi wisata. Kegiatannya dilaksanakan di Makassar, sementara kunjungan wisatanya diarahkan ke Kabupaten Barru,” saran Appi.
Menurut Munafri, keberadaan corner wisata tidak hanya menjadi etalase promosi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan potensi daerah dengan pasar wisata yang lebih luas. Melalui konsep ini, setiap daerah dapat memperkenalkan identitas dan keunggulannya secara terpadu di Makassar sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur.
Tokoh-Tokoh yang Hadir dalam Acara
Beberapa tokoh yang hadir dalam acara ini antara lain:
* Ketua Dewan Pembina KKDB, HM Aksa Mahmud
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari
Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang
Ketua DPRD Barru, Syamsuddin Muhiddin
Direktur Umum PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin
Ketua Umum DPP KKDB HM Yasin Azis
Prof Dr dr Hasanuddin Tahir
Prof Dr Said A Karim
Prof Dr Nurdin Noni
Prof Dr Syarifuddin Wahid
Prof Dr Syaharuddin Kaseng
Prof Dr A Rahman Getteng
Prof Dr Mas’ud Muhammadiyah
Dr Andi Yusran Paris
Mantan Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani
Anggota DPR RI 2014-2024, HM Aras
Dokter Basir Palu
GM Aryaduta, Erwin Arsyad
Abdul Halim Muharram
Ketua Panitia Mubes VIII KKDB Dr Ir Tahir Burhan MSc
Sekjen DPP KKDB Prof Dr Mashur Razak SE MM
Kesbangpol Kota Makassar, Dr Ir Faturrahim A Rahman
* Kepala BPBD Kota Makassar, M Fadli.











