Pengalaman Buruk Tumari Saat Mudik Lebaran 2026
Seorang pria bernama Tumari menjadi viral di berbagai platform media sosial setelah mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat mudik Lebaran 2026. Peristiwa ini terjadi ketika ia menggunakan Bus Murni Jaya dari Terminal Poris Plawad menuju Banyumas, Jawa Tengah. Meski telah membayar tiket seharga Rp 420.000, Tumari hanya mendapatkan kursi plastik sebagai tempat duduk selama perjalanan.
Peristiwa bermula ketika Tumari merencanakan mudik pada libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia membeli tiket melalui agen Murni Jaya di Terminal Poris Plawad. Petugas loket bernama Harjo memproses pembelian tiket tersebut tanpa ada kecurigaan apapun. Tumari tidak menaruh kecurigaan karena sudah sering berhubungan dengan Harjo dalam pemesanan bus untuk mudik.
Saat hari keberangkatan tiba, Tumari bertemu kembali dengan Harjo untuk menerima tiket yang telah dicetak. Ia lalu masuk ke dalam Bus Murni Jaya yang telah tersedia. Di dalam bus, Tumari mencari kursi yang tertera dalam tiket bernomor 39. Namun, ia tidak dapat menemukan kursi tersebut karena hanya tersedia 38 bangku.
Tumari kemudian menghampiri supir dan kernet bus untuk mempertanyakan posisi kursi nomor 39. Dari penjelasan mereka, kursi tersebut ternyata berkode CD atau cadangan. Mengetahui hal itu, Tumari merasa kecewa karena biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan fasilitas yang diterima.
Di dalam bus, Tumari menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya melalui aplikasi WhatsApp disertai foto kondisi kursi plastik yang ia bayar. Tidak puas dengan perlakuan PO Bus Murni Jaya, putrinya yang sedang kuliah mengunggah ke TikTok bersama tangkapan layar chat dan foto tersebut. Postingan ini mendapat perhatian warganet hingga tersebar luas.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Terminal Poris Plawad, Alwien Athena Alwie, menyebut telah memfasilitasi keluhan Tumari kepada petugas loket dan pengelola PO Bus Murni Jaya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menghubungi Tumari dan meminta klarifikasi terhadap petugas loket.
Diketahui bahwa tiket Tumari dipesan secara daring melalui aplikasi yang disediakan PO Murni Jaya. Pihak loket tidak melakukan pengecekan ulang nomor kursi ketika bus datang di hari keberangkatan. Akibatnya, kursi nomor 39 yang seharusnya menjadi kursi nyata justru menjadi kursi plastik.
Setelah menerima kronologi secara utuh, Alwien menanyakan apa yang diinginkan oleh Tumari. Penumpang tersebut mengaku menerima dan ingin menyelesaikan kasus tersebut secara damai dengan catatan dilakukannya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Alwien juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi pasca arus balik Lebaran 2027. Rapat evaluasi dilakukan guna mengantisipasi terjadinya hal serupa sehingga tidak menimbulkan kegelisahan para penumpang.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas apabila menerima hal yang merugikan dan berpotensi menunda atau menghambat perjalanan pulang ke kampung halaman.
Sementara itu, Tumari mengaku tidak mempermasalahkan pengalamannya itu. Baginya, dapat bertemu sanak saudara dan keluarga di kampung halaman dengan selamat telah disyukuri. Hanya saja, ia berharap kejadian serupa tidak lagi terulang di kemudian hari agar tidak merugikan masyarakat lainnya yang hendak menjalani aktivitas mudik lebaran.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











