Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Efek Mudik Lebaran: Jalan Jakarta Kosong, Cengkareng–Bundaran HI 28 Menit

Jakarta Tanpa Macet: Perjalanan dari Cengkareng ke Monas dan Bundaran HI dalam 28 Menit

Kondisi lalu lintas di Jakarta kini terasa jauh lebih lancar dibanding biasanya. Fenomena ini terjadi karena banyaknya warga yang pulang kampung menjelang perayaan Lebaran. Akibatnya, aktivitas dan kepadatan kendaraan di ibu kota menurun drastis. Sejumlah rute utama seperti Jalan Daan Mogot, Grogol, hingga Jalan Sudirman terpantau lancar tanpa kemacetan berarti.

Rute Perjalanan yang Ditempuh

Sebuah pengujian dilakukan untuk melihat seberapa cepat perjalanan bisa dilakukan dari Cengkareng menuju Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI. Kompas.com memulai perjalanan dari Jalan Daan Mogot Cengkareng pada pukul 09.15 WIB dengan kondisi arus lalu lintas yang terpantau lengang. Sepanjang menelusuri Jalan Daan Mogot, pengendara dapat memacu kendaraannya dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam tanpa hambatan.

Titik tujuan pertama yaitu ujung Jalan Daan Mogot di persimpangan Grogol Petamburan dapat dicapai dalam waktu tempuh hanya 10 menit atau pada pukul 09.25 WIB. Padahal, biasanya perjalanan dari Cengkareng menuju Grogol membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit pada jam-jam sibuk yang macet.

Perjalanan pun berlanjut menuju kawasan Monumen Nasional melalui Jalan Kyai Tapa dan Jalan KH Hasyim Asy’ari. Pada titik ini, jalanan juga terlihat lengang tanpa kepadatan. Begitu pun di persimpangan ke arah Jalan Gajah Mada yang biasanya mengalami kemacetan karena adanya penyempitan jalur.

Kompas.com pun mengambil rute alternatif menuju Monas melalui Jalan Cideng Barat untuk menghindari penyempitan dan putaran balik akibat proyek MRT Fase 2 di Jalan Gajah Mada. Akhirnya, Kompas.com berhasil tiba di kawasan Monas, tepatnya di Jalan Merdeka Barat pada pukul 09.27 WIB, atau total 22 menit perjalanan.

Setelahnya, perjalanan menyusuri jalanan Jakarta berlanjut ke kawasan Jalan MH Thamrin menuju Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya mengarah ke Bundaran HI. Dari kawasan Monas, satu-satunya hambatan hanyalah penyempitan jalur akibat proyek galian MRT dan juga lampu merah. Sementara, jalanan terlihat sepi dan lancar.

Kompas.com pun hanya memerlukan waktu sekitar enam menit untuk mencapai Bundaran HI dan perjalanan pun berakhir. Sepanjang penelusuran, total waktu yang dibutuhkan untuk berkeliling dari Cengkareng menuju ke Monas dan Bundaran HI hanya memakan waktu sekitar 28 menit dengan jarak tempuh 22 kilometer.

Perbedaan dengan Kondisi Normal

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan situasi di luar momen libur Lebaran yang waktu tempuhnya bisa mencapai 60 hingga 90 menit, atau tiga kali lipat. Sepinya jalanan ibu kota juga turut dikonfirmasi oleh sejumlah pengemudi ojek online yang mangkal di kawasan Monas.

Donal (30), salah satu pengemudi ojek online asal Taman Sari, Jakarta Barat, mengatakan bahwa Jakarta terasa lebih sehat saat Lebaran. “Kalau Jakarta emang healing dia kalau Lebaran gini, langsung enggak ada macet, enggak ada polusi, ke mana-mana jadinya cepet,” katanya.

Arfan (36), seorang pengemudi ojek online di kawasan Daan Mogot, mengaku senang apabila jalanan Jakarta bisa selalu lancar seperti hari ini. “Saya jadi demen narik orderan juga, tapi emang agak sepi karena pada pulang kampung. Tapi kemarin sampai muter-muter karena enak enggak macet,” kata Arfan saat ditemui Kompas.com di Grogol, Jumat.

Alwan (26), seorang warga asli Cengkareng, mengaku tak kaget lagi dengan kondisi jalanan Jakarta di momen Lebaran. “Kalau wayah (waktu) Lebaran gini mah mau keliling sampai Bundaran HI bolak balik juga kita jabanin, soalnya santai enggak macet,” ujar Alwan.

Namun, di sisi lain ia pun menyimpan harapan agar jalanan ibu kota dapat terus terbebas dari kemacetan, bukan hanya pada momen mudik Lebaran. “Coba aja kalau misalnya pemerintah bisa bikin jalanan bebas macet setiap hari, enggak pas Lebaran doang, harusnya kan begitu, biar kita enggak macet-macetan setiap hari,” tuturnya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *