Penjelasan tentang Video Pemakaman yang Tidak Terkait Ayatollah Ali Khamenei
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan kerumunan orang di dekat masjid berkubah emas, yang awalnya dikira sebagai prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Namun, ternyata video tersebut tidak merekam peristiwa kematian tokoh Iran itu. Sebaliknya, klip tersebut menampilkan “prosesi pemakaman simbolis” yang dilakukan di Baghdad, ibu kota Irak, untuk mengenang wafatnya seorang tokoh Muslim.
Video tersebut menampilkan lautan manusia yang memadati jalanan Iran dalam prosesi pemakaman. Ribuan warga hadir, membawa bendera dan potret sang pemimpin spiritual, menciptakan suasana haru sekaligus monumental. Meskipun terlihat seperti pemakaman resmi, fakta menunjukkan bahwa ini bukanlah upacara pemakaman bagi Ayatollah Ali Khamenei.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Iran, yang kemudian memicu perang yang berkembang dengan cepat. Dalam serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa pemimpin militer republik Islam tewas. Konflik kemudian meluas ke seluruh wilayah Timur Tengah setelah pasukan Iran melakukan pembalasan terhadap Israel dan negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Sementara itu, pasukan Israel menyasar posisi-posisi Hizbullah di Lebanon setelah kelompok yang didukung Tehran itu menembakkan roket sebagai respons atas pembunuhan Khamenei.
Saat kabar kematian Khamenei tersiar, banyak rakyat Iran merayakannya dengan bersorak dari dalam apartemen mereka di Tehran, sementara warga lainnya membunyikan klakson dan memutar musik di jalanan. Setelah stasiun televisi setempat mengonfirmasi laporan kematian tersebut, banyak warga Iran berkabung dengan mengenakan pakaian serba hitam dan turun ke jalan di Alun-Alun Enghelab, pusat Kota Tehran. Beberapa orang tampak marah, sementara yang lain menangis.
Klip tersebut juga beredar dengan klaim yang sama dalam bahasa Tagalog dan Inggris, namun tayangannya tidak berkaitan dengan pemakaman Khamenei. Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa klip tersebut pernah diunggah di halaman Facebook Karbala TV, stasiun berita asal Irak, pada 15 Januari.

Dalam klip tersebut, terlihat ratusan orang memadati halaman sebuah masjid sambil mengelilingi dan mengusung peti mati berwarna hijau, serupa dengan yang tampak dalam video pada unggahan salah satu akun. Keterangan unggahan dalam bahasa Arab tersebut menyatakan bahwa klip menampilkan sebuah “pemakaman simbolis” di Makam Suci Kadhimiya di Baghdad. Prosesi tersebut dilaksanakan untuk memperingati wafatnya Imam Musa al-Kazim yang “diracuni”. Musa al-Kazimi sendiri adalah seorang tokoh Muslim. Di dalam tradisi Syiah, ia juga dikenal sebagai imam yang ke-7 dari 12 imam.
Di Baghdad, setiap tahunnya para peziarah Syiah memadati makam berkubah emas untuk menghadiri acara berkabung guna mengenang sosok imam suci yang diracun di penjara pada abad ke-8 dan dimakamkan di lokasi tersebut.
Bangunan emas dalam rekaman sama dengan foto Google Street View yang menampilkan sebuah masjid di Baghdad. Kerumunan massa dalam video juga terlihat pada foto-foto yang diabadikan fotografer kantor berita Reuters pada 15 Januari.
Foto dan video menunjukkan rakyat Iran yang berkabung di kota Tehran dan daerah lain dengan membawa bendera setelah media pemerintah mengonfirmasi kematian Khamenei. Sebelumnya, telah menyanggah berbagai misinformasi terkait konflik di Timur Tengah.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











