Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Trump Ingin Terlibat Pemilihan Pemimpin Baru Iran

Presiden AS Ingin Terlibat dalam Pemilihan Pemimpin Iran Baru

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan keinginannya untuk terlibat dalam pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Pernyataan ini muncul setelah gugurnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara yang dilancarkan oleh militer AS dan Israel. Trump menolak gagasan bahwa Mojtaba Khamenei akan menjadi kandidat terkuat penerus ayahnya. Pria berusia 56 tahun tersebut dinilai kurang mampu memimpin negara berpenduduk 92 juta jiwa itu. AS kini berambisi mencari figur pemimpin baru yang lebih dapat diajak bekerja sama.

Trump Tidak Setuju Mojtaba Khamenei Memimpin Iran

Mojtaba Khamenei yang digadang-gadang sebagai penerus utama justru mendapat penolakan dari Washington. Putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran ini belum pernah menduduki jabatan publik. Namun, ia memiliki ikatan yang sangat erat dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC. AS khawatir naiknya ulama garis keras ini bisa memicu konflik terbuka yang lebih parah dalam lima tahun ke depan. Trump bahkan meragukan kemampuan Mojtaba dalam memimpin Iran.

“Putra Khamenei tidak dapat saya terima. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan kedamaian ke Iran,” ujar Trump, seperti dikutip dari Axios.

Proses pemilihan penerus Khamenei sebenarnya bagian dari wewenang Majelis Ahli yang berisi 88 ulama senior. Untuk mengganggu proses ini, Israel sempat mengebom gedung lembaga tersebut di Qom pada Selasa lalu. Namun, otoritas Iran membantah ada pertemuan penting yang sedang berlangsung saat serangan terjadi.

AS Ingin Pemimpin Iran yang Patuh Seperti di Venezuela

Trump menjadikan transisi kekuasaan di Venezuela sebagai acuan untuk rencananya di Iran. Awal tahun ini, pasukan khusus AS berhasil menculik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang kemudian dijebloskan ke penjara federal di Brooklyn atas tuduhan konspirasi narkoba. Operasi kilat tersebut membuka jalan bagi Delcy Rodriguez untuk mengambil alih kursi kepresidenan Venezuela. Sempat menjabat sebagai wakil presiden di bawah Maduro, Rodriguez kini terbukti patuh pada tuntutan Washington. Rezim baru ini bahkan sudah memasok lebih dari 80 juta barel minyak ke AS.

“Saya harus dilibatkan dalam penunjukan ini, seperti halnya dengan Delcy di Venezuela. Mereka sedang membuang-buang waktu,” tegas Trump kepada Al Jazeera.

Selain itu, Venezuela di bawah kepemimpinan Rodriguez juga memutus total aliran energinya ke Kuba. Pengamat dari Quincy Institute, Trita Parsi, menilai Trump akan kesulitan mencari figur sepatuh Rodriguez untuk memimpin Iran.

“Dia tidak keberatan jika tokoh simbolis mengambil alih Iran selama orang tersebut menjalankan kebijakan yang disukai Trump, seperti yang telah dilakukan Delcy. Tampaknya dia tidak akan menemukan orang seperti itu di dalam sistem Iran,” kata Parsi.

Perang di Iran Seret Belasan Negara

Perdebatan tentang kepemimpinan Iran bergulir di perang yang semakin meluas. Perang ini setidaknya telah menyeret keterlibatan 14 negara berbeda. Korban jiwa di pihak Iran diperkirakan sudah menyentuh angka 1.230 orang akibat rentetan serangan AS-Israel. AS telah melumpuhkan situs peluncuran rudal balistik, fasilitas nuklir, hingga menargetkan para petinggi militer Iran. Selain di darat, Angkatan Laut AS juga menenggelamkan kapal fregat IRIS Dena di Samudra Hindia yang menewaskan sedikitnya 87 awak.

Militer Teheran tak tinggal diam dan balas melancarkan serangan ke pangkalan sekutu AS di kawasan Teluk. Gempuran drone dan rudal balistik Iran menyasar fasilitas penting di Uni Emirat Arab, Qatar, hingga kilang minyak Bahrain yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

“Tandai kata-kata saya. AS akan sangat menyesali perang yang mereka mulai ini,” tegas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dilansir PBS News.

Mojtaba Khamenei, Putra Mendiang Ali Khamenei yang Kabarnya Gantikan Sang Ayah

Tak Gentar, Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *