Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Gubernur DIY Berharap JIFFINA 2026 Jadi Pusat Furnitur Eco-Lifestyle Global

Tren Produk Ramah Lingkungan Menjadi Fokus Utama JIFFINA 2026

Tren produk ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi tema utama dalam pameran besar industri mebel dan kerajinan Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2026. Gelaran tahunan ini resmi dibuka dengan misi keberlanjutan yang kuat, bertepatan pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Memasuki usia ke-10, JIFFINA mengusung tema One Decade, One Vision: The Right Source of Eco-Lifestyle Products sebagai penanda komitmen kuat industri kreatif Tanah Air terhadap tren gaya hidup ramah lingkungan global.

Pameran ini diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) dengan menghadirkan lebih dari 200 peserta yang sebagian besar merupakan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) berorientasi ekspor. Presiden Direktur PT Jiffina Internasional Perkasa, Yuli Sugianto, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring pasar, terutama dengan membidik para pembeli (buyer) potensial dari kawasan ASEAN dan mancanegara.

“Meski ada tantangan krisis global, kami optimistis belanja daerah dan buyer dalam negeri juga menjadi potensi besar yang bisa ditangkap. Penyelenggaraan JIFFINA dirancang sebagai ruang akselerasi bagi pelaku UMKM untuk lebih percaya diri membawa produk kreatif mereka ke pasar global,” katanya.

Daya Tarik Utama Pameran

Keunggulan karakter lokal dari wilayah DIY dan Jawa Tengah menjadi daya tarik utama yang ditawarkan kepada lebih dari 300 buyer internasional yang hadir melakukan penjajakan kerja sama. Sentuhan khas pada produk kerajinan tangan tersebut dinilai menjadi kekuatan kompetitif yang sulit ditandingi oleh produsen dari negara lain di pasar global.

“Kebetulan untuk produk dari DIY dan Jawa Tengah memiliki khas tersendiri yang cenderung kuat dari sisi kerajinannya,” ujarnya.

Di sisi lain, tantangan ekonomi global yang menekan permintaan dari pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Eropa mulai disikapi secara taktis oleh para pelaku industri. Penasihat DPP Asmindo, David Erwijaya, mencermati perlunya ekspansi ke pasar baru di Asia Pasifik hingga Timur Tengah, sembari memaksimalkan potensi belanja dalam negeri melalui sistem e-katalog pemerintah.

“Inilah yang mesti kita tangkap. Makanya dalam JIFINA ini, kita tidak hanya mengundang buyer mancanegara, tapi juga potensial buyer dari domestik seperti pengusaha hotel, restoran, kafe, hingga sektor properti seperti teman-teman REI,” ujarnya di JEC.

Pesan Sri Sultan HB X

Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekda DIY, Ni Made Dwipanti, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menekankan bahwa konsep eco-lifestyle harus menjadi identitas nyata dalam setiap proses produksi mebel Indonesia.

“Kita ingin Indonesia dikenal sebagai the right source, bukan hanya karena kekayaan alamnya, tetapi karena integritas proses produksinya,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa industri furnitur nasional kini telah bergerak menuju kematangan dengan menempatkan aspek keberlanjutan sebagai arus utama dalam strategi bisnis. Satu dekade penyelenggaraan JIFFINA diharapkan tidak hanya sekadar menjadi ajang transaksi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi besar bagi seluruh ekosistem kreatif di Indonesia.

“Satu dekade ini bukan garis akhir, tetapi titik tolak menuju kematangan industri. Dari sekadar eksistensi menuju posisi yang kuat, dan dari partisipasi menuju kepemimpinan dalam segmen eco-lifestyle global,” katanya.

Peran JIFFINA dalam Ekonomi Kreatif

Sementara Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Ekraf Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa JIFFINA 2026 menjadi panggung penting untuk memperkuat posisi UMKM serta mendongkrak kontribusi ekspor produk kreatif Indonesia secara signifikan di kancah dunia.

“Subsektor furnitur dan kriya dinilai memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini juga memperkuat posisi UMKM serta meningkatkan kontribusi ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global,” pungkasnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *