Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pemberangkatan Jemaah Umrah ke Lailatul Qadar Terancam Batal Akibat Perang Timur Tengah

Pemberangkatan Jemaah Umrah Terancam Gagal Akibat Konflik di Timur Tengah

Pemberangkatan jemaah umrah dalam rangka mengejar malam Lailatul Qadar, yang merupakan momen istimewa di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, kini menghadapi tantangan besar. Malam ini diyakini lebih baik dari seribu bulan karena menjadi malam turunnya Al-Qur’an. Namun, konflik antara Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran telah memicu pembatasan lalu lintas penerbangan di sejumlah negara kawasan Timur Tengah, sehingga mengancam kelancaran perjalanan para jemaah.

Direktur PT Dago Wisata Internasional, Dodi Sudrajat, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadwalkan keberangkatan jemaah pada tanggal 6 Maret 2026 sebagai bagian dari program umrah I’tikaf Lailatul Qadar. Informasi tentang program tersebut terpampang di kantor travel Dago Wisata, Sadang Serang, Kota Bandung.

Keinginan untuk melakukan umrah saat berpuasa di bulan Ramadhan memiliki pahala yang lebih besar, setara dengan haji. Pada momen ini, jemaah juga bisa menyambut Hari Raya Idulfitri di Tanah Suci. Namun, situasi saat ini membuat dilema bagi penyelenggara perjalanan ibadah.

Meski visa sudah dikeluarkan dan tiket penerbangan sudah oke, kepastian dari Qatar masih belum ada. Dodi menjelaskan bahwa kebijakan terbaru menyatakan bahwa uang dapat dikembalikan jika keberangkatan tidak bisa dilakukan. Hal ini menjadi masalah karena momentum Lailatul Qadar hanya terjadi satu kali dalam setahun.

“Kami sudah melakukan persiapan selama enam bulan untuk program ini. Mulai dari perencanaan produk hingga pengaturan rute penerbangan,” kata Dodi. Ia menegaskan bahwa umrah di bulan Ramadhan adalah yang paling diminati oleh masyarakat.

Untuk mengatasi kendala ini, Dago Wisata bekerja sama dengan HIMPUH, DPP ASITA, dan ASITA Jabar untuk mencari solusi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencari pesawat langsung ke Tanah Suci, meskipun pulangnya menggunakan pesawat lain. Ini menjadi alternatif agar jemaah tetap bisa merayakan Lailatul Qadar.

Jemaah pun melihat situasi ini dengan harap-harap cemas. Pemerintah menyarankan agar keberangkatan ditunda sementara waktu. Dodi menjelaskan bahwa rute yang menghindari area serangan di Timur Tengah menjadi solusi utama, asalkan lalu lintas penerbangan tetap aman.

“Sampai saat ini kami belum membatalkan perjalanan. Jika dibatalkan, akan ada risiko kerugian bagi travel dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU),” ujarnya.

Sebagai informasi, Qatar salah satu negara yang diserang oleh Iran. Penyerbuan ini bukan tanpa alasan, karena di sana terdapat pangkalan militer AS. Akibatnya, lalu lintas penerbangan di atas Qatar terganggu. Selain itu, area sekitar Dubai juga menjadi sasaran karena berada di dekat Selat Hormuz.

Dodi menyebutkan bahwa pada momentum Ramadhan tahun ini, pihaknya menyiapkan keberangkatan hingga 10 bus. “Ada di awal, tengah, dan akhir. Beberapa bus penuh dengan jemaah yang ingin beribadah selama bulan Ramadhan,” imbuhnya.

Solusi Alternatif untuk Keberangkatan Jemaah

  • Mencari Rute Alternatif: Dengan menghindari rute yang melewati area serangan, seperti Qatar dan wilayah sekitar Selat Hormuz.
  • Penerbangan Langsung ke Tanah Suci: Meskipun pulang menggunakan pesawat berbeda, ini menjadi solusi agar jemaah tetap bisa mengikuti Lailatul Qadar.
  • Koordinasi dengan Asosiasi: Bekerja sama dengan HIMPUH, ASITA, dan organisasi terkait untuk memastikan keberangkatan tetap lancar.
  • Refund Tiket: Jika keberangkatan tidak bisa dilakukan, pihak travel siap memberikan pengembalian uang sesuai kebijakan yang berlaku.

Kondisi Saat Ini dan Harapan

Dodi menilai bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan, namun pihaknya tetap berupaya untuk memastikan keberangkatan jemaah bisa dilakukan. “Kami tidak ingin membatalkan perjalanan, karena hal ini akan berdampak pada kerugian finansial bagi travel dan jemaah,” katanya.

Para jemaah juga berharap situasi bisa segera membaik, sehingga mereka dapat melaksanakan umrah secara normal. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, semoga segala tantangan ini bisa diatasi dengan baik.


Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *