Peringatan dan Kepedulian Malaysia terhadap Konflik di Timur Tengah
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memimpin sesi pengheningan cipta di Dewan Rakyat dalam sidang yang digelar pada Senin (2/3/2026). Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Selain itu, pemerintah Malaysia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas kematian sejumlah pejabat tinggi Iran dan ratusan warga sipil di Minab.
Pernyataan Anwar Ibrahim menunjukkan kecaman keras terhadap serangan bom oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dianggap biadab dan dapat memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Dalam pidatonya, Anwar menyampaikan simpati kepada Republik Islam Iran, keluarga Ayatollah Khamenei, serta para pemimpin dan komunitas pendidikan yang gugur akibat serangan tersebut.
Anwar juga menyebutkan bahwa ucapan bela sungkawa dipersembahkan untuk Menteri Pertahanan Iran Jenderal Aziz Nasirzadeh dan mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad. Selain itu, ia menyampaikan dukacita atas kematian 180 anak-anak di Minab, Iran, yang menjadi korban dari serangan tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat Anwar mengajukan mosi darurat untuk menanggapi agresi militer AS-Israel terhadap Iran.
Kecaman terhadap Agresi Militer
Anwar Ibrahim menekankan bahwa pembunuhan terhadap kepala negara adalah tindakan berbahaya yang dapat memicu krisis yang lebih besar di kawasan. Ia menilai penargetan yang disengaja melemahkan norma dan prinsip tatanan internasional. Menurutnya, mereka yang menyambut kematiannya dengan persetujuan harus menyadari konsekuensi dari tindakan tersebut. Ancaman eksistensial jarang menghasilkan reaksi yang dapat diprediksi.
Meski menyampaikan simpati kepada pemerintah dan rakyat Iran dalam masa sulit ini, Anwar meminta otoritas Iran untuk menanggapi situasi tersebut dengan menahan diri secara maksimal. Malaysia menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, dan kembali ke dialog yang serius. Ia menegaskan bahwa krisis ini tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan, tetapi membutuhkan diplomasi, pengendalian diri, dan kemauan politik.
Fokus pada Keselamatan Warga Negara
Terkait fokus utama pemerintah Malaysia saat ini, Anwar menyatakan bahwa kesejahteraan dan keselamatan warga negaranya yang berada di Iran, negara-negara Teluk, dan wilayah Timur Tengah secara lebih luas menjadi prioritas. Ia menjamin bantuan bagi para warga Malaysia di wilayah terdampak. “Pemerintah Malaysia akan mengambil setiap tindakan yang mungkin untuk memastikan perlindungan bagi anda. Misi kami telah diberikan mandat dan sumber daya penuh untuk membantu anda,” pesan Anwar kepada warga Malaysia yang berada di wilayah terdampak.
Selain aspek keselamatan warga, pemerintah Malaysia juga akan segera mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik ini, termasuk risiko terhadap ruang udara regional dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz. “Keamanan perdagangan dan energi Malaysia berimplikasi langsung dan kami akan bertindak sesuai kebutuhan untuk menjaga kepentingan nasional kami,” tutupnya.
Penutupan Kedubes Malaysia di Abu Dhabi
Sementara itu, Kedutaan Besar Malaysia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), mengumumkan penutupan layanan untuk publik mulai Senin (2/3/2026). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan regional di Timur Tengah yang terus bergejolak. Dalam keterangan resminya, pihak kedutaan menyatakan bahwa layanan konsuler secara tatap muka tidak akan tersedia selama masa penutupan ini.
Meski kantor fisik ditutup, tim konsuler dipastikan tetap bekerja secara daring untuk memberikan bantuan dan saran kepada warga negara yang membutuhkan. “Tim konsuler tetap dapat dihubungi melalui telepon dan email untuk memberikan saran serta bantuan, termasuk untuk urusan yang bersifat mendesak,” tulis pihak kedutaan dalam pemberitahuan resmi tersebut.
Untuk situasi darurat, warga Malaysia di UEA dapat menghubungi saluran siaga di nomor +971 50 614 6894 atau melalui email di mwabudhabi@kln.gov.my. Pihak kedutaan juga menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kerja sama masyarakat dalam menghadapi situasi ini.











