Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Bupati Gorut Beri Penghargaan dan Tanam 555 Pohon untuk Mahasiswa IAIN

Bupati Gorontalo Utara Apresiasi Mahasiswa KKS-T yang Berhasil Menanam 555 Pohon

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, memberikan penghargaan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Sosial Tematik (KKS-T) IAIN Gorontalo setelah mereka berhasil menanam sebanyak 555 pohon di Desa Helumo, Kecamatan Anggrek. Penanaman pohon ini menjadi bagian dari program unggulan Bupati Gorut, yaitu Gerakan Agro Mopomulo (GAM), yang bertujuan untuk menghijaukan lingkungan, meningkatkan ketahanan lingkungan, serta memperkuat keterlibatan masyarakat desa.

Program Gerakan Agro Mopomulo

Gerakan Agro Mopomulo merupakan salah satu inisiatif utama yang dicanangkan oleh Bupati Thariq Modanggu. Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga berbasis data. Dalam penyampaiannya, Bupati menjelaskan bahwa pihaknya telah meluncurkan bank data pohon, yang mencatat koordinat dan jumlah pohon yang ditanam. Hal ini memungkinkan pengawasan dan evaluasi terhadap progres penanaman secara lebih efektif.

Selain itu, program ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan penghijauan. “Salah satu program unggulan di sini, yaitu one man ten tree, 1 orang 10 pohon,” ujar Bupati. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Penghargaan untuk Mahasiswa KKS-T

Penghargaan yang diberikan oleh Bupati Thariq Modanggu bukan tanpa alasan. Data yang tercatat menunjukkan bahwa Desa Helumo menjadi desa dengan jumlah penanaman pohon terbanyak selama pelaksanaan KKS-T. Mahasiswa berhasil menanam 555 pohon, angka yang sangat signifikan dan menjadi bukti komitmen mereka dalam menjalankan program GAM.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas upaya mahasiswa. Ia menilai bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis karena sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor lingkungan hidup dan pertanian berkelanjutan. “Alhamdulillah, saya sudah melihat dalam sistem memang Desa Helumo ini yang terbanyak pohon yang ditanam 555 pohon yang ditanam, luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan mahasiswa ini merupakan bagian dari implementasi program daerah yang terus didorong oleh pemerintah daerah. Selain itu, program GAM juga sejalan dengan program strategis Kementerian Agama yang bisa dilaksanakan di Desa Helumo.

Pengalaman Lapangan yang Berharga

Lebih lanjut, Bupati Thariq menilai bahwa pelaksanaan KKS-T selama kurang lebih 40 hari di tengah masyarakat memberikan pengalaman sosial yang sangat penting bagi mahasiswa. Ia menekankan bahwa pengalaman lapangan menjadi bekal utama dalam membentuk karakter, kepedulian, serta kemampuan adaptasi mahasiswa di masa depan.

Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang pembelajaran yang tidak bisa digantikan oleh teori di ruang kelas. Mahasiswa belajar memahami kondisi sosial, budaya, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara nyata. “Saya yakin dan percaya banyak pengalaman yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat kurang lebih 40 hari. Tentu ini menorehkan sejumlah pengalaman yang menjadi konsumsi sodara secara pribadi,” katanya.

Pentingnya Sinergi dalam Pembangunan Daerah

Thariq juga menekankan pentingnya sinergi sebagai kunci keberhasilan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, manusia tidak dapat hidup sendiri, sehingga kolaborasi dan kerja sama menjadi kebutuhan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. “Sesuai dengan namanya sinergi terpadu. Karena kemampuan sinergi ini sangat dibutuhkan. Karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Itulah silaturahim hanya bahasanya bahasa agama, jadi implementasi silaturahim itu sinergi,” terangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa setiap daerah memiliki tantangan dan persoalan masing-masing, sehingga diperlukan sikap terbuka, empati, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang ada. “Memang banyak hal yang jadi masalah yang sodara temukan. Ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan, selalu ada celah dan itu terjadi di mana saja, ada ketidaksesuaian dan itu wajar,” ujarnya.

Rencana Kebijakan Masa Depan

Selain membahas kontribusi mahasiswa, Thariq juga mengungkapkan rencana kebijakan pemerintah daerah ke depan, khususnya dalam hal intervensi program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menyampaikan bahwa pendekatan pendataan akan diarahkan melalui basis data jamaah masjid. Langkah tersebut dinilai sebagai pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan diharapkan mampu menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Jadi untuk program-program pendekatan kepada orang miskin saya arahan ke masjid. Jadi masjid mulai melakukan pendataan. Jadi saya kasih PC dan ini akan kita coba eksplor lebih jauh dengan IAIN,” terangnya.

Menurut Thariq, program-program tersebut akan terus berproses dan menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan. Ia juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan perguruan tinggi, dalam mengembangkan kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Bupati Thariq menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKS-T atas kontribusi yang telah diberikan selama berada di Gorontalo Utara. Ia menilai peran mahasiswa telah memberikan manfaat nyata, khususnya melalui keterlibatan dalam program Mopomulo. “Saya ucapkan terima kasih salam pemerintah dan masyarakat apalagi sudah menorehkan jasa dalam bentuk mopomulo. Mahasiswa Mohungo ini yang paling banyak menanam. Makanya saya mau buat yang lebih bagus lagi dan masing-masing orang dapat,” tandasnya.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *