Kunjungan Wali Kota Makassar ke Pengungsian Banjir di SDN Paccerakkang
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan ke posko pengungsian banjir di SDN Paccerakkang, Kamis (26/2/2026) malam. Kunjungan ini dilakukan setelah pelaksanaan Safari Ramadan, dengan tujuan untuk memastikan kondisi para pengungsi serta ketersediaan kebutuhan dasar mereka.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 64 kepala keluarga (KK) atau 229 jiwa mengungsi di lokasi tersebut. Beberapa di antaranya berasal dari perumahan Kodam III. Kunjungan dilakukan dalam rangka meninjau langsung kondisi pengungsi dan memberikan bantuan secara langsung kepada mereka, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia.
Munafri didampingi oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah, termasuk Kepala Dinas Sosial Andi Bukti Djufrie, Kepala Pelaksana BPBD M Fadli Tahar, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Fadli Wellang. Hadir juga asisten aparat penegak hukum, Kesbangpol, Kabag Protokol, serta camat dan lurah se-Kecamatan Biringkanaya.
Dalam dialognya dengan warga, Munafri menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan maksimal untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Ia menegaskan bahwa semua kebutuhan seperti makanan, obat-obatan, serta air bersih akan dipenuhi. Selain itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk memastikan tidak ada pengungsi yang terabaikan.
Penyebaran Pengungsi di Berbagai Titik
Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 1.157 warga dari 308 KK tersebar di 19 titik pengungsian di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Di Kecamatan Manggala, terdapat 11 titik pengungsian dengan total 159 KK atau 621 jiwa. Lokasi pengungsian tersebut mencakup berbagai tempat seperti masjid dan pesantren.
Di Kecamatan Biringkanaya, tercatat dua kelurahan terdampak dengan total 149 KK atau 536 jiwa. Di Kelurahan Katimbang, terdapat tiga titik pengungsian, yaitu SDN Paccerakkang, Masjid Nurul Ikhlas Kodam III, dan Masjid Lailatul Qadar. Sedangkan di Kelurahan Paccerakkang, lima titik pengungsian telah disiapkan, termasuk kost dan masjid.
Upaya Penanganan Darurat Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah melakukan berbagai langkah tanggap darurat. Di antaranya adalah assessment lapangan, evakuasi warga terdampak, pendirian pos komando, serta distribusi logistik ke lokasi pengungsian.
Dalam operasi penanganan banjir ini, BPBD mengerahkan 40 personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Selain itu, tersedia enam unit perahu karet dan polyethylene, empat unit motor trail, lima kendaraan operasional, dua unit ambulans, serta 40 unit life jacket dan helm keselamatan. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan bencana berjalan efektif.
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
Wali Kota Makassar menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, dan bayi. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Selain itu, pengawasan dan pengendalian di lokasi pengungsian dipimpin langsung oleh camat setempat sebagai penanggung jawab wilayah.
Untuk warga yang berasal dari kawasan Kodam III, mereka sementara ditempatkan di posko hingga kondisi memungkinkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Selain itu, ia mengajak para ketua RT/RW bersama lurah dan camat menjaga ketertiban serta keamanan di sekitar lokasi pengungsian, termasuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar area.











