TNI dan Pemerintah Daerah Berkomitmen Mendukung Program Makan Bergizi Gratis
Di tengah geliat pembangunan nasional, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengambil langkah tegas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang diadakan di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Bali. Dalam acara tersebut, ia menekankan pentingnya peran TNI dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penanganan sampah di Bali.
Program MBG menjadi salah satu fokus utama dalam rapim ini. Hal ini tidak lepas dari kekhawatiran tentang kondisi lingkungan Pulau Dewata yang masih menghadapi tantangan terkait sampah. Masalah ini sangat berdampak pada citra pariwisata dan ekonomi daerah yang sangat bergantung pada sektor tersebut. Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana siap bekerja sama dengan pihak terkait untuk menjalankan program secara nyata di lapangan.
Selain itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan juga menjadi prioritas. Rapim kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antar satuan dalam menghadapi tantangan di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk memperkaya perspektif, Pangdam mengundang narasumber eksternal dari berbagai instansi, seperti Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Dr. Chatarina Muliana Girsang, serta Pimpinan Wilayah PT Pegadaikan Kanwil VII Denpasar Edy Purwanto. Mereka membahas topik-topik seperti peningkatan kualitas pariwisata, keamanan dan ketertiban, pemenuhan hak administrasi kependudukan, hingga penguatan koperasi desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di akhir acara, Pangdam memberikan penghargaan kepada lima prajurit berprestasi di bidang olahraga, dua Babinsa berprestasi di bidang wirausaha, serta tiga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tercepat di wilayah Kodam IX/Udayana. “Rapim ini menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah konkret,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan sinergi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan dan menciptakan situasi aman, kondusif, serta sejahtera bagi masyarakat Bali Nusra.
Program Makan Bergizi Gratis di Deli Serdang
Semangat yang sama juga terasa di Deli Serdang, Sumatera Utara. Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menyebut program MBG sejalan dengan komitmen pemerintah daerah mewujudkan masyarakat sehat dengan asupan gizi cukup. “Harapan kita, jangan ada lagi anak-anak kita sekolah dalam keadaan lapar. Mari kita bersatu. Mari kita sukseskan program itu,” katanya di Lubuk Pakam, Rabu.
Dengan luas wilayah dan karakter geografis lengkap, mulai pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir pantai, Deli Serdang menghadapi tantangan sekaligus potensi besar. Saat ini, kabupaten tersebut telah memiliki sekitar 137 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemkab Deli Serdang terus mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pencapaian target, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan melalui dinas terkait.
“Kami optimis dapur SPPG di Deli Serdang dapat maksimal. Ini harus kita pastikan berjalan dengan baik,” ucap Wabup.
Inovasi dalam Pelaksanaan MBG
Di Hamparan Perak, Deli Serdang, sebuah inovasi hadir dalam pelaksanaan MBG. Pembina Yayasan Kuali Merah Putih Pusat, Karolus Rogger Evantino, mengungkapkan bahwa SPPG yang dikelola yayasannya menjadi dapur pertama yang menggunakan standar alat Rapid Tes makanan. Alat yang dibawa dari Jakarta ini mampu mendeteksi empat unsur berbahaya: sianida, nitrat, boraks, dan formalin.

“Ini untuk memastikan penerima manfaat, terutama anak-anak, tidak mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi makanan yang diproduksi,” jelasnya.
Tak hanya soal keamanan pangan, Karolus menegaskan bahwa program MBG juga memberikan dampak ekonomi berantai. Bahan makanan seperti ayam dan sayur dipenuhi dari pelaku usaha dan masyarakat lokal. “Ini bukan hanya soal asupan gizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Yayasan Kuali Merah Putih Pusat berkomitmen menjalankan program SPPG sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
Kesimpulan
Dari Bali hingga Sumatera Utara, dari persoalan sampah hingga keamanan pangan, program Makan Bergizi Gratis dan program strategis lainnya kini menjadi denyut nadi yang menghubungkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang untuk generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing, sebuah gotong royong dalam skala nasional untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











