Ringkasan Berita
Berikut 3 poin utama yang menjadi fokus dari berita ini:
- Mohan Hazian, seorang CEO brand Thanksinsomnia, kini tengah dihujani isu dugaan pelecehan seksual dengan korban yang terus bertambah. Korban tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga termasuk model asal Malaysia dan remaja berusia 17 tahun.
- Ia telah dikeluarkan dari komunitas Thanksinsomnia, bukunya ditarik oleh penerbit Shira Media, dan konten kolaborasinya bersama Jejeouw juga dihapus dari USS Feed.
- Meski mengakui pernah khilaf dalam hubungan dengan perempuan lain, Mohan membantah tudingan pelecehan seksual terhadap @aarummanis. Ia menegaskan bahwa kesalahan tersebut adalah kekhilafan pribadi yang berdampak pada keluarganya.
Tanggapan Istri Mohan Hazian
Akun Instagram Alya, istri Mohan Hazian, masih ramai dikunjungi warganet hingga saat ini. Banyak netizen memberikan dukungan dan simpati kepada Alya di tengah situasi sulit yang sedang dihadapinya. Namun, beberapa orang justru memberikan peringatan agar Alya lebih waspada terhadap Mohan.
Di sisi lain, sikap Alya di media sosial memicu rasa penasaran publik. Ia tampaknya sedang mencoba menghapus seluruh foto dan video yang menampilkan wajah Mohan Hazian di akun Instagram pribadinya. Perubahan ini mulai disadari setelah isu dugaan pelecehan seksual tersebut ramai diperbincangkan.
Langkah Alya itu pun langsung menjadi bahan pembahasan warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk respons berani di tengah tekanan publik. Meski demikian, tidak semua unggahan yang menampilkan Mohan benar-benar dihapus. Salah satu foto lama bertanggal 4 Februari 2017 masih terlihat di akun Alya. Dalam unggahan tersebut, Alya memperlihatkan kebersamaannya dengan Mohan saat merayakan ulang tahun. Pada keterangan foto itu, Alya menuliskan, “Selamat ulang tahun,” kata Alya Putri, dikutip Selasa (10/2/2026).
Unggahan lawas tersebut kembali viral dan menuai beragam komentar. Banyak netizen meninggalkan komentar dan meninggalkan jejak sebelum foto tersebut ikut lenyap.
Awal Mula Terungkap
Baru-baru ini, akun X/Twitter @aarummanis membagikan pengalaman tak mengenakkan yang melibatkan Mohan Hazian. Akun tersebut bercerita bahwa dirinya menerima pekerjaan sebagai talenta untuk sebuah merek lokal ternama pada bulan Mei 2025. Pada awal sesi pemotretan dan pengambilan gambar, semuanya berjalan lancar. Tidak ada tanda-tanda masalah, dan aktivitas kerja berlangsung normal. Namun, situasi berubah mencekam setelah sesi selesai.
Saa awalnya mengira akan diajak makan bersama kru lain, namun justru dibawa kembali ke area pemotretan dan ditinggalkan berdua bersama pelaku. Dalam unggahannya, Saa menjelaskan secara rinci bagaimana M mulai melakukan tindakan tidak senonoh. Meski korban telah memberikan penolakan keras dan mencoba melawan secara fisik, pelaku tetap melanjutkan aksinya dengan agresif, termasuk naik ke atas tubuh korban.
Karena intensitas kekerasan yang semakin tinggi, Saa mengaku sempat bersikap kooperatif demi menyelamatkan nyawanya. Ia merasa terpojok dan sangat terancam pada saat itu. “Saya pada saat itu 90 persen yakin saya akan diperkosa,” akui Saa dalam utasnya. Saa juga memaparkan bahwa pelaku tetap melakukan tindakan tak senonoh dan pelecehan meskipun korban telah menangis histeris. Selain itu, pelaku sempat memanipulasi korban secara emosional ketika menjalankan aksinya, memperparah rasa tertekan yang dialami korban.
Profil Mohan Hazian
Mohan Hazian sendiri merupakan seorang pebisnis dan founder dari brand streetwear lokal bernama Thanksinsomnia. Melansir TribunSumsel.com, Mohan lahir di Lampung tahun 1990 dan sudah lama tinggal di Jakarta, tepatnya sejak ia berusia 16 tahun. Ia memutuskan berbisnis setelah sempat bekerja di beberapa tempat. Hal tersebut tidak lama sampai akhirnya ia bekerja di Planet Surf selama dua tahun.
Setelah itu, ia memutuskan berbisnis. Adapun Thanksinsomnia merupakan produk dari brand ini cukup beragam, mulai dari kaus, jaket hingga aksesoris. Diakui Mohan, ia meniti kariernya dari nol. Ia bahkan pernah menjalani berbagai profesi sebelum memutuskan jadi pebisnis. Ia mengaku pernah kerja di restoran siap saji hingga jadi kurir.
“Awalnya saya mulai bekerja di restoran siap saji sekitar 1 tahun pada 2008 diusia 18 tahun dan menjadi karyawan outlet fashion terkenal di Senayan. Pernah juga coba nge-band saat lulus SMK, kurir, ikut casting Ftv, hingga menjadi sales rokok di Jakarta,” ujarnya. Setelah menjalani berbagai profesi itu, Mohan Hazian akhirnya memberanikan diri mengadu nasib di ibukota pada 2003 dan mulai membuka brand fashion. Bagi Mohan mengadu nasib di ibu kota bukanlah hal yang mudah. Namun yang terpenting tak mudah putus asa dan terus mencoba berbuat yang terbaik. Setelah itu, ia pun menceritakan perjalanannya hingga sukses jadi pebisnis.
Diakui Mohan, pertama rilisnya Thanksinsomnia, dirinya hanya menjual tas dan hoodi saja pada forum jual beli di kaskus memanfaatkan sedikit relasi untuk menitipkan barang dagangannya di toko teman sebab belum tersedianya market place yang mendukung seperti sekarang ini. Dia bahkan sempat menumpang di warnet yang sedang dijaga temannya.
“Jangan cepet merasa puas dengan apa yang sekarang didapatkan. Karena menurut gue kepuasan terhadap sesuatu hanya ngebuat berhenti menemukan hal baru dan sesuatu yang lebih baik,” ungkapnya. “Dia tinggal di situ juga jadi gue bisa berbagi lemari sama dia buat nyimpen stok barang gue yang semakin hari semakin banyak. Sekarang alhamdulillah udah bisa bangun office idaman gue yang digabung sama warehouse dan store,” ujarnya.











