Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Masih Ada Saluran Limbah SPPG Bocor Pasca Keracunan MBG di Muaro Jambi

Penemuan Penting Saat Sidak Dapur SPPG di Kabupaten Muaro Jambi

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan, yaitu Kumpeh Ulu, Maro Sebo, dan Sekernan, pada Selasa (3/2/2026). Sidak ini dilakukan sebagai respons terhadap keracunan massal yang terjadi akibat konsumsi soto dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekda Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, menjelaskan bahwa sidak ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar, higienis, dan aman bagi masyarakat. Meskipun aktivitas dapur masih berjalan, ditemukan beberapa catatan penting terkait fasilitas penunjang.

Salah satu temuan utama adalah kondisi saluran pembuangan limbah yang dinilai belum layak karena tersumbat dan mengalami kebocoran. Budhi menegaskan bahwa masalah ini harus segera ditindaklanjuti. “Pembuangan saluran bak limbah mampet dan bocor, ini harus diperbaiki kembali agar tidak mencemari lingkungan dapur,” ujarnya.

Selain itu, Budhi memberikan apresiasi kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta personel Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Muaro Jambi. Ia menilai koordinasi dalam pengawasan distribusi makanan telah berjalan cukup baik. Menurutnya, mutu makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh kepatuhan petugas dalam menjalankan prosedur di lapangan.

“Peninjauan ini akan dilakukan secara berkala. Saya minta seluruh petugas SPPG meningkatkan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menjamin kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga,” imbuhnya.

Dua Pasien Masih Dirawat di Rumah Sakit

Lima hari setelah peristiwa keracunan massal tersebut, dua pasien masih menjalani perawatan inap di RSUD Ahmad Ripin, Sengeti, hingga Selasa (3/2). Direktur RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti, membenarkan bahwa sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang.

“Update pukul 10.00 WIB, pasien yang masih dirawat saat ini ada dua orang,” kata Agus Subekti. Ia menjelaskan, sebelumnya sebanyak 145 pasien sempat dirawat di rumah sakit tersebut. Dari total itu, 99 orang menjalani perawatan inap dan 44 lainnya mendapat perawatan jalan. Selain itu, terdapat dua pasien yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi.

“Mudah-mudahan hari ini (kemarin, red) pulang semua,” katanya. Diketahui, ratusan korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari siswa TK, SD, MTs atau sederajat, hingga guru dan balita. Mereka mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang dibagikan pada Jumat (30/1/2026).

“Mereka yang masuk ini mengalami gejala sakit perut, mual dan demam,” katanya.

Evaluasi Total dan Tindakan Pengawasan

Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah melayangkan peringatan keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti. “Saat ini baru penghentian sementara. Jika terjadi kasus serupa, maka akan dihentikan selamanya,” kata Budhi usai rapat bersama seluruh SPPG se-Kabupaten Muaro Jambi.

Mengenai hasil pemeriksaan laboratorium, Budhi menyebut prosesnya masih berjalan. “Sampai sekarang hasilnya belum keluar dari BPOM,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memutuskan menghentikan sementara kegiatan operasional SPPG Sengeti.

Budhi menjelaskan, langkah ini dilakukan sambil menunggu hasil penyelidikan dan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian. “Kami sudah berkoordinasi dengan koordinator SPPG. Sampai hasil investigasi keluar, SPPG Sengeti ditutup sementara,” ujar Budhi.

Ia menyampaikan, proses pemeriksaan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Seluruh hasil investigasi akan disampaikan kepada BGN Pusat yang memiliki kewenangan menentukan bentuk sanksi serta kelanjutan operasional SPPG.

Budhi juga menyinggung adanya dugaan ketidaksesuaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP). Ia menilai, kejadian tersebut seharusnya dapat dihindari jika SOP dijalankan dengan benar, mulai dari aspek kebersihan, mutu bahan pangan, hingga pemenuhan standar gizi. “Kalau SOP dijalankan dengan baik, kejadian seperti ini tidak akan terjadi,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah akan mengumpulkan seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Muaro Jambi pada Senin (2/2/2026) kemarin, untuk memperketat pengawasan serta memastikan seluruh prosedur dijalankan dengan disiplin.

Peristiwa ini disebut sebagai kasus pertama dugaan keracunan MBG di Muaro Jambi sejak program tersebut diluncurkan. Kendati demikian, Budhi menegaskan pengawasan ke depan akan diperketat. “Program ini tidak boleh membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, satuan tugas akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh SPPG yang kini berjumlah 15 unit dan telah beroperasi di Kabupaten Muaro Jambi. “Jangan sampai terulang lagi. Kita berharap ini kejadian pertama dan terakhir,” tegas Budhi.


Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *