Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Manfaat Sterilisasi Kucing: Cegah Penyakit dan Bawa Perilaku Lebih Tenang

Manfaat Sterilisasi pada Kucing

Sterilisasi merupakan proses penting yang tidak hanya bermanfaat untuk mengendalikan populasi kucing, tetapi juga membantu mencegah berbagai risiko penyakit. Drh. Frengky Chandra Parlinda menjelaskan bahwa sterilisasi dapat memberikan manfaat kesehatan bagi kucing baik jantan maupun betina.

Manfaat pada Kucing Betina

Pada kucing betina, proses sterilisasi yang dikenal dengan istilah spay atau steril (pengangkatan ovarium/indung telur dan uterus/rahim) dapat menekan risiko penyakit pada saluran reproduksi. Selain itu, sterilisasi juga membantu mencegah kanker dan tumor pada payudara serta rahim. Dengan demikian, kucing betina yang disteril memiliki tingkat perlindungan yang lebih baik terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Manfaat pada Kucing Jantan

Sementara itu, pada kucing jantan, proses sterilisasi disebut dengan neuter atau kebiri (pengangkatan testis). Proses ini dapat meminimalisir faktor pemicu penyakit pada saluran perkencingan. Kucing jantan yang dikerjakan akan cenderung lebih tenang dan tidak mudah terangsang oleh birahi.

Pengaruh pada Perilaku Kucing

Sterilisasi juga dapat memengaruhi karakter kucing. Menurut Chandra, kucing yang disteril biasanya lebih tenang dan tidak suka berkelahi. Hal ini karena mereka tidak lagi merasa stres akibat birahi atau desakan untuk kawin. Namun, perlu diingat bahwa efek dari sterilisasi ini bergantung pada sifat dasar dan cara pemeliharaan masing-masing individu kucing.

Risiko Kucing yang Tidak Di-steril

Kucing yang tidak disterilisasi memiliki risiko tinggi untuk berkembang biak, sehingga jumlah populasi kucing semakin bertambah. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan biaya pemeliharaan. Selain itu, risiko penyakit menular antar-kucing juga meningkat. Penyakit-penyakit baru yang muncul dengan penularan yang mudah dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan kucing.

Kesadaran Masyarakat Meningkat

Chandra mengamati bahwa kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sterilisasi kucing semakin meningkat. Banyak klien yang datang ke praktik dokter hewan untuk melakukan sterilisasi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami tujuan utama dari sterilisasi, yaitu untuk membatasi jumlah hewan peliharaan agar tidak bertambah banyak.

Pengalaman Pemilik Kucing

Seorang pemilik kucing asal Tegalgede, Kabupaten Karanganyar, Tri Astuti, juga mengakui bahwa sterilisasi memberikan banyak manfaat bagi kucingnya. Kucing ras persia yang ia pelihara sejak usia empat bulan sudah dikebiri beberapa bulan setelah diadopsi dan divaksin. Sifat kucingnya menjadi lebih tenang dan penurut.

Setiap sore, Tri Astuti menemani kucingnya di halaman rumah. Meski ingin melihat suasana di luar, kucingnya yang bernama Boss tidak pernah ingin keluyuran. Ia hanya duduk mengamati jalan tanpa ada keinginan untuk keluar rumah. Kondisi kucing saat ini sangat sehat dan tidak pernah mengalami gangguan saluran kencing.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *