Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Apakah bayi cegukan boleh disusui? Ini yang harus diketahui!

Bayi yang Baru Lahir Sering Mengalami Cegukan

Bayi yang baru lahir sering mengalami cegukan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, dan banyak orang tua cemas ketika melihat anak mereka mengalami kondisi ini. Oleh karena itu, beberapa ibu langsung memberikan ASI atau susu botol kepada bayi saat ia sedang cegukan.

Menurut informasi dari berbagai sumber medis, cegukan pada bayi biasanya tidak berbahaya. Ini adalah kejang kecil pada otot diafragma, yaitu otot yang memisahkan dada dari perut. Cegukan bisa terjadi bahkan sebelum bayi lahir atau saat berada di dalam kandungan. Meskipun terlihat aneh, cegukan justru merupakan bagian dari perkembangan alami bayi.

Apakah Bayi Diperbolehkan Disusui Saat Cegukan?

Beberapa ibu percaya bahwa menyusui bayi saat sedang cegukan dapat membantu menghentikannya. Menurut informasi dari laman One Willow, menyusui atau memberi susu botol saat bayi cegukan memang bisa membantu mengurangi gejala tersebut. Proses menghisap dan menelan yang teratur selama menyusui dapat membantu mengatur diafragma dan mengakhiri episode cegukan.

Jadi, tidak perlu ragu untuk menawarkan payudara atau botol susu kepada bayi saat ia sedang cegukan. Tindakan ini bisa menenangkan si Kecil dan juga membuat Mama dan Papa lebih tenang.

Penyebab Cegukan pada Bayi

Kembali melansir informasi dari Cleveland Clinic, cegukan pada bayi umumnya disebabkan oleh iritasi pada diafragma. Otot ini bisa mengalami kejang atau kram, sehingga menyebabkan pita suara menutup rapat dan menghasilkan bunyi “hik!”.

Salah satu penyebab cegukan adalah ketika bayi terlalu banyak makan atau menelan udara saat menyusu. Hal ini dapat menyebabkan perut membesar dan bergesekan dengan diafragma, sehingga memicu cegukan. Dokter Kylie Liermann menjelaskan bahwa hal ini cukup umum terjadi pada bayi yang sedang berkembang.

Apakah Cegukan Bisa Membuat Bayi Terluka?

Banyak orang tua khawatir jika cegukan bisa menyebabkan rasa sakit pada bayi. Namun, secara umum, cegukan tidak berbahaya. Ini hanyalah kejang kecil pada otot diafragma, yang merupakan bagian alami dari perkembangan bayi.

Beberapa orang tua bahkan mengatakan bahwa cegukan pada bayi merupakan tanda bahwa si Kecil akan cepat besar. Jadi, meskipun terlihat aneh, cegukan justru bisa memberikan manfaat bagi perkembangan bayi. Ibu dan Ayah tidak perlu merasa takut atau khawatir jika anak mereka mengalami cegukan.

Cara Mencegah Cegukan pada Bayi

Secara alami, cegukan pada bayi bisa hilang sendiri dalam waktu 5–10 menit. Namun, jika Mama dan Papa ingin membantu mengurangi frekuensi atau durasi cegukan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Sendawakan bayi saat menyusu:

    Bayi mungkin mulai cegukan karena menelan gas berlebih. Membawa bayi dalam posisi tegak dan menepuk punggungnya dengan lembut bisa membantu mengeluarkan gas tersebut.

  • Perlahankan pemberian makan:

    Jika bayi sering cegukan saat menyusu, cobalah memperlambat gerakan saat memberi makan agar potensi cegukan berkurang.

  • Berikan susu saat bayi tenang:

    Jangan menyusui bayi saat ia sedang marah atau menangis. Kondisi ini bisa mengganggu aliran ASI atau susu formula dan menyebabkan iritasi kerongkongan.

  • Gendong bayi dalam posisi tegak setelah menyusu:

    Posisi ini membantu pencernaan bayi berjalan lancar dan mencegah cegukan.

  • Pastikan dot botol terisi penuh dengan susu:

    Jika menggunakan botol, pastikan dot terisi penuh agar bayi tidak menelan udara berlebih.

  • Gunakan ukuran dot yang tepat:

    Aliran susu pada dot harus sesuai dengan usia bayi. Jika aliran terlalu cepat atau lambat, bisa memperburuk cegukan. Ganti ukuran dot setiap beberapa bulan sesuai perkembangan bayi.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, Mama dan Papa bisa membantu mengurangi frekuensi cegukan pada bayi. Semoga informasi ini bisa menjadi panduan untuk menghadapi situasi cegukan pada si Kecil. Selamat mencoba!

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *