Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Tanda-Tanda ASI Mulai Keluar Saat Hamil

Tanda-Tanda ASI Mulai Keluar Saat Kehamilan

Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah produksi ASI oleh payudara untuk persiapan menyusui setelah melahirkan. Karena itu, beberapa ibu hamil mungkin mengalami keluarnya ASI sebelum waktunya.

Beberapa ibu hamil memperhatikan cairan berwarna kuning, putih, atau bening yang keluar dari puting mereka selama kehamilan. Hal ini bisa terjadi ketika puting dirangsang, payudara ditekan, atau bahkan tanpa alasan yang jelas. Meskipun gejala ini jarang dibicarakan, nyatanya payudara yang mengeluarkan cairan selama kehamilan lebih umum daripada yang kita kira.

Berikut beberapa tanda umum yang menunjukkan bahwa ASI mulai keluar saat kehamilan:

  • Kolostrum bocor: Mama mungkin melihat tetesan kekuningan di bra atau puting, terutama pada trimester ketiga.
  • Sensasi kesemutan atau penuh: Beberapa orang merasakan sensasi kesemutan saat saluran ASI mulai terisi.
  • Puting dan areola lebih gelap: Perubahan hormonal dapat menyebabkan kulit di sekitar puting menjadi lebih gelap.
  • Pembuluh darah lebih terlihat: Peningkatan aliran darah ke payudara dapat membuat pembuluh darah lebih menonjol.
  • Pertumbuhan payudara: Payudara mungkin menjadi lebih besar secara nyata seiring perkembangan saluran ASI.
  • Merasa lebih emosional atau hormonal: Saat tubuh ibu hamil bersiap untuk laktasi, perubahan suasana hati dapat terjadi.

Jika Mama memerah kolostrum dengan tangan, melihat hanya beberapa tetes adalah hal yang normal.

Penyebab Payudara Mengeluarkan ASI Selama Kehamilan

Hormon kehamilan menyebabkan keluarnya cairan dari puting dan payudara yang mengeluarkan cairan selama kehamilan. Selama trimester pertama, kelenjar di payudara yang menghasilkan ASI tumbuh dengan cepat. Tubuh ibu hamil juga melepaskan prolaktin, hormon kehamilan yang mendorong produksi ASI.

Seiring perkembangan kehamilan, kadar prolaktin mulai meningkat. Antara minggu ke-12 dan ke-16, payudara mulai menghasilkan kolostrum, bentuk awal ASI yang berwarna putih krem atau kuning. Sementara semua ini terjadi, estrogen dan progesteron yang diproduksi oleh plasenta bekerja untuk mencegah tubuh mengeluarkan ASI sampai bayi lahir. Namun, terkadang keseimbangan antara semua hormon ini terganggu. Ini seperti menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan—terkadang pedal gas mengalahkan mekanisme pengereman. Dan sedikit ASI bisa bocor keluar.

Kapan ASI Mulai Bocor atau Keluar Selama Kehamilan

Meskipun tubuh mama mulai memproduksi ASI di akhir trimester pertama, payudara tidak mulai mengembangkan kemampuan untuk mengeluirkannya sampai trimester kedua. (Penyedia layanan kesehatan menyebut tahapan ini sebagai laktogenesis I dan laktogenesis II). Akibatnya, kebocoran ASI kemungkinan besar terjadi di akhir kehamilan.

Kebocoran kemungkinan besar dipicu oleh stimulasi puting. Itu bisa ketika Mama melakukan aktivitas yang menyebabkan puting bergesekan dengan pakaian (misalnya, jalan cepat atau kelas olahraga). Namun, ibu hamil mungkin akan melihat beberapa tetes cairan di bra atau pakaian tanpa alasan sama sekali, terutama saat mendekati tanggal persalinan.

Cara Mengatasi ASI yang Keluar Saat Hamil

Tidak banyak yang dapat Mama lakukan untuk mencegah puting mengeluarkan ASI selama kehamilan, tetapi Mama dapat membantu mengendalikan aliran ASI yang tidak terduga. Banyak orang mengalami sensasi geli yang menyertai keluarnya ASI pertama kali. Jika Mama ingin mengendalikan kebocoran, Mama dapat menggunakan lengan untuk memberikan sedikit tekanan pada dada, yang dapat memperlambat “refleks keluarnya ASI”.

Kebocoran ASI selama kehamilan biasanya ringan—hanya beberapa tetes di sana-sini—tetapi jika Mama mendapati bra atau baju basah, Mama mungkin ingin mengenakan bantalan menyusui di dalam bra untuk mencegah bercak.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Jika Mama mengeluarkan lebih dari beberapa tetes dari satu atau kedua puting selama kehamilan—atau jika Mama melihat cairan kental atau bercak darah—sebaiknya Mama membuat janji temu dengan dokter. Sebagian besar waktu, cairan ini disebabkan oleh perkembangan saluran susu yang normal, tetapi juga dapat mengindikasikan saluran susu yang tersumbat yang dapat dengan mudah diobati oleh dokter.









Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *