Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Pesan dari Hulu ke Pantai Parkit: Nestapa Wisata dan Berkah Kayu Hanyutan

Penampakan Kayu Gelondongan di Pantai Parkit, Kota Padang

Pantai Parkit, yang terletak di kawasan Air Tawar Barat, Kota Padang, kini mengalami perubahan drastis. Pada Kamis (22/1/2026) sore, ribuan batang kayu gelondongan dengan berbagai ukuran dan material organik terdampar di sepanjang bibir pantai. Cahaya matahari terbenam yang memantul pada tumpukan kayu tersebut menambah kesan dramatis dari pemandangan yang terjadi.

Aroma asin laut kini berkelindan dengan bau kayu basah yang mulai membusuk. Bagi mereka yang hanya melintas, tumpukan kayu ini mungkin sekadar gangguan visual. Namun, bagi warga setempat, kehadiran kayu raksasa ini adalah potret nyata dari dialektika antara bencana dan berkah.

Kayu Kiriman Banjir Jadi Harapan

Di balik wajah pantai yang mendadak semrawut, terselip narasi tentang ketangguhan warga yang mencoba memetik syukur di tengah kiriman limbah alam yang melimpah. Eli (45), warga yang tinggal tak jauh dari garis pantai, tampak sibuk mengamati beberapa batang kayu yang telah diberi tanda khusus tulisan angka merah.

Ia menjelaskan bahwa tumpukan kayu ini merupakan imbas dari cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang di hulu sungai pada akhir November tahun lalu, yang kemudian terbawa arus hingga terdampar di pantai. Dinas sudah datang ke sini dan memberi tahu bahwa kayu-kayu ini boleh dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan sosial.

Kayu Banjir Disulap untuk Perbaikan Rumah dan Titian

Pemberitahuan dari pemerintah daerah tersebut menjadi secercah harapan di tengah sisa-sisa duka pascabencana. Kayu-kayu tersebut tidak dibiarkan begitu saja melapuk menjadi sampah, melainkan dialokasikan untuk membantu rehabilitasi infrastruktur warga yang rusak.

Eli menyebutkan, kayu tersebut akan diolah secara swadaya untuk memperbaiki rumah warga yang terdampak atau mengganti titian jembatan kayu yang putus diterjang banjir. Meski ada kekurangan, seperti pantai yang kotor, manfaatnya sangat besar.

Pantai Parkit Berganti Rupa, Kayu-kayu Alam Menyusun Lanskap Baru

Namun, di sisi lain, wajah pariwisata Pantai Parkit memang berubah drastis. Bagi pengunjung yang datang, tumpukan kayu ini memberikan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Pantai yang biasanya rapi untuk duduk bersantai kini berubah menyerupai instalasi alam raksasa yang tidak beraturan.

Bima, seorang pengunjung asal Batusangkar, tampak berdiri mematung dengan ekspresi terkejut. Ia mengaku kaget melihat pemandangan yang sama sekali tidak ia duga sebelumnya. Baginya, “hutan” yang mendadak pindah ke tepi laut ini adalah pemandangan yang ganjil sekaligus dramatis.

DLH Tandai Kayu Gelondongan, Warga Ambil Sesuai Aturan

Tak jauh dari posisi Aris, terlihat seorang pengunjung lain, Maya, yang sedang memperhatikan aktivitas warga memotong kayu. Berbeda dengan pengunjung yang hanya fokus pada aspek visual, Maya justru melihat nilai fungsional dari tumpukan material tersebut.

Menurutnya, kebijakan pemerintah mengizinkan warga mengambil kayu adalah langkah solutif yang patut diapresiasi. Fenomena kayu gelondong ini sejatinya adalah “pesan” yang dikirimkan alam dari wilayah hulu ke hilir.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, masyarakat hanya dibolehkan mengambil kayu yang sudah teridentifikasi sebagai limbah hanyutan bencana. Hal ini dilakukan untuk mencegah aksi pembalakan liar yang mengatasnamakan pembersihan pantai.

Meskipun estetika pantai hilang untuk sementara dan kenyamanan pengunjung terganggu, ada rasa kebersamaan yang tumbuh di antara warga. Kini, Pantai Parkit sedang berada dalam masa transisi yang unik. Di satu sisi, ia adalah saksi bisu kerusakan di hulu sungai, namun di sisi lain, ia adalah ladang rezeki dan harapan baru bagi mereka yang mau bekerja keras mengolah sisa-sisa bencana.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *