Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Alasan Syifa, Gadis Banten, Pilih Jadi Tentara AS dengan Gaji Rp49,5 Juta, Ini Tugasnya, Tak Ikut Perang

Kezia Syifa, Gadis Tangerang yang Memilih Bergabung dengan Militer Amerika Serikat

Kezia Syifa (20), seorang gadis asal Tangerang, Banten, kini menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk bergabung dengan militer Amerika Serikat. Ia resmi menjadi anggota Army National Guard atau Garda Nasional Amerika Serikat. Keputusan ini tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui pertimbangan matang dan diskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang lebih dulu menjadi tentara di AS.

Proses Pendaftaran dan Pelatihan Militer

Safitri, ibu Kezia Syifa, menjelaskan bahwa putrinya saat ini masih menjalani masa pelatihan militer. Proses training tersebut dijadwalkan rampung pada Januari 2026. Awalnya, Safitri merasa khawatir karena ia mengira keputusan anaknya berarti harus pergi ke medan perang. Namun, ternyata posisi yang diambil oleh Kezia adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office.

National Guard merupakan komponen cadangan militer Amerika Serikat yang berada di bawah kendali masing-masing negara bagian. Namun dalam kondisi tertentu, National Guard juga bisa dikerahkan untuk kepentingan nasional.

Meski berstatus sebagai warga negara Indonesia, Syifa tetap memenuhi syarat pendaftaran karena keluarganya memegang Green Card. Ia bersama keluarganya diketahui telah menetap di Maryland, Amerika Serikat, sejak pertengahan 2023.

Gaji Tentara Amerika Serikat (US Army)

Berdasarkan laman nasional guard, gaji tentara AS diatur berdasarkan sistem kepangkatan dan masa kerja. Untuk tingkat pemula seperti Syifa yang baru bergabung sebagai prajurit Enlisted (E), gaji yang diberikan mencakup seluruh waktu yang dihabiskan dalam pelatihan. Umumnya, pemula akan menjalani latihan rutin (drill) sekitar dua hari sebulan terlebih dahulu. Kemudian, ditambah dua minggu Pelatihan Tahunan (Annual Training) setiap tahunnya.

Pemula dianggap berada dalam status Tugas Aktif (Active Duty) selama menjalani pelatihan keterampilan kerja serta Pelatihan Tahunan, dan akan dibayar sebagaimana mestinya. Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan seorang anggota Garda Nasional di Amerika Serikat mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta dengan kurs rupiah). Jika dibedah lebih dalam, pendapatan ini setara dengan:

  • $2.922 (Rp49,5 juta) per bulan.
  • $674 (Rp11,4 juta) per minggu.
  • $16,86 (Rp285 ribu) per jam.

Bagi prajurit seperti Syifa, angka ini merupakan pendapatan dasar yang masih bisa berkembang pesat seiring dengan kenaikan pangkat, tingkat pendidikan, dan masa bakti. Meski mayoritas berada di angka $30.000 hingga $38.500, prajurit dengan kualifikasi tinggi (persentil ke-90) bisa membawa pulang hingga $45.000 per tahun.

Faktor-faktor seperti MOS (Spesialisasi Okupasi Militer), lokasi penempatan, dan pengalaman lapangan menjadi kunci utama dalam mendongkrak pendapatan tersebut.

Selain gaji pokok, menjadi anggota Garda Nasional menawarkan berbagai keuntungan finansial yang signifikan, yaitu:

  • Tunjangan Perumahan: Bagi mereka yang memiliki tanggungan (keluarga), tersedia tunjangan tempat tinggal tambahan.
  • Keuntungan Pajak: Pajak penghasilan hanya dikenakan pada gaji pokok. Bonus atau pendapatan tambahan saat bertugas di luar negeri seringkali bebas pajak (tax-exempt).
  • Status Tugas Aktif: Setiap kali dikerahkan untuk pelatihan tahunan atau misi khusus, prajurit dibayar penuh dengan standar Active Duty.

Alasan Utama Kezia Syifa Bergabung dengan Militer

Safitri dan keluarga merupakan diaspora yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023 lalu. Safitri beserta suami dan dua anak perempuannya pindah ke Amerika Serikat setelah mendapat visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap di AS yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal di AS dalam jangka panjang.

Saat ini Safitri dan keluarga tinggal di Kensington, negara bagian Maryland, daerah pinggiran Kota Washington DC. Ia mengatakan sang putri akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS.

Terkait penampilan berhijab yang dikenakan Syifa, Safitri menyebut tidak ada masalah. “Sebelum mendaftar tentu kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab.” “Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia,” ujarnya.

Motivasi utama Syifa mendaftar jadi US Army adalah untuk membangun karakter dan kedisiplinan diri serta meniti masa depan. “Karena tinggal dan bersekolah di Amerika, Kezia memilih jalur yang tersedia secara legal di sana. Keputusan ini bukan semata-mata soal militer, tetapi tentang masa depan dan kedisiplinan,” ujar Safitri.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *