Kafe Carstensz, Simbol Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua
Kehadiran Kafe Carstensz di Nabire menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua. Berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, Nomor 11, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kafe ini tidak hanya menyajikan berbagai menu kopi yang menarik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal melalui komoditas kopi.
Peresmian kafe ini turut dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi seperti Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Norbertus Mote. Keberadaan kafe ini dilengkapi dengan ruang VIP dan fasilitas live music, sehingga bukan sekadar tempat nongkrong biasa, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Norbertus Mote, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Tengah, memberikan apresiasi tinggi atas berdirinya unit usaha ini. Menurut dia, kafe ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Papua Tengah karena sudah menyerap pekerja anak-anak asli Papua.
“Kami berharap tempat usaha lain juga mengikuti jejak ini dengan memberikan lapangan kerja agar generasi muda kita bisa berproses dan mendapat pengalaman berharga,” ujarnya kepada awak media.
Desain dan Konsep Kafe Carstensz
Pemilik Kafe Carstensz sekaligus Ketua Yayasan Somatua, Maximus Tipagau menjelaskan bahwa kafe ini merupakan cabang kedua setelah sukses di Mimika. “Jadi kami memiliki 2 kafe. Pertama di Mimika dan ini yang kedua,” katanya.
Untuk desain kafe di Mimika, mereka menggunakan konsep honai dan rumah adat suku Kamoro. Alasan penggunaan desain ini adalah untuk menggabungkan budaya orang gunung dan pesisir yang ada di Mimika. Sementara untuk bangunan Kafe Carstensz di Nabire digambar oleh marga Ukago, dengan desain lebih modern dan tampilannya lebih banyak gambar-gambar potensi alam Papua Tengah seperti Cartenz di Mimika, Hiu Paus di Nabire, Danau Paniai, dan lain sebagainya.
“Jadi tempat ini dibuka agar orang Papua bisa belajar disini, untuk itu semua yang berkaitan dengan kafe ini merupakan karya nyata anak daerah dan kami tampilkan gambar-gambar ini agar orang tahu bahwa, Papua Tengah punya potensi wisata luar biasa supaya kedepan bisa banyak wisatawan hadir disini,” ujarnya.
Peran Perempuan dan Petani Kopi Asli Papua
Yang mengelola kopi di kafe ini adalah perempuan-perempuan asli Papua, salah satunya lulusan Amerika bernama Lisa Suebu. “Saya sengaja cerita ini, karena kedepan kopi akan booming di dunia, dan kami ingin mengajarkan kepada petani kopi asli Papua bahwa, kedepan kopi akan menjadi ikon kedua di dunia.”
“Untuk itu kita membutuhkan tempat, agar perempuan Papua bisa menjadi customer service dalam melayani kopi yang baik, lalu laki-laki Papua menanam kopi karena tanah kita ini subur,” tambahnya.
Kopi yang digunakan di kafe ini berasal dari Kampung Ugimba, Hitadipa, dan Homeyo, Kabupaten Intan Jaya. “Kenapa kita gunakan kopi asli Papua Tengah karena kami mau buktikan bahwa, tanah ini sangat kaya untuk itu mari masyarakat Papua Tengah kita tanam kopi,” pungkasnya.
Apresiasi dari Bupati Intan Jaya
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menyampaikan bahwa orang Papua sulit untuk saling mengkaderkan. Namun hari ini, pak Maximus dan keluarga telah menunjukkan bahwa, ditempat usaha mereka telah menciptakan SDM asli Papua yang hebat.
Menurut dia, selama ini negara sudah memberikan amanat agar orang Papua menjadi tuan di atas negerinya sendiri. “Sehingga kami orang Papua harus bisa memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik,” katanya.
Aner juga mengapresiasi pengelola kafe Carstensz karena telah mengangkat kopi asli Intan Jaya di tempat usaha mereka. “Sebagai bupati saya juga sudah sampaikan ke seluruh masyarakat Intan Jaya bahwa, hari ini kita tidak perlu lagi menjatuhkan orang, atau cerita orang, tetapi harus memanfaatkan setiap ruang yang telah disediakan dengan menanam kopi, karena itu merupakan investasi jangka panjang,” ujarnya.
Visi Masa Depan
Aner juga mengaku sangat terinspirasi dengan kehadiran tempat usaha tersebut, untuk itu ke depan dia akan membuka kafe-kafe kopi agar bisa memberi lapangan kerja kepada anak-anak asli Papua agar pengangguran dapat ditekan, dan perputaran ekonomi bisa berjalan maksimal.
Kafe Carstensz menyajikan berbagai menu kopi seperti kopi susu panas, manual brew, cappuccino, americano, caffe latte, maca, thai tea, coklat, dan lain sebagainya.











