Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Loki Pindah Malam Ini, Korban Gempa Agam Tempati Huntara Setelah Diresmikan Menko PMK

Warga Mulai Menempati Huntara di Agam

Warga yang terdampak bencana galodo di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai menempati hunian sementara (huntara) setelah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Sejak Sabtu (24/1/2026), para pengungsi yang sebelumnya tinggal di tenda darurat kini dapat bernapas lega di dalam unit huntara.

Salah satu penghuni, Loki, menyatakan komitmennya untuk langsung memboyong istri dan anaknya yang masih duduk di bangku TK. Ia meninggalkan lokasi pengungsian di SDN 05 Kayu Pasak demi kenyamanan keluarga di tempat baru. Loki mengatakan cukup terbantu dengan disediakannya huntara. Jika tidak, para korban bencana akan tetap tinggal di pengungsian, yakni SDN 05 Kayu Pasak di daerah tersebut.

Usai diresmikan, Loki mengaku akan menetap mulai malam ini di huntara bersama istri dan anaknya yang masih menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak (TK). “Alhamdulillah terbantu oleh huntara, saya bisa tinggal di sini dengan istri dan anak. Rencananya langsung tidur di sini nanti malam,” pungkasnya.

Keberadaan Huntara Memberikan Harapan

Warga lainnya, Yeni merasa bersyukur atas kehadiran huntara bagi korban galodo di daerah tersebut. Ia yang sebelumnya menetap di pengungsian pasca galodo akhir November 2025 lalu itu dapat pindah ke huntara mulai Sabtu (24/1/2026). “Tentunya bersyukur, bisa menetap di sini, tidak lagi di pengungsian,” ungkapnya saat ditemui di huntara Blok XX, No. 20 C.

Namun, kata Yeni, huntara tersebut hanya dapat ia huni dalam jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang, ia belum dapat memastikan. Sehingga ia berharap hunian tetap (huntap) dapat disediakan untuk korban bencana ke depannya. Di sisi lain, fasilitas di dalam huntara juga belum sepenuhnya lengkap, seperti kompor, penanak nasi, blender, ember, alat-alat makan dan lain sebagainya. Namun untuk saat ini, di dalam huntara sudah disediakan kasur lipat, tikar, kipas angin, dan sembako.

“Kalau untuk jangka pendek cukup layak, kalau jangka panjang belum. Kalau bisa diberikan fasilitas untuk kebutuhan sehari-hari,” pintanya.

Komitmen Pemerintah dalam Pembangunan Hunian Tetap

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah untuk segera membangun huntap korban galodo bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Penegasan ini muncul saat Pratikno meresmikan 117 unit hunian sementara (huntara) di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sabtu (24/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati Agam, Benni Warlis melakukan serah terima kunci huntara kepada perwakilan warga atau korban terdampak. Usai berakhir, Menko PMK, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito, Kepala BNPB RI, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Bupati Agam Benni Warlis dan pihak lainnya langsung menuju lokasi pemotongan pita peresmian huntara.

Prosesi itu berlangsung sekira pukul 15:21 WIB, tepatnya di bawah gerbang bertuliskan ‘huntara Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan’. Dengan berakhirnya pemotongan pita tersebut, menandakan 117 huntara diresmikan dan siap dihuni korban galodo.

Dalam sesi door stop, Menko PMK Pratikno menyebut pada Senin (24/1/2026) huntara di Agam dan tiga kabupaten lainnya diresmikan. Masyarakat di pengungsian dapat pindah ke huntara bersama keluarga, tentunya tidak selamanya. Sebab kata Pratikno, pemerintah juga tengah menyiapkan hunian tetap (huntap) untuk seluruh korban bencana.

“Sore ini, huntara kita resmikan, warga dapat pindah dari pengungsian bersama keluarga. Ke depan, kami tengah mempersiapkan huntap,” terangnya usai meresmikan huntara. Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Satgas Bencana menuturkan tugasnya melakukan percepatan pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumut dan Sumbar.

Pemulihan bakal dilakukan secepat-cepatnya, dengan mandat ‘membangun lebih baik’. “Kita mulai dengan infrastruktur terlebih dahulu,” tambahnya.

Tampilan Huntara yang Sederhana Tapi Layak

Menjelang diresmikan dan ditempati korban banjir bandang, bangunan hunian sementara (huntara) di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, tampak berjajar rapi dengan bentuk menyerupai barak. Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.11 WIB, seluruh bangunan huntara terlihat telah berdiri dan siap ditempati.

Secara keseluruhan, terdapat 21 barak dengan lima pintu yang terdiri dari 105 unit. Selain itu, tiga barak lainnya memiliki empat pintu dengan total 12 unit, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 117 unit. Setiap barak huntara berukuran sekitar 8,5 x 6,4 meter. Bangunan tersebut menggunakan dinding asbes dan seng putih, serta telah dicor pada bagian lantai.

Permukaan lantai masih tampak kasar dan dilapisi tikar abu-abu bermotif sebagai alas. Secara tampilan, huntara terlihat sederhana dan memanjang, dilengkapi kanopi di bagian depan. Tidak terdapat motif khusus pada bangunan, namun dindingnya dilengkapi beberapa potongan asbes sebagai ventilasi.

Di depan setiap pintu, terpasang stiker bertuliskan nama blok serta kepala keluarga yang akan menempati huntara tersebut. Sementara di bagian dalam, terlihat sejumlah warga sudah mulai menempati unit masing-masing. Ada yang duduk, tidur, hingga bersantai bersama keluarga.

Sejumlah perlengkapan dasar juga telah tersedia di dalam huntara, seperti kipas angin, sapu, serta kasur lipat bertuliskan BNPB. Selain itu, warga juga menerima bantuan sembako yang beragam, mulai dari minyak goreng, gula, beras, hingga makanan ringan.

Di sekitar kawasan huntara, tampak pula pemasangan bendera marawa untuk menyambut kedatangan para pejabat negara yang dijadwalkan meresmikan bangunan tersebut. Sejumlah menteri yang akan hadir di antaranya Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Wakil Menteri Koperasi dan UMKM, serta Wakil Kepala BPS RI.

Salah seorang warga, Amir, menilai bangunan huntara tersebut cukup layak untuk ditempati para korban galodo di Nagari Salareh Aia dan Nagari Salareh Aia Timur. “Huntara untuk korban galodo ini kualitasnya cukup layak. Total ada sekitar 117 kartu keluarga yang akan menempati lokasi ini,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026), sembari bersantai bersama keluarga di dalam huntara.

Sementara itu, hingga pukul 12.48 WIB, petugas masih berjaga di sekitar lokasi. Warga lainnya tampak berkeliaran di kawasan huntara sambil menunggu kedatangan rombongan menteri yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 14.00 WIB.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *