Persaingan di Balik Kursi Deputi Gubernur BI
Persaingan menuju kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak hanya terbatas pada rekam jejak dan pengalaman, tetapi juga menarik perhatian dari sisi harta kekayaan. Tiga nama yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi tersebut adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro. Ketiganya memiliki perbedaan signifikan dalam aset yang dimiliki.
Komisi XI DPR RI telah menerima Surat Presiden (Surpres) yang berisikan tiga nama calon Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung. Nama-nama tersebut mencakup Wakil Menteri Keuangan sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, serta dua tokoh internal BI, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solikin M Juhro.
Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, menyatakan bahwa Surpres tersebut telah dibahas di Bamus dan ditugaskan kepada Komisi XI. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai harta kekayaan ketiga kandidat tersebut:
Thomas Djiwandono: Yang Terkaya
Thomas Djiwandono tercatat sebagai yang paling kaya dari ketiga kandidat. Ia terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Januari 2025. Total kekayaannya secara bersih mencapai Rp74.497.761.234.
Aset terbesar yang dimilikinya adalah satu bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp40.570.630.000. Ia juga memiliki tiga mobil, yaitu Toyota Alphard, Hyundai Staria, dan Lexus dengan total nilai Rp4.215.000.000.
Selain itu, Thomas memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp1.809.500.000, surat berharga senilai Rp13.073.600.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp14.829.031.234.
Dicky Kartikoyono: Yang Paling Sedikit
Dicky Kartikoyono saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI. Ia terakhir kali menyerahkan LHKPN pada Maret 2025. Total kekayaannya secara bersih tercatat sebesar Rp8.397.804.023 setelah dikurangi utang sebesar Rp347.211.498.
Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari tiga bidang tanah dan bangunan senilai Rp6.725.000.000 yang tersebar di Tangerang Selatan dan Bandung. Ia juga memiliki dua motor dan dua mobil, yaitu Honda Beat, Vespa Primavera, BMW 320 CKD, dan Honda HR-V senilai Rp686 juta.
Aset lain yang dimiliki Dicky termasuk harta bergerak lainnya sebesar Rp552.500.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp781.515.521.
Solikin M Juhro: Kekayaan yang Menengah
Solikin M Juhro, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, terakhir kali menyerahkan LHKPN pada Maret 2025. Total kekayaannya secara bersih tercatat sebesar Rp19.893.168.027 setelah dikurangi utang sebesar Rp165.606.973.
Ia memiliki tujuh bidang tanah dan bangunan di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bogor, dan Tangerang senilai Rp13.052.575.000. Solikin juga memiliki satu motor dan dua mobil, yaitu Honda Vario, Toyota Fortuner, dan Alphard senilai Rp651.200.000.
Aset lain yang dimilikinya meliputi harta bergerak lainnya sebesar Rp2.540.000.000, surat berharga senilai Rp1.650.000.000, serta kas dan setara kas sebesar Rp2.165.000.000.
Nama Thomas Tak Diusulkan Prabowo
Meski Thomas Djiwandono masuk dalam daftar usulan, Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa nama Thomas bukan diusulkan oleh Prabowo, melainkan langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo.
Perry Warjiyo menjelaskan bahwa ia yang mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI, termasuk Thomas, kepada Prabowo. Usulan tersebut diajukan untuk mengisi kekosongan setelah Juda Agung mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
“Untuk proses pengisian jabatan sebagai pengganti Bapak Juda Agung tersebut, sesuai ketentuan dalam Undang-undang termasuk memperhatikan persyaratan anggota Dewan Gubernur, saya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 14 Januari 2026 menyampaikan kepada Bapak Presiden rekomendasi usulan calon Deputi Gubernur, yaitu Bapak Thomas Djiwandono, Bapak Dicky Kartikoyono, dan Bapak Solikin M Juhro,” ujar Perry.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











