Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pramono Perketat Kesiapsiagaan, Jakarta Siap Hadapi Ancaman Banjir dengan 3 Strategi Ini

Langkah-Langkah Cepat Pemprov DKI Jakarta dalam Menghadapi Ancaman Banjir

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengambil langkah-langkah cepat dan tegas dalam menghadapi ancaman banjir yang sering melanda ibu kota. Tiga strategi utama telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam waktu dekat.

Kebijakan Work From Home (WFH) untuk ASN dan Pelajar

Salah satu langkah utama yang diambil adalah kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar saat banjir melanda. Pramono menjelaskan bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara situasional, dengan melihat kondisi cuaca ekstrem serta dampak banjir terhadap mobilitas warga.

Pada periode banjir yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026), kebijakan WFH tidak diperlukan karena bertepatan dengan hari libur. Namun, jika banjir serupa terjadi di hari kerja, kebijakan tersebut akan segera diterapkan.

“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home,” ujar Pramono.

Selain itu, kebijakan serupa juga akan diterapkan di sekolah-sekolah agar para murid dapat tetap mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing.

Persiapan Pembangunan Giant Sea Wall

Pemprov DKI Jakarta juga memastikan pembangunan giant sea wall di pesisir utara Jakarta segera dimulai. Gubernur DKI menegaskan bahwa peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis ini direncanakan berlangsung pada September 2026.

“Kapan dimulai? Rencananya groundbreaking itu mulai September tahun ini,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat.

Pembangunan giant sea wall sepenuhnya mengikuti kebijakan dan arahan dari pemerintah pusat. Pramono menyatakan bahwa tanggung jawab Jakarta dalam proyek ini telah diperluas dari 12 kilometer menjadi 19 kilometer.

“Mau 12 kilo atau 19 kilo, Jakarta akan mengerjakan,” kata Pramono.

Sementara menunggu pembangunan giant sea wall, Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat pengamanan wilayah pesisir utara melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) lainnya, seperti pembangunan tanggul-tanggul pantai di wilayah pesisir.

Anggaran Penanganan Banjir Tahun 2026 Aman

Pemprov DKI Jakarta memastikan anggaran penanganan banjir dan cuaca ekstrim tidak mengalami pemangkasan. Pramono menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi banjir harus menjadi prioritas utama demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga.

Langkah-langkah seperti normalisasi sungai, pengendalian cuaca buruk, dan pengadaan pompa tetap disiapkan secara optimal tanpa pengurangan.

“Jadi hal yang berkaitan dengan penelanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut, dan juga pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya men-stressing bahwa tidak ada pengurangan,” ujar Pramono.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta untuk pertama kalinya menyiapkan anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam durasi panjang. Anggaran ini dipersiapkan selama satu bulan penuh, berbeda dengan sebelumnya yang hanya mencakup satu hingga tiga hari.

Kesiapan Infrastruktur sebagai Kunci Utama

Menurut Pramono, kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama agar Jakarta mampu merespons cepat saat hujan ekstrim terjadi. Ia menilai bahwa kesiapan pompa menjadi salah satu faktor penting yang membuat banjir Jakarta relatif cepat surut meski curah hujan sangat tinggi.

“Hampir semua sepanjang pantai utara Jawa itu hari ini juga masih kebanjiran semua. Tetapi kenapa di Jakarta cepat surut? Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu,” ujarnya.

Namun, Pramono mengakui genangan tetap tidak terhindarkan apabila curah hujan berada di level ekstrim seperti yang terjadi pada Minggu (18/1/2026) lalu, di mana curah hujan rata-rata bisa mencapai 260 milimeter.

“Walaupun, kalau kemudian curah hujan rata-rata seperti hari Sabtu-Minggu kemarin di atas 250, itu pasti akan terjadi genangan banjir dimana-mana,” tuturnya.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *