Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Kisah Warga Kotayasa Banyumas Dampak Puting Beliung, Atap Rumah Terbang Akibat Angin Berputar

Peristiwa Puting Beliung di Desa Kotayasa, Banyumas

Puting beliung yang menghancurkan ratusan rumah warga di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/1/2026) sore, meninggalkan rasa panik dan kerusakan parah. Kejadian ini berlangsung dalam hitungan menit, dengan angin kencang yang menerjang dari arah utara, mengangkat seng dan atap rumah hingga beterbangan.

Slamet (60), warga RT 3 RW 3 Desa Kotayasa, mengungkapkan bahwa kejadian terjadi sangat cepat namun dampaknya sangat besar. Ia menjelaskan bahwa awal mula kejadian ditandai oleh pusaran angin dari arah utara. Warga yang melihat kejadian langsung keluar rumah sambil berteriak memperingatkan orang lain.

“Awal-awal saya lihat ada pusaran angin dari utara. Kita keluar rumah sambil teriak ke warga lain. Paling parah itu atap-atap rumah berterbangan,” ujar Slamet.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB waktu menjelang maghrib. Saat kejadian, Slamet dan keluarganya masih berada di dalam rumah. Mereka tidak mengungsi ke pos pengungsian, melainkan hanya berpindah ke rumah tetangga dan saudara.

Sementara itu, Dila (24), warga RT 5 RW 3 Desa Kotayasa, juga menyampaikan kesaksian serupa. Ia menyebut angin puting beliung muncul sekitar pukul 17.00 WIB lebih, disertai hujan yang tidak terlalu besar.

“Jam 17.00-an lebih, kaya hujan batu terus atap saya mau lepas tapi kayanya nggak jadi. Terus angin itu muter di depan rumah saya besar banget, sekitar lima menit lebih,” ujar Dila.

Dila mengatakan angin berputar tepat di depan rumahnya dan bergerak dari arah utara lalu menghilang ke arah selatan. Setelah kejadian, seng-seng atap rumah warga berserakan di jalan. Ia memilih bertahan di dalam rumah bersama ibu dan anaknya yang masih kecil karena takut keluar.

“Kami bertahan di dalam rumah karena takut, bareng sama ibu dan anak saya masih kecil. Nggak berani keluar. Ini baru pernah kejadian yang anginnya sampai besar banget,” tuturnya.

Data Kerusakan Rumah

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan, menyampaikan data sementara jumlah rumah terdampak angin puting beliung di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang. Di RW 03, rumah terdampak tersebar di enam RT, yakni RT 11 sebanyak 17 kepala keluarga (KK), RT 03 sebanyak 29 KK, RT 02 sebanyak 29 KK, RT 04 sebanyak 43 KK, RT 05 sebanyak 35 KK, serta RT 01 sebanyak 3 KK. Total terdampak di RW 03 mencapai 156 KK.

Selain itu, di RW 05 terdapat rumah terdampak di RT 07 sebanyak 9 KK dan RT 01 sebanyak 4 KK, dengan total 13 KK. “Jumlah total rumah rusak mencapai 169 rumah,” kata Dwi Irawan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara empat rumah lainnya mengalami rusak berat.

Tindakan Darurat dan Bantuan

Camat Kecamatan Sumbang, Hermawan Novianto, mengatakan pascakejadian puting beliung, pihaknya langsung menggelar apel siaga bencana pada Sabtu pagi. “Kejadian puting beliung paling hanya lima menit, tapi karena cuaca dan daerah titik tertinggi yang dilintasi angin, dampaknya cukup besar,” ujar Hermawan.

Ia memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan didominasi oleh atap dan seng rumah warga yang terlepas dan beterbangan. “Tidak ada yang terluka, tapi atap atau sengnya berterbangan,” katanya.

Hermawan menambahkan, tidak ada warga yang mengungsi ke pos pengungsian. Namun, tercatat sebanyak 69 kepala keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah saudara. “Tidak ada yang mengungsi, hanya 69 KK mengungsi ke tempat saudara,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi bahaya lanjutan, pada Jumat malam dilakukan pemadaman listrik di wilayah terdampak. Langkah tersebut diambil karena terdapat sejumlah kabel listrik yang terlepas. “Semalam juga dilakukan pemadaman listrik karena kabel-kabel juga ada yang terlepas untuk meminimalisir strum listrik,” ucap Hermawan.

BPBD Banyumas akan menyiapkan dapur umum lapangan untuk membantu kebutuhan warga terdampak. “Akan dibuat dapur umum lapangan yang disiapkan BPBD Banyumas untuk warga,” katanya.

Hermawan menyebut kejadian puting beliung di wilayah pegunungan sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun, dampak kerusakan rumah seperti di Desa Kotayasa baru kali ini dirasakan warga. “Kejadian puting beliung area wilayah pegunungan sudah banyak terjadi, tapi kalau terdampak baru kali ini. Kalau kemarin-kemarin kan hanya pohon tumbang,” terangnya.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *