Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Calon Investor Siap Kembangkan Kebondalem Jadi Pusat Olahraga dan Hiburan, PKL Berharap Kembali

Pemkab Banyumas Siapkan Pembangunan Kawasan Sportainment di Kebondalem Purwokerto

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, sedang mempersiapkan rencana pembangunan kawasan baru di Kompleks Kebondalem Purwokerto. Rencananya, bangunan yang selama ini mangkrak akan diubah menjadi pusat olahraga dan hiburan, atau yang dikenal dengan istilah sportainment.

Sebelumnya, tanah di Kebondalem sempat menjadi objek sengketa antara Pemkab Banyumas dan PT Graha Cita Guna (GCG). Namun, pada Maret 2025, Kejaksaan RI secara resmi menyerahkan aset tanah tersebut kepada pemerintah setempat. Dengan penyerahan aset ini, berbagai rencana penataan mulai dilakukan.

Rencana pengembangan Kompleks Kebondalem ini disambut baik oleh warga sekitar. Salah satu pedagang kaki lima (PKL), Sari (62) mengungkapkan bahwa isu pembangunan di bekas gedung mangkrak tersebut sudah menjadi topik tiap tahun. Jika benar-benar dilaksanakan, dia menyambut senang karena dampaknya akan meramaikan kembali area tersebut.

Selain itu, para PKL juga berharap bisa kembali berdagang di kawasan tersebut. Seorang penyewa ruko di Kebondalem, Nota Darsino (50) mengatakan, jika pembangunan berhasil dilakukan, maka kawasan ini akan lebih menarik minat masyarakat. Ia juga berharap agar para PKL yang dulu digusur dapat dikembalikan ke tempat semula.

Pengembalian PKL Terdampak

Mustangin, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kebondalem, menjelaskan bahwa kondisi UMKM di Kebondalem saat ini sangat memprihatinkan. Dulu, kawasan ini merupakan pusat perbelanjaan yang ramai. Namun, saat ini banyak PKL yang tutup atau bangkrut.

Menurut Mustangin, ada sekitar 137 UMKM yang dulunya berdagang di Kebondalem. Namun, saat ini hanya 27 orang yang masih berjalan dan mengalami kesulitan. Ia berharap, dengan adanya pembangunan, para PKL bisa kembali menempati kawasan tersebut.

Pada 2017, para PKL dipindahkan ke Pasar Sari Mulyo sebagai bagian dari upaya menyelesaikan sengketa antara Pemkab Banyumas dan PT GCG. Namun, sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda bahwa mereka akan kembali ke tempat semula.

Tiga Tahap Pengembangan

Adi Prasetyo, Kepala Bidang Aset Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Banyumas, menjelaskan bahwa luas tanah yang dikelola Pemkab Banyumas mencapai 20.637 meter persegi. Kawasan ini pertama kali menjadi pusat perbelanjaan yang kemudian berkembang menjadi Kompleks Kebondalem.

Pembangunan pasar modern dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pada 1980, 1982, dan 1986. Bangunan mangkrak yang terletak di belakang Swalayan Matahari rencananya akan dibangun kembali sebagai pusat olahraga dan hiburan.

Proses Tender dan Investor

Adi mengungkapkan bahwa proses tender untuk pembangunan kawasan ini masih dalam tahap persiapan. Meski belum ada detail pasti, namun sudah ada calon investor yang menunjukkan minat untuk mengelola dan membangun gedung tersebut.

Rencananya, kawasan ini akan menjadi pusat sportainment, yang menggabungkan aktivitas olahraga dan hiburan. Adi juga menyampaikan bahwa nilai pekerjaan untuk pembangunan masih dalam pengkajian dan akan ditentukan melalui lelang kerjasama pemanfaatan aset.

Harapan Warga dan Para Pedagang

Para warga dan pedagang berharap pembangunan ini dapat membawa kembali kejayaan Kompleks Kebondalem seperti dulu. Mereka berharap, selain memberikan manfaat ekonomi bagi para PKL, kawasan ini juga dapat menjadi destinasi baru bagi masyarakat Purwokerto.

Dengan adanya pembangunan, diharapkan kawasan ini dapat menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang lebih dinamis. Para pedagang dan warga berharap, pemerintah dapat segera menyelesaikan segala hal yang masih tertunda agar keberlanjutan kawasan ini dapat tercapai.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *