Data Terbaru Mengenai Makan Bergizi Gratis di Bali
Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali mencatat jumlah penerima atau sasaran manfaat makan bergizi gratis (MBG) berdasarkan data dapodik sejumlah 1 juta penerima. Dengan jumlah tersebut, rata-rata kebutuhan MBG di Bali harus dipenuhi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjumlah 355 unit.
Jumlah siswa yang sudah mendapatkan MBG sebanyak 182.782 ribu siswa. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator BGN Provinsi Bali Risca Christina ketika ditemui pada Jumat 9 Januari 2026.
Saat ini jumlah SPPG di Bali sebanyak 178 unit namun yang sudah beroperasi sebanyak 147 unit, sisanya masih dalam persiapan operasional. Sementara jumlah siswa yang sudah menerima MBG di Bali kurang lebih 507 ribu siswa termasuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
“Kalau penambahan (SPPG) target sendiri itu kan kami ada portal mitra yang di mana jikalau ada mitra yang ingin bekerja sama dalam dapur itu bisa mendaftar di sana, terakhir kami lihat sekitar 211 yang mendaftar untuk menjadi mitra BGN mendaftar sebagai SPPG,” jelas Risca.
Kabupaten/Kota terbanyak penerima MBG di Bali yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng. Kabupaten Buleleng menjadi penerima MBG terbanyak sebab luas wilayahnya. Sementara untuk Kota Denpasar masih belum menyeluruh sebab kepadatan jumlah siswa.
Untuk target penerima MBG di Tahun 2026, diakui Risca belum bisa untuk mendapatkan MBG sepenuhnya. Sebab terdapat beberapa SPPG yang sedang melakukan persiapan. Sebelum memberikan MBG tersebut BGN harus berkoordinasi dengan guru, melakukan pengecekan supplier, bahan baku dan sebagainya.
“Sehingga target untuk 507 ribu penerima manfaat itu belum bisa kami realisasikan,” katanya.
Kendati tak dapat memenuhi target itu, Risca mengatakan telah berusaha sebaik mungkin agar target dapat diselesaikan di pertengahan atau sampai akhir Januari agar terealisasi.
Mengapa jumlahnya hanya 182.782 siswa? Sebab pada satu SPPG saat akan beroperasi, BGN akan mengarahkan agar pemberian manfaat dibatasi 1000 penerima terlebih dahulu. Setelah pemberian manfaat sejumlah 1000 penerima di minggu kedua pemberian manfaat ditambah menjadi 500 penerima dan seterusnya. Seperti uji coba tapi harus berkelanjutan tidak boleh berhenti dan sudah menyebar di seluruh Bali.
Jumlah SPPG untuk Tahun 2026 direncanakan akan bertambah sehingga kemungkinan di Tahun 2026 ini akan ada sekitar kurang lebih 180 SPPG tambahan tersebar di Bali. Jika diamati melalui portal, BGN menilai seluruh Kabupaten/Kota di Bali memenuhi kuota untuk mendirikan SPPG.
Tetapi terkendala pada proses pembangunan, dimana mitra mampu tidak menyelesaikan proses pembangunan SPPG selama 45 hari. “Jadi kendalanya itu di proses pembangunannya itu di kabupaten Klungkung, masih sedikit sekitar 7 SPPG,” “Yang terbanyak itu di Denpasar sudah sekitar yang berjalan itu sekitar 23 SPPG,” “Jembrana 21 SPPG kurang lebih, Tabanan 21 SPPG tertinggi,” paparnya.
Sementara untuk SPPG di Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan masuk dalam kategori SPPG 3T. Atau daerah terpencil dan sedang dalam proses pembangunan juga. Sementara untuk di Klungkung, sudah terdapat beberapa SPPG berdiri di kawasan Kota namun di beberapa Desa dan pelosok masih menjadi PR.
Di Nusa Penida, SPPG reguler atau yang kapasitasnya 3.000 penerima manfaat sudah tersedia namun hanya berjumlah satu SPPG.
BGN Provinsi Bali biasanya akan melakukan evaluasi mengenai MBG pada waktu seminggu sekali. Sebab selain melakukan laporan ke pusat, BGN juga harus melakukan monitoring dan evaluasi ke beberapa SPPG yang dimana jika memang dari beberapa SPPG itu terdapat permasalahan, BGN langsung meluncur membantu menyelesaikan permasalahan.
Untuk harga satu porsi MBG berdasarkan bahan baku untuk balita sampai anak SD kelas 3 seharga Rp. 8.000. Untuk siswa SD kelas 4 sampai SMA, ibu hamil dan ibu menyusui seharga Rp. 10.000. Harga tersebut sudah sesuai dengan juknis yang berlaku dari pusat. Anggaran untuk MBG langsung diterima BGN Provinsi dari BGN pusat sehingga tidak menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota.
Ia pun berharap Tahun 2026, BGN di Provinsi Bali atau MBG yang berjalan di Provinsi Bali tetap menjaga kualitas dan integritas. Kemudian juga semoga kedepannya disini Satgas Provinsi dapat mendukung BGN untuk melakukan monitoring dan evaluasi.
“Yang dimana semoga ke depannya itu kami tetap bisa menjalin kerjasama yang baik dan juga agar terhindar hal-hal yang tidak diinginkan,” “Kami harapannya seperti itu dan kami juga berharap untuk para mitra segera membangun apalagi yang sudah masuk ke proses persiapan,” “Agar SPPG yang ada di Provinsi Bali ini segera terrealisasikan semuanya,” pungkasnya.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











