Kekhawatiran Masyarakat di Sekitar Sungai Cipanas II Akibat Kerusakan Tanggul
Memasuki puncak musim penghujan, kekhawatiran kembali menghantui warga di sepanjang aliran Sungai Cipanas II, Kabupaten Indramayu. Kondisi fisik tanggul yang mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan di sejumlah titik memicu kecemasan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir dan pernah merasakan dampak bencana di masa lalu.
Sungai Cipanas II merupakan salah satu sungai besar di Indramayu dengan bentang mencapai kurang lebih 20 kilometer. Sungai ini mengalir dari wilayah hulu di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, hingga bermuara ke wilayah Desa Santing, Kecamatan Losarang. Dengan lebar sungai lebih dari 50 meter, Cipanas II memiliki peran vital sebagai saluran pengendali air, khususnya saat curah hujan tinggi.
Namun, di balik peran strategis tersebut, kondisi tanggul sungai kini menjadi sorotan. Warga di sejumlah desa mulai menemukan titik-titik tanggul yang dianggap kritis akibat tergerus derasnya aliran air dan longsoran tanah. Kerusakan ini dinilai berpotensi memicu bencana jika tidak segera ditangani.
Salah satu warga Desa Muntur, Kecamatan Losarang, mengungkapkan kegelisahannya saat melihat kondisi tanggul di beberapa lokasi. Menurutnya, bagian tanggul di tikungan sungai terlihat semakin menipis dan rawan ambrol. Ia menyebutkan setidaknya ada dua titik yang paling mengkhawatirkan, yakni di sekitar Blok Surna dan Blok Jamban Butak, Desa Santing.
“Di dekat tikungan sungai Blok Surna, tanggulnya sudah kelihatan tipis dan rawan. Di Blok Jamban Butak juga sama, ada longsoran yang cukup parah,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu 3 Januari 2026.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Tragedi jebolnya tanggul Sungai Cipanas II pada tahun 2020 masih membekas kuat dalam ingatan masyarakat Losarang dan sekitarnya. Saat itu, tanggul jebol dengan lebar lebih dari 15 meter dan menyebabkan banjir besar yang merendam sedikitnya enam desa. Kerugian materi yang dialami warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, belum termasuk kerugian sektor pertanian dan trauma psikologis masyarakat.
“Kalau hujan deras begini, kami jadi teringat kejadian tahun 2020. Jangan sampai terulang lagi, karena dampaknya sangat besar,” tambah warga tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sepanjang wilayah Kecamatan Losarang terdapat beberapa titik tanggul yang mengalami penurunan kualitas. Longsoran tanah di bagian luar tanggul terlihat di sejumlah lokasi, terutama di area tikungan sungai yang menjadi titik rawan akibat tekanan arus air.
Sementara itu, pengamat pengairan Sungai Cipanas II, Erun, mengakui bahwa kondisi tanggul memang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, dalam sistem sungai sepanjang Cipanas II, keberadaan titik kritis pada tanggul merupakan hal yang tidak bisa dihindari, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Yang namanya tanggul kritis pasti ada. Untuk jumlah pastinya memang belum terdata secara detail, tapi dari pengamatan awal memang terdapat beberapa titik yang perlu diwaspadai,” kata Erun.
Meski demikian, Erun menyebutkan bahwa hingga saat ini debit air Sungai Cipanas II masih berada dalam kondisi aman. Ia menegaskan bahwa situasi sungai masih terkendali, namun tetap diperlukan langkah antisipatif untuk mencegah risiko yang lebih besar.
“Untuk kondisi air saat ini masih aman. Tapi dengan curah hujan yang terus meningkat, penguatan dan pemantauan tanggul harus segera dilakukan,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi tanggul Sungai Cipanas II. Upaya perbaikan dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan darurat saat bencana sudah terjadi.
Dengan musim hujan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, warga di sepanjang aliran Sungai Cipanas II kini hidup dalam kewaspadaan. Harapan besar disematkan agar langkah antisipasi segera dilakukan, sehingga peristiwa kelam enam tahun silam tidak kembali terulang dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











