Penyegaran Birokrasi di Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, resmi melantik delapan kepala dinas dan sejumlah pejabat lainnya sebagai bagian dari penyegaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pelantikan ini dilakukan pada Jumat, 2 Januari 2026, sebagai langkah untuk menjaga kinerja organisasi tetap optimal.
Rotasi jabatan ini berbasis pada penilaian kinerja atau “rapor” yang dimiliki setiap pejabat struktural. Hal ini dilakukan agar tidak ada jabatan yang terlalu lama ditempati oleh satu orang. Menurut Eri, rotasi ini merupakan hal yang wajar dan diperlukan untuk memastikan bahwa setiap posisi diisi oleh orang yang tepat dan mampu memberikan kontribusi maksimal.
Perubahan Struktur Jabatan
Salah satu perubahan yang menarik adalah pergantian Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, yang digeser menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya. Yusuf akan digantikan oleh Febrina Kusumawati, mantan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag).
Selain itu, Hidayat Syah, mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, dilantik sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Ia menggantikan Syamsul Hariadi yang kini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Sedangkan Agus Imam Sonhaji, mantan Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, menjabat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brinda), yang merupakan OPD terbaru di Pemkot Surabaya.
Proses Pengisian Jabatan
Selain rotasi jabatan, Pemkot Surabaya juga melantik dua kepala OPD baru hasil lelang jabatan. Lasidi, mantan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kini menjabat sebagai Kepala DPMPTSP. Sementara Iman Kristian Maharhandono, mantan Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP, kini menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).
Ario Bagus Permadi, mantan Camat Gunung Anyar, dilantik sebagai Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan menggantikan Sudadi yang digeser menjadi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika. Selain itu, Wali Kota Eri juga melantik sekitar 8 Sekretaris Dinas, 12 Kepala Bidang di sejumlah dinas, 6 camat, dan puluhan polisi lainnya.
Dasar Rotasi Jabatan
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa seluruh proses rotasi dan pengisian jabatan didasarkan pada sistem penilaian kinerja atau “rapor” yang dimiliki setiap pejabat struktural. “Setiap kepala OPD itu pasti ada rapotnya. Setiap kepala bidang pasti ada rapotnya. Camat, lurah pasti ada rapotnya. Setiap yang dijanjikan ada jadi nilai,” tegas Eri.
Ia menyebutkan, penilaian tersebut berbasis output dan outcome kinerja yang telah dijanjikan oleh masing-masing pejabat. Ke depan, hasil penilaian itu bahkan akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat setiap enam bulan sekali. “Kita akan sampaikan kepada masyarakat Surabaya setiap 6 bulan sekali. Sehingga ketika terjadi perubahan masyarakat itu mulai terbiasa,” ujar Eri.
Tidak Dipengaruhi Kepentingan Politik
Lebih lanjut, Eri menekankan bahwa jabatan struktural di Pemkot Surabaya tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik. Menurutnya, rotasi maupun penurunan jabatan murni ditentukan oleh kinerja. “Struktural ini adalah kepentingan masyarakat yang lebih panjang. Bukan kepentingan politik. Kinerjanya bagus ya diteruskan, kinerjanya tidak bagus ya diturunkan,” ujarnya.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Berikut adalah daftar pejabat Pemkot Surabaya yang ikut dalam pelantikan:
- SYAMSUL HARIADI: Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- AGUS IMAM SONHAJI: Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah
- HIDAYAT SYAH: Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga
- MIA SANTI DEWI: Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan
- FEBRINA KUSUMAWATI: Kepala Dinas Pendidikan
- YUSUF MASRUH: Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- T. IMAN KRISTIAN MAHARHANDONO: Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan
- LASIDI: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
- ARIO BAGUS PERMADI: Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan











