Bocah 6 Tahun Hilang di Banjir, Pencarian Masih Berlangsung
Seorang bocah berusia 6 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus banjir yang melanda wilayah Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (2/1/2026) petang, saat ibu korban sedang mengantre untuk mengambil bantuan sosial (bansos) di kantor kelurahan.
Bocah bernama Z tersebut dinyatakan hilang setelah meninggalkan lokasi bersama kakaknya. Saat itu, korban dan kakaknya memutuskan untuk pergi membeli jajanan di depan kantor kelurahan. Namun, setelah kembali, korban tidak lagi terlihat. Menurut keterangan dari kakak korban, Janisa (18), Z sempat menyampaikan rencananya untuk kembali ke kantor sendirian.
Kondisi di sekitar lokasi diketahui sempat tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Diperkirakan, korban terbawa arus sungai yang meluap. Kepala Polsek Cihideung, Kompol Rusdiyanto, membenarkan bahwa pencarian terhadap Z masih berlangsung hingga Jumat malam.
Upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, termasuk area sungai yang diduga menjadi titik hanyutnya korban. Selain itu, polisi juga telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga maupun kantor kelurahan. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Menurut informasi dari Janisa, saat kejadian, jalanan memang tergenang air, tetapi tidak terlalu deras. Ia awalnya mengira adiknya sudah kembali ke kelurahan bersama ibunya. Namun, ternyata Z tidak kembali dan hilang tanpa jejak. Hingga Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB, keberadaan korban masih belum diketahui.
Selain kasus bocah hilang, ada juga laporan tentang penjual telur gulung yang tewas setelah diamuk massa. Korban bernama MR (32) ditemukan dalam kondisi luka parah di halaman kontrakan AS, bosnya, di Jakarta Selatan. Kejadian ini bermula saat MR menghilangkan sepeda motor milik AS. Setelah beberapa hari mencari, AS dan temannya menemukan MR di Stasiun Bekasi.
Mendengar teriakan “maling motor” dari AS, para pengemudi ojek online langsung mengejar MR. Akibatnya, korban ditangkap dan diamuk massa. Setelah kejadian tersebut, MR dibawa ke kontrakan AS dan dibiarkan dalam keadaan terikat. Pada pagi hari, MF kembali ke kontrakan dan menemukan MR dalam kondisi tidak sadarkan diri. Akhirnya, korban dinyatakan tewas setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Upaya Pencarian Terus Dilakukan
Petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Z, meskipun cuaca mulai membaik. Mereka memastikan semua kemungkinan telah dipertimbangkan, termasuk kemungkinan korban tersesat atau terbawa arus banjir. Tim pencari juga meminta masyarakat untuk membantu dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan korban.
Di sisi lain, kasus tewasnya MR telah menjadi viral di media sosial. Pengguna internet mulai mempertanyakan proses hukum yang dilakukan terhadap pelaku pemukulan. Beberapa netizen menyebut tindakan massa terhadap MR tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Dalam waktu dekat, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Mereka juga akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang terlibat dalam kejadian tersebut. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu hasil investigasi untuk mendapatkan kejelasan atas kematian MR.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











