Jalan Lubuk Basung–Maninjau Tertutup Material Banjir Bandang
Jalan Lubuk Basung–Maninjau di Jorong Pasa Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalami penutupan akibat material banjir bandang. Kejadian ini terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.45 WIB usai pergantian tahun baru. Material yang menutupi jalan mencapai panjang sekitar 70 meter dengan ketebalan lebih dari satu meter.
Hingga Jumat (2/1/2025), kendaraan masih belum bisa melintas karena arus sungai yang deras. Untuk mengatasi masalah ini, alat berat dari PSDA Provinsi Sumbar telah dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang dan membuka kembali akses jalan.
Peristiwa Banjir Bandang yang Berulang
Pasar Maninjau sering kali menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor. Pada Kamis (1/1/2026), kejadian tersebut terjadi sebanyak lima kali. Meski terjadi beberapa kali hingga siang hari, BPBD Agam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Banjir bandang dan longsoran terjadi sesaat setelah malam pergantian tahun baru, tepatnya sekira pukul 01.45 WIB. Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengonfirmasi bahwa banjir bandang dan longsor tersebut terjadi berulang kali sejak dini hari hingga Kamis siang.
Petugas mencatat ada dua kejadian besar pada dini hari dan tiga kali susulan yang terjadi saat pagi hari. Abdul Ghafur menyebutkan bahwa sebelumnya banjir bandang dan longsor di daerah tersebut sudah terjadi beberapa kali. Ia menjelaskan bahwa total banjir bandang beserta longsor sejak Kamis dini hari hingga siang mencapai lima kali.
Bunyi Gemuruh yang Menghebohkan
Melalui keterangan Kabid KL BPBD Agam, Abdul Ghafur, ia membenarkan terkait banjir bandang yang menerjang Pasar Maninjau. “Benar, kejadiannya pada Kamis dini hari, saya kebetulan di lokasi sekira pukul 01:45 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp.
Ia menjelaskan, sebelum banjir bandang menerjang, terdengar bunyi gemuruh yang cukup keras, sehingga ia bersama masyarakat lainnya berlarian ke tempat aman. “Warga nagari Maninjau termasuk saya yang juga berada di lokasi langsung berhamburan keluar bangunan,” jelasnya.
Kata Abdul, bunyi gemuruh pertama yang terdengar sekira pukul 01:45 WIB dan terdapat susulan-susulan lainnya. “Pas gemuruh pertama, kami berlarian ke bawah, tapi batu besar yang terbawa banjir bandang masih tertahan,” pungkasnya.
Sampai saat sekarang, ujar Abdul, pihaknya sedang berada di lokasi untuk melakukan peninjauan kembali. Sementara itu, akibat banjir bandang tersebut, membuat beberapa rumah ikut terdampak. “Untuk datanya kita belum bisa berikan, masih dalam tahap pendataan,” katanya.
“Sedangkan untuk korban jiwa tidak ada, warga juga sudah dievakuasi ke tempat aman,” tambahnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











