Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

Info Harga Pupuk Subsidi Turun, Tahang HS Cek Jumlah Karung di Gudang Desa Rias

Penyerapan Pupuk Subsidi di Desa Rias Meningkat Tajam

Pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi pupuk subsidi menjadi fokus utama para distributor di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Salah satu distributor, Tahang HS, melakukan pemeriksaan kondisi dan jumlah karung pupuk yang tersimpan di gudang penyimpanan. Tujuannya adalah memastikan kelancaran penyaluran pupuk kepada petani sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Pada tahun 2025, penyerapan pupuk subsidi di Desa Rias mengalami lonjakan signifikan. Total kebutuhan pupuk untuk tahun ini mencapai 988 ton, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 558 ton. Lonjakan ini dipicu oleh dua faktor utama: peningkatan indeks penanaman (IP) petani dan kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen.

Peningkatan Indeks Penanaman

Indeks penanaman (IP) merupakan metode untuk meningkatkan produksi padi tanpa perlu tambahan fasilitas irigasi atau lahan baru. Dengan IP 300, petani dapat menanam padi dari dua hingga empat kali dalam setahun di lahan yang memiliki irigasi sepanjang tahun. Pada tahun 2024, petani masih menerapkan IP 100 hingga 200, sehingga kebutuhan pupuk relatif terbatas. Namun, pada tahun 2025, program swasembada pangan mendorong petani untuk meningkatkan IP menjadi 300.

Dengan peningkatan IP, produksi padi petani semakin meningkat. Hal ini juga berdampak pada peningkatan permintaan pupuk subsidi. Tahang HS menyebutkan bahwa terjadi lonjakan penyerapan pupuk sekitar 43 persen di Desa Rias.

Penurunan Harga Pupuk Subsidi

Selain peningkatan IP, faktor lain yang mendorong tingginya penyerapan pupuk subsidi adalah kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk. Untuk pupuk urea, harga sebelumnya Rp2.250 per kilogram kini turun menjadi Rp1.800 per kilogram. Jika dihitung per sak dengan berat 50 kilogram, harga pupuk urea turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak.

Sementara itu, pupuk NPK Phonska yang sebelumnya dijual Rp2.300 per kilogram kini menjadi Rp1.840 per kilogram, atau dari Rp115.000 per sak menjadi Rp92.000 per sak. Tidak hanya pupuk kimia, harga pupuk organik juga mengalami penurunan dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram.

Penyesuaian harga ini membuat petani semakin antusias memanfaatkan kuota pupuk subsidi yang telah ditetapkan pemerintah. Tahang HS menjelaskan bahwa seluruh petani di Desa Rias mengambil kuota pupuk mereka sesuai alokasi. Antusiasme petani meningkat karena biaya produksi bisa ditekan.

Distribusi Sesuai Mekanisme

Seluruh penyaluran pupuk subsidi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Mulai dari alokasi hingga penebusan pupuk oleh petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Khusus untuk IP 300, pihaknya menyalurkan pupuk subsidi bagi 25 dari total 35 kelompok tani yang melakukan penanaman IP 300.

Tujuan dari alokasi ini adalah meningkatkan hasil produksi padi dan mendukung program ketahanan dan swasembada pangan. Kebutuhan pupuk subsidi bagi petani padi pada masa tanam IP 300 untuk 25 kelompok sebanyak 250 ton. Per satu hektare lahan akan mendapatkan alokasi sebanyak 400 kilogram pupuk dengan dua jenis berbeda-beda. Semakin luas lahan sawah, maka petani akan mendapatkan penambahan alokasi kebutuhan pupuk subsidi.

“Sesuai e-RDKK pupuk subsidi diberikan untuk satu hektare lahan itu 100 kilogram pupuk urea dan 300 kilogram pupuk NPK Phonska,” paparnya.

Harapan Petani di Masa Depan

Meski distribusi pupuk subsidi berjalan lancar, Tahang menyampaikan sejumlah harapan dari para petani ke depan. Salah satunya adalah penambahan kuota pupuk subsidi, terutama pupuk yang dapat memperbaiki kondisi tanah sawah. Ia menyebutkan, kualitas tanah pertanian di Desa Rias mengalami penurunan pH akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang.

Tak hanya pupuk, petani Desa Rias juga mengharapkan dukungan sarana produksi pertanian (saprodi) lainnya, seperti bantuan benih unggul dan pestisida. Dengan dukungan tersebut, diharapkan produktivitas pertanian dapat terus meningkat seiring dengan bertambahnya indeks penanaman.

“Harapan kami, dengan penambahan pupuk dan saprodi lainnya, antusias petani semakin meningkat. Desa Rias diharapkan bisa menjadi salah satu daerah swasembada pangan seperti yang kita inginkan,” pungkas Tahang.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *