Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Daerah  

3 Fakta Penting Hasil Pemeriksaan Jembatan Mahulu Samarinda Pasca Tabrakan Tongkang Batu Bara

Jembatan Mahulu Aman, Namun Kerusakan Tetap Terjadi

Jembatan Mahulu di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, telah diverifikasi oleh Dinas PUPR-PERA Kaltim bahwa jembatan tersebut aman untuk dilewati setelah mengalami insiden tabrakan dengan kapal tongkang. Meski begitu, terdapat kerusakan visual yang terjadi pada bagian fender dan pilar jembatan.

Hasil Pengukuran Jembatan

Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PERA Kaltim, Muhran, menjelaskan bahwa pengukuran kondisi jembatan dilakukan selama dua hari terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa pilar jembatan yang bernama PIR 5 dan PIR 6 masih dalam posisi tegak lurus dan masuk dalam batas toleransi teknis. Hal ini menunjukkan bahwa jembatan masih aman untuk digunakan.

Selain itu, pengukuran terhadap lantai jembatan juga menunjukkan bahwa lantai tetap lurus dan tidak mengalami kerusakan signifikan. Meskipun demikian, secara visual terdapat kerusakan akibat benturan. Fender di sisi hulu dilaporkan tenggelam, sedangkan pilar mengalami gompal atau terkelupas.

Namun, keberadaan fender dinilai mampu melindungi pilar dari kerusakan lebih parah. Fender merupakan struktur pelindung yang dipasang di sekitar pilar jembatan atau dermaga untuk menahan dan menyerap energi benturan kapal. Fender umumnya terbuat dari karet (rubber fender), baja, atau kombinasi material lain yang elastis. Bentuknya bisa V-shape, silinder, atau panel sesuai kebutuhan teknis.

Tanggung Jawab Penabrak

Muhran menyatakan bahwa pihak penabrak akan bertanggung jawab penuh atas perbaikan aset milik Pemprov Kaltim. Perusahaan yang menabrak jembatan, yaitu PT Dharmalancar Sejahtera, telah menyatakan kesediaannya untuk mengganti kerusakan yang terjadi, termasuk penggantian pelindung pilar sesuai spesifikasi teknis pemerintah.

“Alhamdulillah karena ada fender, bentuknya masih aman. Baik fender maupun pilar, penabrak bertanggung jawab mengganti aset yang rusak,” ujar Muhran.

Imbauan Penggunaan Kapal Tunda

Terkait pembatasan kapal di atas 2.200 feet yang sempat diberlakukan sementara, Muhran menjelaskan masih ada kekhawatiran karena posisi pilar tidak ada pengaman saat ini. Pihaknya telah bertemu dengan KSOP dan Pelindo untuk membahas hal tersebut.

Saran dari PUPR adalah mengamankan kapal saat melintasi jembatan dengan bantuan asis dan kapal tunda. Asis, maksudnya adalah pendampingan atau asistensi dari kapal lain atau petugas pandu untuk memastikan kapal besar dapat melintas dengan aman.

Asis biasanya dilakukan oleh kapal pandu (pilot boat) atau petugas yang memberi arahan navigasi agar kapal tidak menabrak struktur jembatan atau fasilitas perairan. Kapal tunda (tugboat) adalah kapal kecil dengan mesin bertenaga besar yang berfungsi menarik atau mendorong kapal besar seperti tongkang batu bara.

Kehadiran kapal tunda sangat penting ketika tongkang berukuran besar harus melewati jembatan, karena risiko benturan lebih tinggi jika hanya mengandalkan arus sungai. Muhran menegaskan bahwa perusahaan pertambangan diusahakan untuk memastikan ada kapal pemandu yang siap saat melintaskan kapalnya. Hal ini untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Kronologi Tabrakan

Sebelumnya, Jembatan Mahulu ditabrak oleh tongkang M80-1302 yang ditarik tugboat KD2018 milik PT Dharmalancar Sejahtera sekitar pukul 05.00 Wita. Tongkang diduga kehilangan kendali akibat arus Sungai Mahakam hingga menghantam pilar penyangga.

Kepala Dinas PUPR dan PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan secara visual ditemukan kerusakan pada pilar P6. “Secara kasat mata memang ada luka di pilar P6 dan kerusakan pada fender atau pelindung di bawah pilar. Namun apakah ada deformasi atau pergeseran struktur utama, itu belum bisa dipastikan tanpa pemeriksaan menggunakan alat,” ujarnya.

Penyelidikan insiden tabrakan tongkang masih ditangani oleh Kepolisian Perairan dan Pelabuhan (Polairud).

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *