Program Prioritas Presiden RI di Sulawesi Selatan
Beberapa program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat ini sedang berjalan di Sulawesi Selatan. Diantara program tersebut adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Jaminan Kesehatan Gratis, dan Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu percontohan nasional dari program Koperasi Desa Merah Putih berada di Kabupaten Takalar, yang memiliki unit usaha lengkap mulai dari gerai sembako hingga layanan kesehatan.
Koperasi Desa Merah Putih di Takalar terletak di Desa Aeng Batu-batu, Galesong Utara, Takalar. Lokasinya sekitar 16 km dari pusat Kota Makassar. Koperasi ini menawarkan berbagai layanan seperti gerai sembako, klinik kesehatan, apotek, simpan pinjam, agen pos, gudang penyaluran subsidi, pangkalan LPG, serta pemasaran produk UMKM. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu model yang diteladani dalam pengembangan koperasi desa.
Koperasi ini juga menjadi bahan pembahasan dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas dan Pengentasan Kemiskinan Pada Daerah Tertinggal dan Tertentu yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI. Agenda ini berlangsung di Four Point by Sheraton Hotel Makassar, Jl Andi Djemma, pada Jumat (19/12/2025).
Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari berbagai kementerian yang berada di bawah Kemenko PM, termasuk Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial. Tujuan dari rapat ini adalah untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Di samping itu, hadir juga perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya daerah yang masuk dalam kategori daerah tertinggal dan tertentu. Beberapa perwakilan dari Maluku hingga Papua juga turut hadir dalam pertemuan ini.
Agenda ini dilengkapi dengan sesi diskusi, di mana pihak Kementerian Sosial dan Kementerian Koperasi memaparkan progres program strategis Presiden kepada ratusan peserta. Data disajikan melalui layar untuk memberikan gambaran mengenai capaian program, target penerima manfaat, serta langkah lanjutan yang akan dilakukan di daerah.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI, Prof Abdul Haris menyampaikan bahwa progres dari program-program prioritas Presiden RI berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan tugas dan fungsi kami berjalan sesuai dengan harapan.
Menurut Prof Abdul Haris, langkah ini dilakukan untuk memastikan implementasi berbagai program prioritas Presiden dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Program-program prioritas Presiden meliputi Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaminan Kesehatan Gratis, hingga Program 3 juta rumah.
Ia berharap seluruh program prioritas Presiden ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain membahas pelaksanaan program, rapat ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat dan daerah. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menyerap langsung permasalahan yang ada di lapangan. Nantinya, semua masukan ini akan dikordinasikan ke tingkat pusat agar dapat dicarikan solusi bersama.
Khusus untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, pihaknya terus mempercepat proses operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar penguatan ekonomi dan pemenuhan layanan dasar masyarakat desa. Hingga kini, pembangunan fisik dan kelengkapan operasional koperasi tersebut menunjukkan progres signifikan.
Ahmad Zabadi menyampaikan bahwa pemerintah tengah fokus pada pembangunan fisik gerai pergudangan serta pemenuhan sarana operasional Koperasi Desa Merah Putih. Per 11 Desember 2025, total fisik pembangunan telah mencapai 23.065 unit, dengan 42.132 titik sebaran pendataan lahan yang mencakup total luas 9.423 hektare.
Ia berharap proses pembangunan fisik gerai pergudangan beserta kelengkapan operasional dapat diselesaikan pada Maret hingga April tahun depan. Sehingga koperasi dapat segera beroperasi secara optimal di berbagai wilayah. Ke depan, Kementerian Koperasi menargetkan hadirnya 82.986 gerai yang mencakup gerai sembako, pergudangan, klinik desa, hingga apotek.
Keberadaan gerai-gerai tersebut diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap layanan dasar dengan harga yang lebih terjangkau. Ini artinya pemenuhan layanan dasar masyarakat Insya Allah akan semakin mudah dijangkau, dengan harga yang lebih baik dan merata.
Lebih dari itu, Ahmad Zabadi menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih juga dirancang sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa dan kelurahan. Dengan lebih dari 80 ribu gerai yang akan beroperasi, aktivitas ekonomi lokal diyakini akan tumbuh secara signifikan. Kami berharap industri UMKM desa berkembang. Akan muncul pabrik kecap, pabrik saus, dan industri pengolahan lainnya untuk mengisi gerai-gerai Koperasi Desa Merah Putih.
Seluruh sistem operasional koperasi akan dikelola secara modern dan terintegrasi digital, mulai dari pencatatan stok, sistem inventori, hingga logistik. Seluruh gerai akan terhubung dalam satu ekosistem digital guna meningkatkan efisiensi dan transparansi. Dengan pendekatan terintegrasi ini, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, tetapi juga fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi desa di masa depan.











