Kedekatan Gubernur Jawa Barat dengan Bupati Bekasi yang Terjaring OTT
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Hubungan tersebut terjalin karena fokus pemerintahan di wilayah Kabupaten Bekasi dalam penataan wilayah dan normalisasi sungai. Menurut Dedi, Ade selama ini menunjukkan perhatian besar terhadap isu lingkungan dan penataan kawasan kumuh.
“Saya termasuk yang dekat ya dengan Bupati Bekasi, karena memang sejak kepemimpinan awalnya sangat concern terhadap normalisasi sungai dan penataan Bekasi yang sudah lama kumuh,” ujar Dedi, Jumat (19/12/2025).
Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa ia selalu mengingatkan Ade dan para kepala daerah lain agar menjalankan pemerintahan sesuai prinsip kepatuhan dan tidak melanggar aturan. Ia juga menyampaikan pesan tersebut secara rutin saat bertemu dengan Ade.
“Selama ini juga kalau bertemu dia selalu ngingetin, saya bilang gak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan prinsip kepatutan. Saya selalu ngingetin sama dia, dia mengatakan enggak ada pak,” katanya.
Namun, kasus OTT yang menyeret nama Ade Kuswara menjadi sorotan publik. Dedi menyebut kejadian tersebut berada di luar nasihat yang selama ini ia sampaikan. Ia berharap tidak ada lagi pejabat di Jawa Barat yang terseret kasus serupa.
“Kalau sekarang terjadi ya itu di luar apa yang saya sampaikan selama ini pada bupati,” ucapnya. Ia menegaskan pentingnya konsistensi seluruh pejabat publik dalam menjalankan roda pemerintahan secara bersih dan bertanggung jawab.
Profil Bupati Bekasi Ade Kuswara
Ade Kuswara Kunang, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), adalah Bupati Bekasi terpilih melalui pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 bersama pasangannya, dr. Asep Surya Atmaja. Keduanya dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 6 Februari 2025.
Sebelum menjabat sebagai Bupati, Ade pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019-2024 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029. Ia lahir di Bekasi, Jawa Barat pada 15 Agustus 1993, dan merupakan anak dari H. M Kunang atau yang akrab disapa Abah Kunang. Abah Kunang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, serta pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan.
Ade Kuswara Kunang menyelesaikan pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Hukum dari President University. Selain karier politiknya, ia juga aktif berorganisasi. Politisi PDI Perjuangan itu pernah menjabat sebagai Wali Ketua Badan Muslimin Indonesia serta Dewan Pengawas Garda Pasundan.
Bupati Termuda di Bekasi
Sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, mengungkapkan bahwa Ade Kuswara Kunang menjadi bupati definitif termuda dengan usia 31 tahun 6 bulan saat pelantikan. Rekor ini menjadikannya lebih muda dibandingkan para bupati sebelumnya, termasuk bupati dr Neneng Hasanah Yasin yang menang dalam Pilkada 2012.
Neneng menjadi bupati perempuan pertama di Kabupaten Bekasi dengan usia 31 tahun 10 bulan. Selain itu, rata-rata bupati sebelumnya berusia di atas 40 tahun saat menjabat.
Endra menjelaskan bahwa bupati pertama yang ditunjuk Departemen Dalam Negeri pada era Orde Baru, Letnan Kolonel M. Sukat Subandi, dilantik pada 26 Januari 1967 dalam usia 41 tahun. Sementara itu, penggantinya, Letnan Kolonel Abdul Fatah, menjabat pada usia 47 tahun setelah dipilih oleh DPRD.
Harta Kekayaan Bupati Bekasi
Ade Kuswara Kunang tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp 81,8 miliar. Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang dilaporkannya pada tanggal 31 Maret 2024 untuk periodik 2023. Harta terbanyak Ade Kuswara Kunang berasal dari tanah dan bangunan yang ia milik di wilayah Bekasi, Karawang, Cianjur, senilai Rp 76,5 miliar atau Rp 76.527.000.000.
Penyegelan Kantor dan Penindakan KPK
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Bekasi. Ia menyebut tim penyidik telah mengamankan sekitar 10 orang dalam operasi senyap yang berlangsung sejak 17–18 Desember 2025.
“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Sampai dengan saat ini tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang. Masih berproses,” ujar Budi.
Buntut dari penangkapan Ade Kuswara, tim penyidik KPK langsung bergerak menyegel sejumlah ruangan di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (18/12/2025) malam. Penyegelan yang berlangsung singkat sekitar 15 hingga 30 menit tersebut menyasar ruang kerja Bupati Bekasi dan Kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi.
KPK memiliki waktu 1×24 jam setelah penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











