Mutasi 1.086 Personel Polri, Brigjen Sulastiana Jadi Wakapolda Papua Barat
Sebanyak 1.086 personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengalami mutasi pada Desember 2025. Mutasi ini dilakukan sesuai dengan lima Surat Telegram (ST) yang diterbitkan pada 15 Desember 2025. Dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) yang dirotasi ke berbagai jabatan baru.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Dr Sulastiana, yang menjadi polwan pertama yang menjabat sebagai Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Papua Barat. Rekam jejaknya dalam karier di Polri sangat mencerminkan kompetensi dan dedikasi yang luar biasa.
Profil Brigjen Pol. Dr. Sulastiana
Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM., CRPP. adalah seorang polisi wanita (polwan) perwira tinggi (pati) di dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sebelum menjabat Wakapolda Papua Barat, ia menjabat sebagai Auditor Kepolisian Utama Tk II Itwasum Polri sejak November 2024. Pada masa itu, ia juga naik pangkat dari Komisaris Besar (Kombes) menjadi Brigjen.
Sulastiana lahir di Situbondo, Jawa Timur, pada 10 Oktober 1972. Ia bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), melainkan lulusan Sekolah Perwira Prajurit Karier (SEPA PK Polri) tahun 1996. Selama kariernya di Polri, ia telah menempuh berbagai pendidikan dan pelatihan, seperti:
- Pendidikan Umum
- 2013: Doktor Kriminologi
- 2007: Sarjana Hukum
- 2000: Magister Ilmu Administrasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
-
1995: Sarjana Ilmu Politik bidang Hubungan Internasional
-
Pendidikan Kedinasan
- 2018: Lemhannas RI PPRA LVII
- 2009: Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM POLRI)
- 2003: Sekolah Lanjutan Perwira (SELAPA POLRI)
- 1997: Pendidikan Kejuruan Dasar Bimmas Polri
- 1996: Pendidikan Dasar Golongan Lanjutan (DIKSARGOLLAN POLRI)
- 1996: Sekolah Perwira Prajurit Karir (SEPA PK POLRI)
Selain aktif sebagai anggota Polri, Sulastiana juga aktif sebagai dosen. Ia pernah menjadi dosen di berbagai universitas, antara lain:
- Dosen Program Sarjana dan Doktoral Ilmu Kepolisian
- Dosen FH Universitas Kristen Indonesia
- Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia Program Ketahanan Nasional
- Dosen Tamu FH Universitas Atma Jaya
- Dosen Pascasarjana FH Universitas Islam As Safi’iyah
- Dosen FH UBK
- Dosen Tamu di Swiss German University
Pengalaman di Bidang Narkoba dan Terorisme
Sulastiana memiliki pengalaman luas di bidang narkoba dan terorisme. Ia pernah menjabat sebagai Kalemlatprofpol Bid Kermadianmas PTIK. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai forum internasional, seperti:
- Speaker pada Asia-Europe Counter Terrorism Dialogue, Brussel & Berlin (2018)
- Research Fellow pada Extremisme and Terrorism, RSIS Singapore (2018)
- Guest Speaker pada Counter ASIAN Terrorism Training, Singapore (2017)
- Fasilitator AUSAID Pemantapan Program NKB 7 Kementerian tentang Rehabilitasi Narkotika (2013–2015)
- Committee of International Drugs Enforcement Commission (Far East), Bali (2011)
Karya Ilmiah dan Publikasi
Sulastiana juga telah menelurkan beberapa karya tulis, termasuk:
- Ekologi Kejahatan: Panduan Teoritik Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika
- Hukum Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
- Peran Media dalam Penyebaran Intoleransi Agama
- Kerja Sama Internasional Dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme
Selain itu, ia juga aktif sebagai penulis di berbagai media, seperti Majalah Sinar BNN, Suara Pembaruan, dan Media Indonesia.
Mutasi 2025: Penguatan Struktur dan Kapasitas
Dalam mutasi Desember 2025, selain Brigjen Sulastiana, tercatat sebanyak 35 polwan mendapatkan promosi. Enam di antaranya menjabat sebagai kapolres di berbagai daerah, seperti Karimun, Majalengka, Batang, Tebing Tinggi, Purbalingga, dan Samosir. Selain itu, 17 polwan dipromosikan ke jabatan Kombes Pol, terutama di Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirres PPA dan PPO).
Mutasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan struktur organisasi Polri agar semakin solid dan responsif dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











