Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Ridwan Kamil Angkat Bicara Soal Pemicu Perceraian dengan Atalia Praratya Setelah 29 Tahun Menikah

Perkembangan Terbaru Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya

Kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butarbutar, mengungkapkan bahwa keretakan rumah tangga antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya dipicu oleh isu munculnya Lisa Mariana. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi hubungan keduanya.

Atalia Praratya akhirnya resmi menggugat cerai Ridwan Kamil setelah menjalani pernikahan selama 29 tahun. Sidang perdana perceraian tersebut dijadwalkan digelar di Pengadilan Agama Bandung pada 17 Desember 2025.

Muslim Jaya Butarbutar menyampaikan bahwa kejadian ini sudah berlangsung cukup lama sejak munculnya Lisa Mariana. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Ridwan Kamil dan Atalia Praratya mulai rusak karena adanya isu tersebut. Meski begitu, ia juga mengklaim bahwa dirinya tidak menangani kasus perceraian tersebut karena fokus pada kasus yang sedang ditangani di Bareskrim.

“Jika benar, kami tidak menangani kasus perceraian tersebut karena kami konsentrasi urusan Bareskrim. Nanti ada pengacara sendiri,” ujar Muslim.

Sebelumnya, Atalia Praratya telah mengajukan gugatan perceraian melalui kuasa hukumnya. Panitera Pengadilan Agama Bandung, Dede Supriadi, membenarkan bahwa gugatan tersebut sudah terdaftar dan akan segera disidangkan. Ia menjelaskan bahwa sidang perdana akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Benar, perkara gugatan cerai tersebut sudah masuk dan akan mulai disidangkan dalam waktu dekat,” ujar Dede.

Ridwan Kamil dan Atalia Praratya menikah pada 7 Desember 1996. Mereka dikaruniai dua anak, yaitu Emmeril Kahn Mumtadz dan Camillia Laetitia Azzahra.

Perjalanan Cinta yang Romantis

Awal kisah cinta Ridwan Kamil dan Atalia Praratya pun tak kalah romantis dari kisah drama Korea. Siapa sangka, pertemuan mereka justru terjadi secara tidak sengaja. Ridwan Kamil mengaku pertama kali bertemu dengan Atalia Praratya di sebuah pameran pada tahun 1994 di Bandung.

Pada saat itu, Ridwan Kamil langsung jatuh cinta pada Atalia Praratya. Ia menceritakan bagaimana awal pertemuan mereka terjadi ketika ia ingin pulang naik taksi. Tapi karena kebelet, ia kembali ke toilet dan bertemu dengan Atalia.

“Kami langsung saling bertukar nomor telepon dan akhirnya jadian,” kata Ridwan Kamil.

Namun, Atalia mengklarifikasi bahwa ia tidak langsung memberikan nomor telepon kepada Ridwan Kamil. Ia mengatakan bahwa strategi Ridwan Kamil adalah untuk mendapatkan pekerjaan darinya.

Ridwan Kamil mengingat-ingat kenangan di tahun 90-an. Ia mengatakan bahwa banyak lelaki yang mendekati Atalia, termasuk dirinya sendiri. Karena banyaknya pendekatan, Atalia membuat daftar laki-laki yang mendekatinya dalam buku harian.

Nama Ridwan Kamil ada di dalam daftar tersebut, namun berada di urutan ke-42. “Tiap yang menyatakan ditulis namanya. Nama Ridwan Kamil urutan ke-42,” kenang Ridwan Kamil.

Kebiasaan Atalia menulis buku harian berasal dari ibundanya. Ia biasa mencatat segala hal, termasuk kejadian harian. Pada masa SMP, Atalia mulai suka-sukaan dan sering curhat ke ibunya.

“Li.. Li.. sok atuh ditulis geura, jadi kenangan eta teh (coba ditulis langsung, nanti jadi kenangan itu). Jadi sama saya kan ditulis, ditulis siapa yang menyatakan, meskipun bukan yang pacaran ya, cuma yang menyatakan I love you, aku cinta kamu. Itu apalah segala rupa,” sambungnya.

Pada suatu hari, ketika ulang tahunnya, Atalia mengingat Ridwan Kamil datang dengan penampilan necis dan membawa bunga. Ia berkelakar bahwa Ridwan Kamil datang seperti pangeran membawa bunga untuk putri raja.

“Dia datang, eh Kang Emil kasih bunga ya.. oh makasih ya, makasih. Ternyata begitu dia masuk ke dalam, ternyata sudah ada deretan bunga lain. Tapi tuh Kang Emil tidak pernah mundur selangkah, tidak pernah putus asa.”

Strategi Ridwan Kamil dalam menaklukkan hati Atalia adalah dengan mendekati calon mertua. Ia mengatakan bahwa cara ini berhasil.

“Karena saya tahu, kalau seorang gadis bingung pasti tanya ibunya, jadi pas saya nyatakan sudah dapat restu mama,” tutur Ridwan Kamil.

Atalia mengungkapkan bahwa ibunya memiliki kebiasaan menulis semua kejadian dalam buku harian. Hal ini menjadi alasan mengapa ia menulis urutan lelaki yang mendekatinya.

“Yang kedua.. pengennya saja yang lebih tua, terus yang ketiga, Mama teh suka beberes, cocoknya dengan arsitek. Tidak sebut nama tapi sudah mengarah, kan saha deui (siapa lagi)?” kata Atalia.

Akhirnya, urutan ke-42 itu menjadi kenangan bagi mereka berdua. Meski buku harian tersebut sudah dibakar oleh ibunda, kenangan tersebut tetap terkenang dalam ingatan mereka.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *