Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

Djauhari Oratmangun Meraih Penghargaan BIG 40 dalam Kepemimpinan Diplomasi Bilateral Strategis

Penghargaan BIG 40 Awards untuk Djauhari Oratmangun

Djauhari Oratmangun, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk China merangkap Mongolia, menerima penghargaan BIG 40 Awards dari Bisnis Indonesia dalam kategori Strategic Bilateral Diplomacy Leadership Excellence. Penghargaan ini diberikan kepada Djauhari atas perannya sebagai diplomat karier yang berpengalaman dan berkontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China.

Penghargaan tersebut mengakui dedikasi dan keahlian Djauhari dalam menjembatani kepentingan kedua negara, terutama dalam bidang perdagangan, investasi, teknologi, serta hubungan antarmasyarakat. Dengan latar belakang diplomasi yang luas, ia dinilai berhasil meningkatkan kehadiran ekonomi Indonesia di kawasan Asia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra utama China.

“Kontribusinya menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra utama China di kawasan, sekaligus membuka peluang jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Maria Y. Benyamin, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia, dalam sambutannya saat acara penganugerahan BIG 40 Awards, Senin (8/12/2025).

BIG 40 Awards merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Group dalam rangka memperingati ulang tahun ke-40 Harian Bisnis Indonesia. Ajang ini memberikan penghargaan kepada 40 tokoh yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Indonesia. Penghargaan ini mencakup berbagai bidang seperti ekonomi dan bisnis, sosial dan politik, budaya dan lingkungan, hingga olahraga.

Proses pemilihan penerima penghargaan dilakukan melalui metode yang ketat, termasuk desk research mendalam, penelusuran rekam jejak publik, serta kurasi komprehensif oleh Tim Redaksi Bisnis Indonesia yang dikenal sangat selektif dan independen. Penghargaan ini tidak hanya mengapresiasi kiprah individu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dan dunia usaha untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Profil Djauhari Oratmangun

Lahir di Beo, Sulawesi Utara, pada 22 Juli 1957, Djauhari Oratmangun meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1981. Ia sempat bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebelum banting setir menjadi aparatur sipil negara di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sejak 1983.

Karirnya dimulai dengan jabatan Kepala Seksi pada Direktorat Kerjasama Ekonomi Multilateral, Kemlu pada 1984–1985. Setelah itu, ia ditugaskan sebagai Atase/Sekretaris III Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York pada 1986–1990. Djauhari kemudian kembali ke Indonesia dan menjabat Kepala Seksi pada Direktorat Kerja sama Ekonomi Multilateral, Kemlu pada 1991–1992.

Selanjutnya, ia kembali ditugaskan ke luar negeri sebagai Sekretaris I/Counsellor Perutusan Tetap RI untuk PBB dan Organisasi Internasional Lainnya di Geneva, Swiss pada 1993–1997. Djauhari kemudian menjabat Kepala Sub Direktorat untuk Perundingan Perdagangan dan Keuangan Internasional (WTO, UNCTAD, IMF, dan World Bank) pada Direktorat Kerja sama Ekonomi Multilateral pada 1998–1999.

Ia juga menjabat Kepala Bidang Ekonomi Perutusan Tetap RI untuk PBB, New York pada 1999–2001. Selama periode ini, Djauhari terus berkembang dalam karir diplomatiknya. Pada 2001–2002, ia menjabat Direktur Kerja sama Ekonomi Multilateral, Kemlu, lalu menjadi Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup PBB, Kemlu pada 2002–2004.

Karirnya sebagai diplomat terus berkembang, termasuk menjadi Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar RI Den Haag, Belanda pada 2004–2008. Tahun berikutnya, ia menjabat Duta Besar/Wakil tetap Ad-Interim RI untuk Asean dengan pangkat Duta Besar pada 2009–2010.

Pada 2009, Djauhari juga mulai menjabat Direktur Jenderal Kerjasama Asean/SOM Leader Asean-Indonesia/ SOM Leader ARF-Indonesia/ Kepala Sekretariat Nasional Indonesia-Asean. Tugas itu berakhir pada 2012.

Setelah itu, Djauhari diangkat menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarus sejak 2012 dan penugasan itu berakhir pada 2016. Setahun berselang, ia diangkat sebagai Duta Besar/staf khusus Menlu untuk isu-isu strategis pada 2016 hingga Februari 2017.

Hingga saat ini, Djauhari masih menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Rakyat China merangkap Mongolia. Dalam delapan tahun terakhir, ia telah berperan penting dalam berbagai pencapaian penting hubungan Indonesia-China, terutama dalam bidang perdagangan dan kemitraan strategis.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *