Peristiwa Umrah Bupati Aceh Selatan di Tengah Banjir Bandang dan Longsor
Pada bulan Desember 2025, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menjadi sorotan publik setelah keberangkatannya ke Mekkah untuk menjalani ibadah umrah terungkap. Kejadian ini terjadi di tengah warga Aceh Selatan yang sedang berjuang menghadapi banjir bandang dan longsoran yang melanda sejumlah wilayah.
Banyak orang merasa tidak nyaman dengan tindakan Bupati Mirwan, karena saat daerahnya sedang dalam kondisi kritis, ia justru memilih untuk pergi umrah. Namun, Mirwan memberikan penjelasan bahwa keberangkatannya merupakan bagian dari nazar pribadi yang telah lama direncanakan. Ia juga menyatakan bahwa sebelum melakukan perjalanan, ia telah meninjau langsung kondisi bencana dan memastikan bahwa situasi sudah terkendali.
Di tengah kontroversi ini, istri Bupati Aceh Selatan, Nafisah Mirwan, muncul sebagai pembela suaminya. Nafisah memiliki akun Instagram @devinafisahmirwan.official, di mana ia sering membagikan aktivitasnya sebagai Ketua TP PKK Aceh Selatan. Ia juga terlihat aktif dalam membantu korban bencana, seperti menyalurkan bantuan logistik dan mendampingi tim evakuasi.
Nafisah juga mengunggah sebuah capture percakapan chat di Instagram Story-nya, yang menunjukkan bahwa ada fitnah yang dituduhkan kepada suaminya. Dalam pesan tersebut, Nafisah menyampaikan bahwa banyak orang yang tidak tahu masalahnya dan hanya ingin membuat heboh berita. Ia juga menegaskan bahwa niat Bupati Mirwan adalah tulus untuk menjalankan amanah dan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.
Penjelasan Bupati Mirwan MS
Mirwan menyampaikan klarifikasi resmi mengenai keberangkatannya ke Mekkah. Ia menegaskan bahwa sebelum berangkat, ia telah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando. Ia juga menyebutkan bahwa surat dari Gubernur Aceh baru diterima setelah ia berada di Tanah Suci, sehingga tidak bisa membatalkan rencana umrah.
Selain itu, Mirwan memastikan bahwa penanganan banjir tetap berlangsung efektif melalui komando posko utama dan OPD terkait. Ia akan segera kembali ke tanah air pada 6 Desember 2025, dan insyaAllah pada hari Minggu sudah tiba kembali di Aceh.
Bantahan Pemkab Aceh Selatan
Kabag Prokopim Pemkab Aceh Selatan, Denny Herry Safputra, mengatakan bahwa keberangkatan Bupati beserta istri ke Tanah Suci setelah melihat kondisi wilayah Aceh Selatan yang dinilai sudah stabil. Menurut Denny, Bupati dan istri sebelum berangkat telah beberapa kali mengunjungi dan menyambangi beberapa lokasi terdampak, seperti wilayah Trumon Raya dan Bakongan Raya.
Ia juga menyebutkan bahwa tidak benar Bupati meninggalkan Aceh Selatan saat banjir masih melanda. Bahkan, Bupati turun langsung dengan mengantarkan logistik ke wilayah terdampak dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian. Selain itu, beberapa titik pengungsian di Aceh Selatan dalam beberapa hari ini masyarakat juga sudah kembali ke rumah masing-masing.
Penegasan Plt Sekretaris Daerah Aceh Selatan
Plt Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, juga menyampaikan penegasan serupa. Ia menegaskan bahwa keberangkatan Bupati Aceh Selatan beserta Istri menjalani umrah setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan umumnya yang sudah stabil, terutama debit air sudah surut di pemukiman warga pada wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya.
Lebih lanjut, katanya, untuk beberapa titik pengungsian juga masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing. “Terkait dengan narasi yang menyatakan bupati meninggalkan rakyatnya ketika bencana banjir melanda kami sampaikan hal ini tidak tepat,” ujarnya.
Langkah Administratif Pemkab Aceh Selatan
Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS disorot publik karena mengeluarkan surat pernyataan ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor yang menerjang 11 kecamatan di wilayahnya. Surat tersebut ditandatangani Bupati Mirwan MS pada 27 November 2025.
Langkah administratif ini dilakukan untuk membuka jalan bagi Provinsi Aceh untuk mengambil alih dukungan lebih besar. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, menegaskan bahwa penerbitan surat ketidaksanggupan bukanlah bentuk menyerah atau ketidakmampuan daerah. Surat tersebut merupakan syarat dari Pemerintah Provinsi Aceh dalam penetapan status darurat bencana.
Dicopot dari Jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan
Buntut sorotan ini, DPP Partai Gerindra mencopot Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Sekjen Gerindra Sugiono menyampaikan bahwa sikap dan kepemimpinan Bupati Mirwan sangat disayangkan. Oleh karena itu, DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











