Pemecatan Bupati Aceh Selatan dari Jabatan Ketua DPC Gerindra
Buntut dari keputusan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk melakukan ibadah umrah di tengah situasi bencana banjir dan longsor yang melanda wilayahnya, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Partai Gerindra akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mencopot Mirwan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Aceh Selatan.
Tindakan Partai Gerindra
Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Sugiono, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil karena sikap dan kepemimpinan Mirwan dinilai tidak sesuai dengan kondisi daerah yang sedang darurat. “Kami sangat menyesali sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” ujar Sugiono dalam pernyataannya.
Mirwan dipecat lantaran pergi umrah saat daerahnya masih sibuk menghadapi dampak bencana. Hal ini dianggap tidak pantas oleh sejumlah pihak, termasuk Komisi II DPR RI yang mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memberikan sanksi terhadap Mirwan.
Respons dari Pemerintah Pusat
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa Mirwan tidak memiliki izin untuk melakukan perjalanan luar negeri. “Tidak ada izin,” kata Bima Arya. Menurutnya, Bupati Aceh Selatan seharusnya fokus pada penanganan bencana dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.
Selain itu, Pj Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, juga menyampaikan pernyataan terbuka. Ia mengaku telah melarang Mirwan berangkat umrah dan tidak menandatangani izin perjalanan tersebut. “Tidak saya teken. Untuk sementara waktu jangan pergi. Dia pergi juga terserah,” ujarnya.
Penjelasan Bupati Aceh Selatan
Mirwan MS membela diri dengan mengungkapkan bahwa ia sudah mengecek kondisi wilayahnya sebelum melakukan perjalanan. Ia mengklaim bahwa situasi di Aceh Selatan sudah terkendali sehingga ia dapat menunaikan nazar untuk melaksanakan ibadah umrah. Namun, ia mengaku baru mengetahui izinnya ditolak setelah sampai di Tanah Suci.
“Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam akibat gangguan listrik di Aceh,” katanya.
Tanggapan dari Keluarga
Istri Mirwan, Devina Fisah, membela sang suami melalui akun Instagramnya. Ia memposting ulang unggahan soal kegiatan penyaluran bantuan yang dilakukan Mirwan. “Tak semua terlihat, tapi semua itu ada,” tulisnya.
Devina juga memamerkan tangkapan layar soal tindakan Mirwan kabur dari Aceh. “Jauh hari sebelum berangkat umrah sudah menyalurkan bantuan dan bahkan gaji selama menjabat,” tulis status WhatsApp Devina. Ia menilai kegaduhan akibat Mirwan pergi umrah saat warga Aceh mengalami bencana, merupakan hasil pelintiran.
Kontroversi dan Kritik Publik
Foto Mirwan MS bersama keluarga di depan Kakbah viral dalam hitungan jam. Dalam foto itu, Mirwan mengenakan ihram sambil tersenyum. Unggahan foto tersebut menjadi pintu masuk berbagai kritik politik, moral, hingga seruan agar Mendagri memberikan sanksi tegas.
Profil Bupati Aceh Selatan
Mirwan MS adalah politikus Partai Gerindra kelahiran 9 Maret 1975. Ia menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan periode 2025–2030. Sebelum menjabat, ia pernah menjadi pengusaha sejak tahun 2000 dan dikenal sebagai pengusaha yang telah melanglang buana di Jakarta.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











